Chocolate Covered Sesame Balls

Senin, 05 November 2007

Lessons learned a week ago... :)

Beberapa hari yang lalu kak Esti kasih tugas untuk telp Pak Deni Suryana, public relation-nya Hermes Palace, dan dokter Andri untuk nge-record suara mereka, kiat-kiat mereka sebagaimana profesinya. Targetnya adalah dua orang seminggu. Kata kak Esti, dia mau liat hasil kerja ku.

Setelah semua selesai, tipsnya pun putar perdana hari Jumat. Mengenai cara kerjaku, kata kak esti aku dapat nilai merah, karena aku suka mengulur pekerjaan dan tidak cekatan. Tapi sehari setelah itu, kak Esti ke radio dan dengerein tipsnya. Trus dia sms lagi. Katanya tips buatanku bagus... hehe tambah jempolnya lagi...

Padahal kan aku cuma ganti backsoundnya aja. Alhamdulillah, mudah-mudahan yang dengar juga suka. Semuanya nggak lepas dari bantuan bang Yan, dan teori yang dikasih kak Esti hari rabu itu... thanks banget... 

Memang dalam bekerja, selama ini aku hanya mengandalkan ketelitian. Memang benar kalau aku masih suka menunda kerjaan. Buktinya, proposal sampai sekarang belum kesentuh. Padahal akhir semester udah di depan mata.

Ternyata ketelitian saja tidak cukup. Sekalipun pekerjaan itu sangat rapi hasilnya, tapi kalau selesainya telat... sama aja... kalah waktu sama yang lain.

Aku tidak cekatan, memang betul. Karena mempertimbangkan sempurna rapinya makanya pekerjaan jadi lambat selesainya. Tidak bersegera melakukan ketika bisa juga masih ada pada diriku... hiks.

Sms kak Esti hari itu (tentang nilai merah yang kudapat) aku simpan dulu ya. Mudah2an setiap dibaca jadi ingat dan sedikit-sedikit bisa merubah diri jadi lebih baik. Amiin.

(Oya, ada satu kerjaan yang belum kelar, emm.., bahan untuk Seurunee Kalee... ampun deh...)

Kita beralih ke kesalahan yang lain... (hehe..., cem antero kini aje...)

Sabtu tadi, seharusnya pak Mirza Fuadi dari Graha Triya Interior akan mengisi untuk talkshow arsitektur Mix n Max. Ga taunya lampu mati sekitar jam delapan. Gitu juga dengan pemancar. Waktu itu lagi di rumah, masih mantau 101.6 fm. Aku langsung sms Iwan n minta tolong dia untuk nanya ke PLN jam berapa lampunya hidup lagi. Supaya dia juga bisa langsung konfirm ke Pak Mirza bahwa talkshow diundurkan karena mati lampu. Dan Iwan dengan baik hati mengikuti instruksiku... hehe. Maaf Wan, dirimu jadi ikut terlibat...

Ternyata memang itu keputusan yang salah, keputusan bahwa talkshow itu diundur atau dibatalkan siar. Sekitar jam 11 aku nyampe di radio dan nemuin bang Aril. Ngomong dan ngomong. Dan aku jadi ingat lagi ternyata ketentuannya seperti ini: kalo setiap program KBR akan siar sekalipun mati lampu, baik studio maupun pemancarnya. Pertimbangan untuk tetap menjalankan talkshow dalam keadaan mati lampu itu adalah karena kita sudah mengundang narasumber dan boleh jadi si narasumber sudah membatalkan banyak janji untuk bisa ke antero, gitu kata bang Aril. Dan banyak deh pertimbangan yang lain.

One thing, i like the way he told my fault.. better than ‘another one way’. Tidak menghakimi tapi menyadarkan. Makes me want to do something better. Kalau kata kak Yuni sih bikin orang klepek-klepek... ayam sayur kalee... hiperbola dikit boleh ya hehe. Mudah-mudahan cara ini bisa ditiru oleh manajer yang lain...

After all, maaf banget untuk kealpaan dan kecerobohan ini. Maaf memang ga akan membuat talkshow yang dibatalin kemudian akan siar dengan sendirinya, tapi setidaknya kita jadi ingat kalau pernah berbuat berbuat salah dalam hal ini. N thanks untuk tegurannya .

Oya, kalo lagi online dan mo denger antero, bisa koq, live streamin’nya ada di www.radioantero.com... Dengar ya... !


Satu pujian, dua kesalahan, satu pekerjaan masih tunda... lebih dari itu banyak sekali hal yang bertambah dalam diri kita jika kita mau melihat lebih dalam (ciee... )


Selamat memaknai waktu :)

Salam

Tidak ada komentar :

Posting Komentar