Chocolate Covered Sesame Balls

Selasa, 12 Juli 2011

Puisi telur mata sapi

Memegang saja kening ku
hangat menyengat dari tiup nafasku
denyut denyut kepala
berdentam-dentam memalu
dan seharusnya aku bergegas isya sebelum semakin kemayu

oh, plu
mengapa kali ini engkau menyenangiku??
kedatanganmu sangat jarang
semacam matahari sore tadi
yang hampir-hampir seperti telur merah mata sapi buatan ibu-
sangat jarang terjadi

070711 ::
-----------

read. plu = Flu
hehe, beginilah ceritanya jika plu dan telur mata sapi terceplok dalam puisi..
terima kasih jika berkenan membaca
semoga menghibur bagi yang sedang kurang sehat.. ^___^

sebenarnya dalam banyak saat ketika membuat puisi, sering sekali lho saya ketawa-ketawa sendiri. bahkan mungkin pas lagi biikin tu puisi lagi melow banget tuh... pa lagi kalo puisinya tentang bulan- sering banget bait2 yang terpikir berikutnya itu gokil n ngezek.. saya sering mengaitkan bulan itu dengan vampire, nenek sihir, dan sebagainya. hehehe. tapi tentu saja bait yang gokil itu tidak dituliskan demi menjaga keotentikan melow-ness puisi saya ntu.. :)

demikian juga jika sedang baca puisi2 orang, timbullah keusilan otak saya untuk mencerna kegokilannya. mencari-mencari celah supaya dapat menemukan hal-hal tidak logis yang yang dituliskan di sana. haha, saya jahat ya?? :( tapi itu juga berlaku untuk saya sendiri koq.. ketika saya baca ulang2 puisi saya yang 'menangis darah' misalnya, kadang saya pun jadi pengen ketawa-ketawa n ngeledek diri sendiri, sumpe..! :D

oret2 ini sama sekali tidak ada maksud mencibir, merendahkan puisi dan para penciptanya. bagaimanapun bentuknya, ia terlahir dari kehalusan perasaan manusia. bagaimanapun sederhananya, ia adalah bentuk pengungkapan yang berani atas ketidakberanian berkata-kata. bagaimanapun sederhana bahasanya, ia adalah ketulusan yang tidak pantas dibayar dengan celaan mana pun.

kadang saya juga nemu prosa, puisi, atau sebentuk tulisan lain (tapi bukan fiksi) yang saya kurang suka karena  terlalu mengumbar 'hasrat'. bagaimanapun, ada hal-hal yang tidak harus diumbar semua. ada beberapa yang menjadikan puisi jadi tidak 'senonoh'  dan berasa 'kotor'.. namun kata orang nyeni, itu juga karya seni namanya. tapi kalo kata saya; jika berlebihan- tetap saja ga suka.. hihihi, maksa. dan kadar berlebihan menurut orang2 tentu berbeza-beza juaa.. :). mudah2an kita (khususnya saya sich) dapat mengukur kadar berlebihan dengan 'timbangan' yang tepat..

i'll keep on sayin; when others cant catch it up, just let poem..! :)
keep write then.. sesungguhnya tulisan anda itu sangat bagus dan bermanfaat, tentu saja terutama untuk diri anda sendiri :p..
just write, write, en write deh poko'nya ^^

c u

2 komentar:

  1. Ada-ada saja dirimu kak, tapi begitulah puisi kan?? cara kita menerjemahkannya dalam kata-kata,,
    I love this one!!

    BalasHapus
  2. heheh.. betul, Rif.. setuju ngon droe neuh ^_____^

    BalasHapus