Chocolate Covered Sesame Balls

Jumat, 02 November 2007

Emm... Penting ne!

1. BEKAS BOTOL AQUA
 Mungkin sebagian dari kita mempunyai kebiasaan
 memakai dan memakai ulang botol plastik (Aqua, VIT,
 etc) dan menaruhnya di mobil atau di kantor.
 Kebiasaan ini tidak baik, karena bahan plastic botol
 (disebut juga sebagai polyethylene terephthalate or
 PET) yang dipakai di botol2 ini mengandung zat2
 karsinogen (atau DEHA).
 Botol ini aman untuk dipakai 1-2 kali saja, jika
 anda ingin memakainya lebih lama, tidak boleh lebih dari
 seminggu, dan harus ditaruh di tempat yang jauh
 dari matahari.

Kebiasaan mencuci ulang dapat membuat lapisan
plastik rusak dan zat karsinogen itu bisa masuk ke
air yang kita minum.
Lebih baik membeli botol air yang memang untuk
dipakai ber-ulang2, jangan memakai botol plastik.

2. PENGGEMAR SATE
 Kalau Anda makan sate, jangan lupa makan timun
 setelahnya. Karena ketika kita makan sate sebetulnya
 ikut juga karbon dari hasil pembakaran arang yang
 dapat menyebabkan kanker.

 Untuk itu kita punya obatnya yaitu timun yang
 disarankan untuk dimakan setelah makan sate. Karena
 sate mempunyai zat Karsinogen (penyebab kanker)
 tetapi timun ternyata punya anti Karsinogen. Jadi jangan
 lupa makan timun setelah makan sate.


3. UDANG DAN VITAMIN C
 Jangan makan udang setelah Anda makan Vitamin C.
 Karena ini akan menyebabkan keracunan dari racun
 Arsenik (As) yang merupakan proses reaksi dari Udang
 dan Vitamin C di dalam tubuh dan berakibat keracunan
 yang fatal dalam hitungan jam.

 4. MIE INSTAN
 Untuk para penggemar mi instan, pastikan Anda punya
 selang waktu paling tidak 3 (tiga) hari setelah Anda
 mengkonsumsi mi instan, jika Anda akan
 mengkonsumsinya lagi, dari informasi kedokteran,
 ternyata terdapat lilin yang melapisi mi instan. Itu
 sebabnya mengapa mi instan tidak lengket satu sama lainnya ketika
 dimasak. Konsumsi mie instan setiap hari akan
 meningkatkan kemungkinan seseorang terjangkiti
 kanker. Seseorang, karena begitu sibuknya dalam
 berkarir tidak punya waktu lagi untuk memasak,
 sehingga diputuskannya untuk
 mengkonsumsi mi instan setiap hari. Akhirnya dia
 menderita kanker. Dokternya mengatakan bahwa hal ini
 disebabkan karena adanya lilin dalam mi instan
 tersebut. Dokter tersebut mengatakan bahwa tubuh
 kita memerlukan waktu lebih dari 2 (dua) hari untuk
 membersihkan lilin tersebut.

 5. BAHAYA DIBALIK KEMASAN MAKANAN
 Kemasan makanan merupakan bagian dari makanan yang
 sehari-hari kita konsumsi. Bagi sebagian besar
 orang, kemasan makanan hanya sekadar bungkus makanan
 dan cenderung dianggap sebagai "pelindung" makanan.
 Sebetulnya tidak tepat begitu, tergantung jenis
 bahan kemasan. Sebaiknya mulai sekarang Anda cermat memilik kemasan
 makanan. Kemasan pada makanan mempunyai fungsi
 kesehatan, pengawetan, kemudahan, penyeragaman,
 promosi, dan informasi. Ada begitu banyak
bahan yang digunakan sebagai pengemas primer pada
makanan, yaitu kemasan yang bersentuhan langsung
dengan makanan. Tetapi tidak semua bahan ini aman bagi makanan yang
dikemasnya. Inilah ranking teratas bahan kemasan makanan yang
perlu Anda waspadai.

A. Kertas.
Beberapa kertas kemasan dan non-kemasan (kertas
koran dan majalah) yang sering digunakan untuk
membungkus makanan, terdeteksi mengandung timbal
(Pb) melebihi batas yang ditentukan. Di dalam tubuh
manusia, timbal masuk melalui saluran pernapasan
atau pencernaan menuju sistem peredaran darah dan
kemudian menyebar ke berbagai jaringan lain, seperti: ginjal, hati, otak,
saraf dan tulang. Keracunan timbal pada orang dewasa
ditandai dengan gejala 3 P, yaitu pallor (pucat),
pain (sakit) & paralysis kelumpuhan).

Keracunan yang terjadipun bisa bersifat kronis dan
 akut. Untuk terhindar dari makanan yang
 terkontaminasi logam berat timbal, memang
 susah-susah gampang. Banyak makanan jajanan seperti
 pisang goreng, tahu goreng dan tempe goreng yang
 dibungkus dengan koran karena pengetahuan yang
 kurang dari si penjual, padahal bahan yang panas dan
 berlemak mempermudah berpindahnya timbal makanan
 tsb. Sebagai usaha pencegahan, taruhlah makanan
 jajanan tersebut di atas piring.
 

B.Styrofoam
 Bahan pengemas styrofoam atau polystyrene telah
 menjadi salah satu pilihan yang paling populer dalam
 bisnis pangan. Tetapi, riset terkini membuktikan
 bahwa styrofoam diragukan keamanannya. Styrofoam
 yang dibuat dari kopolimer styren ini menjadi
 pilihan bisnis pangan karena mampu mencegah
 kebocoran dan tetap mempertahankan bentuknya saat dipegang. Selain itu,
 bahan tersebut juga mampu mempertahankan panas dan
 dingin tetapi tetap nyaman dipegang, mempertahankan
 kesegaran dan keutuhan bahan yang dikemas, biaya
 murah, lebih aman, serta ringan. Pada Juli 2001,
Divisi Keamanan Pangan Pemerintah Jepang
 mengungkapkan bahwa residu styrofoam dalam makanan
 sangat berbahaya. Residu itu dapat menyebabkan
 endocrine disrupter (EDC), yaitu suatu penyakit yang terjadi akibat adanya
 gangguan pada sistem endokrinologi dan reproduksi
 manusia akibat bahan kimia karsinogen dalam makanan.

Tidak ada komentar :

Posting Komentar