Chocolate Covered Sesame Balls

Kamis, 22 Desember 2011

on Desember Rain Drops

Desember 17, 2011- Wahai Diri, Aku Rindu

'Engkau dimana aku menunggu
Datanglah lekas, aku rindu..'


Nampaknya pertemuan yang kemarin itu yang terakhir. Sepertinya demikian. Justru karena tidak ada sesuatu yang istimewa aku menjadi heran; kenapa mesti ada bayang-bayang tersisa, masih ada suara-suara menggema di dalam kepala. Dan aku tentu saja bertanya; "mengapa harus engkau?' dan mencoba me-reka reka ulang waktu dimana aku dan engkau ada, mengais-ngais yang kasat, ku pikir dengan demikian akan temu pada jawaban bagaimana perangkap ini bisa terjadi.

Pada akhirnya aku tetap belum mengerti tentang rahasia Tuhan akan sebuah pertemuan, dan bagaimana semua dapat berakhir pada saat tak terduga.


#kehilangan itu sangat menyesakkan, apalagi kehilangan dua kucing bawah tiga bulan yang belum sempat diberi nama itu.. jadi sekarang aku punya alasan untuk menangis bukan?? terima kasih Ya Tuhan. Tears, for many times, makes me felt better..



'Engkau dimana aku menunggu
Datanglah lekas, aku rindu..

wahai diri datang kemari
duduk disampingku
sungguh aku rindu bertemu diriku yang dulu'

--


Desember 15, 2011- Penerimaan

Menurutku, sebagian besar waktu berkendara adalah saat-saat yang menyenangkan. Namun ada saat-saat dimana udara begitu dingin padahal aku masih ingin berlama-lama bercengkrama dengan semilir angin-angin. dalam perjalanan semacam itu, betapa pun dingin mengepung aku tetap tak dapat menelikung lengan mendekap diri. Satu-satu nya hal yang dapat kulakukan adalah bersiap-siap dengan jaket paling tebal yang ku punya. Jika dengan demikian pun dingin belum mau mengalah, maka kubiarkan saja dingin yang mendekapku. Hawa nya yang kuterobos sesungguhnya bukanlah bentuk perlawanan, namun justru karena aku ingin berdamai dengan menjadi bagian yang tak dapat dipisah-pisah. Sehingga kemudian yang ada adalah kehangatan dan penerimaan. Karena aku tak dapat menolak ada-nya, dan mengepung diriku sedemikian rupa adalah posesivitas dirinya yang begitu koleris..

Aku akan semakin bahagia jika ada beberapa bagian titik gerimis yang jatuh ragu-ragu di atas punggung tanganku yang terkepal menggenggam setang. Kadang aku lebih suka membiarkannya terbuka. Memalingkan pikiran dari kekhawatiran bahwa kelembabannya akan hilang, atau warnanya akan me-legam. Kadang aku tak ingin peduli dengan semua itu

Tidak ada komentar :

Posting Komentar