Chocolate Covered Sesame Balls

Sabtu, 12 November 2011

Tentang Langit

tadi malam langit begitu saga merahnya. kadang aku menjadi sangat heran. barangkali engkau sudah terlampau sering mendengar ajy menyebut-nyebut ketakjubanku pada langit, hingga ketika keheranan menyergapku sebentar-bentar aku menatap kepadanya. tatapanku kepada langit, selalu saja seperti tatapan orang-orang kampung kepada gemerlap lampu-lampu kota- takjub tak terkira.

langit, atap yang mengangkasa, menelikung pada setiap ujung pandang kita, kemana pun mencari kakinya takkan pernah ada, pemayung yang setia oleh derai hujan, terik siang, juga kanvas bagi gurat pelangi.

masih tentang langit. ada guratnya yang tidak terlalu biru yang pernah ku lihat. serakan awan-awan putih menjelang jam 10 ssebuah siang. rasanya tak percaya dapat melihat langit sedekat itu. mari kuberitahu engkau sebuah rahasia, bahwa langit terlihat lebih dekat ketika engkau berada di perbukitan yang menanjak. kau tidak percaya? tapi aku telah melihatnya. langit biru yang terasa begitu dekat, tapi sekalipun aku berada di gundukan bukit yang semakin menanjak tidak berarti aku dapat serta merta menggapainya..

masih tentang langit, yang mengguyurkan hujan. yang ketika lebatnya seperti derai manik-manik yang tidak putus-putus dari langit. dan gerimisnya adalah derai manik-manik yang malu-malu namun tetap teratur dalam benang udara yang lembab.

sama sekali tidak masalah jika engkau tidak berkenan pada perumpamaan-perumpamaan yang kubuat. kupikir kita dapat mendefinisikan sesuatu pelan-pelan hingga mudah-mudahan nanti menjadi definisi yang lengkap dan sempurna.

ada beberapa bagian dari hujan, yang bau tanah yang selaul timbul sebelum derasnya, suaranya yang memukul rerumput batu dan jalan beraspal ini, yang arahnya menusuki kemana angin berlari, adalah beberapa bagian yang ingin kujumput dan kusimpan penggalnya, yang membuat mengingatmu; engkau dimana.

tentang langit, yang bila aku memejam mata, sekalipun beberapa mili detik saja- mata ini menjadi tentram ketika menemukannya kembali di atas sana.

tentang langit yang selalu membuat kita tengadah, dan terus berharap hujan-hujan syukur dapat terus hujami hati ini.

masih tentang langit, yang kupandangi setiap pagi, langit yang mungkin sama engkau pandangi, dan sama kita temui tenggelam rekahnya di sore hari, adalah rahasia.. adalah rahasia.. adalah rahasia, untuk apa pun itu pertemuan yang tidak kita ketahui gaibnya.


#hufff. lega :)

“Ya Rabb kami, janganlah Engkau condongkan hati kami pada kesesatan setelah Engkau berikan petunjuk kepada kami dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi-Mu, sesungguhnya Engkau Mahapemberi (karunia).” (Ali Imran: 8)


Tidak ada komentar :

Posting Komentar