Chocolate Covered Sesame Balls

Minggu, 17 April 2011

Biarkan saja dulu Bundar melingkar

Dan nampaknya malam ini aku telah menemukan sebuah segitiga yang engkau maksud. Aku tak mau pusing dengan teorema yanag engkau kutip. Dan aku juga tak ingin larut dalam Euclidean Euclidean yang begitu ambigu. Baiknya kubiarkan saja dulu bentuk itu bundar melingkar, sementara bulan akan menyusul penuhnya beberapa hari lagi..

Menurutmu, apakah sebaiknya aku tidak melanjutkan menulis ini- hanya karena aku terlalu khawatir bahwa tetulis ini tiada akan bermanfaat adanya?? Menurutmu, manakah lebih baik; aku terus menulis, atau aku mulai memainkan lagi Texas Holdem Poker??

Oh, tapi, dengar dulu. Apakah aku sudah bercerita kepadamu tentang perjalanan setiap hariku di bawah dedahan dedahan yang melengkung hijaunya- dan teduhnya membuatku tak ingin mengakhiri perjalanan ini? Perjalanan yang selalu dapat menenggalamkan semua ingatan akan apa apa yang tiada ingin ku ingat lagi. Menguburnya dalam untuk sementara karena aku tidak tau dimana harus menyembunyikannya lagi. Karena aku tidak tau apakah dengan terus mengingatnya aku dapat melupakannya..

Apakah aku sudah bercerita kepadamu tentang wajah wajah yang kutemui setiap pagi dan petang? Wajah wajah lelah pengasong tilam palembang, atau penjaja bakpao yang tak tampak berkurang barang dagangannya tapi mereka tetap berjualan. Wajah wajah anak sekolah yang berboncengan, atau dibonceng, atau membonceng, atau sekedar berjalan kaki dengan seragam yang dulu aku juga pernah memakainya. Wajah wajah ibu ibu yang mungkin sebaya- lebih muda- dan kadang lebih tua sedikit dari pada wajah ibuku, yang mereka itu berkeringat menunggu angkot dengan seragam pegawai negeri sipil- wajah pias sebagian besar ibu ibu pencari nafkah. Wajah wajah punggung kakek kakek pesepeda, yang bajunya lusuh dan dayungan sepedanya membuat aku khawatir untuk sekedar lewat disampingnya, dan membungkam keinginan ku untuk mengintip rautnya betapa sangat pilu akan dunia yang mungkin- mengecewakan- mungkin juga sama lelahnya dengan kayuhan kayuhannya..

Apakah aku sudah menceritakan kepadamu bahwa aku mulai menyukai bau tembakau, yang setiap pagi lamat lamat menyeruak dari sebelah ruang nafkahku. Ku katakan kepadamu, bau tembakau dicampur rempah rempah negeri kita itu sangat harum baunya. Amat menyembuhkan kegalauan dan mengusir penat berkendara 45 menitku. Bau tembakau, bau tembakau yang belum dibakar. Bau tembakau- yang aku menjadi muak dan menyerapah dalam hati jika mencium asap bakarnya. Dan membuatku memohon mohon kepada Tuhan akan sebilah pekerjaan lain memotong segera peruntunganku di sini. Sekalipun aku tau tiada dapat memaksa maksa kehendakNya..

Nampaknya aku sudah menceritakan itu semua kepadamu ya?? Apalagi tentang purnama-purnama yang kugambarkan dengan menyebalkan melalui puisi puisi cengeng dan picisan itu. Juga hujan yang rinainya sepereti tak habis habis di belakang rumahku. Juga tentang langit hitam malam yang selalu menjadi selimut bagi malam malam begini. Apa lagi??

Mengenai segitiga yang sudah atau sedang engkau buat, aku tidak ingin pusing mengenainya. Selesaikan saja semua sudut sesuka hatimu. Aku ingin menerus malam malam tetap dengan bintang bintang yang sinarnya ku tahu ada sekalipun tiada dapat mata ini melihatnya.

Menurutmu, apakah aku harus bersembunyi begitu? Atau engkau yang harus menyembungikan dirimu dariku? Hoh, jika apa pun tentang aksara aksara ini sangat mengganggumu- maka tinggalkan saja- apa saja yang jika engkau melihatnya- engkau jadi menyudutkan dirimu. Jika aku adalah seorang pejalan kaki pada tetaman aksaramu yang ranum- sesungguhnya tidak ada yang ingin kupetik. Karena dengan melihatnya saja aku bersyukur tentang adanya keindahan ini..

Sesungguhnya, engkau tidak akan pernah menemukan diriku dapat bercerita sepanjang ini kecuali melalui aksara aksara ini.. ini pun sudah terlalu panjang bagiku. Dapatkah kita mengatakan ’kecewa’ sementara kita telah setuju bahwa ’sesabar’ itu tiada ada batasnya..??

Tunggulah, nanti, jika kita bertemu aku akan menceritakan semua- semua kepadamu- sambil memandang biru di laut itu..

----
Saturday- 160411- 00:14

--

Dan nampaknya malam ini aku telah menemukan sebuah segitiga yang engkau maksud. Aku tak mau pusing dengan teorema yanag engkau kutip. Dan aku juga tak ingin larut dalam Euclidean Euclidean yang begitu ambigu. Baiknya kubiarkan saja dulu bentuk itu bundar melingkar, sementara bulan akan menyusul penuhnya beberapa hari lagi.. dan ku harap menulis ini sedikit lebih bermanfaat ketimbang menambah 100 ribu points di Texas Holdem Poker.. Have nice sleep. nice dream.. :)

Tidak ada komentar :

Posting Komentar