Chocolate Covered Sesame Balls

Kamis, 17 Mei 2012

Ulee Lheu Tutup?


Berita di beberapa media lokal Aceh pada akhir April dan awal Mei seputar penutupan kawasan rekreasi Ulee Lheu pada malam hari sedikit membuat saya merasa tidak enak hati karena baru saja sekitar seminggu dari tanggal hari itu saya mengunjungi kawasan tersebut dengan seorang teman (yang juga perempuan) untuk menikmati waktu-waktu kami yang rasa-rasanya agak galau waktu itu. Kebetulan kami karena saking galaunya maka merasa tidak cukup sekedar melihat sunset tapi kami tambah lagi setelah sholat magrib di mesjid Baiturrahim dengan menikmati suasana malam di pinggir laut nan sepoi anginnya itu.

Sekalipun saya sendiri dalam perjalanan ba’da magrib menuju kembali ke arah pelabuhan merasakan juga suasana yang kurang nyaman, kurang sehat, juga kurang kondusif untuk kota yang katanya sedang kampanye wisata islami ini, namun saya juga menyayangkan penutupan kawasan ini pada malam hari untuk area rekreasi. Beberapa pemandangan yang tidak enak misalnya; ketika waktu beranjak magrib bahkan ketika adzan sudah berkumandang namun pengunjung dan juga penjaja makanan di area ini seperti tidak merasa wajib untuk lekas menunaikan ibadanya- ya, sekalipun barangkali ada diantara mereka yang non muslim, atau katakanlah ada kaum hawa yang sedang berhalangan tidak sholat, tapi kan tidak ada salahnya juga menghormati orang-orang yang menunaikan kewajibannya. Hal lain yang tertangkap  mata saya adalah adanya lokasi-lokasi tertentu yang sengaja ‘dibuat teduh’ untuk memanjakan pasangan-pasangan non muhrim.

Terus, dengan potensi  ‘tidak baik’ yang sedemikian itu mengapa pula saya masih menyayangkan penutupan kawasan sebagai area rekreasi pada malam hari?

Coba perhatikan, di sini setiap harinya berkumpul pedagang dari berbagai daerah di kawasan Banda Aceh dan Aceh Besar yang menjual berbagai jenis penganan sekalipun kalo dihitung banyak sekali yang berjualan produk sejenis tapi kalo diperhatikan lagi sekalipun jualannya hampir-hampir sama tetap aja laku. Saya sendiri jadi penasaran berapa pendapatan area ini setiap malamnya. Bayangkan jika tempat ini ditutup maka itu akan memangkas waktu mereka untuk berdagang, ya sekalipun saya juga menemukan bahwa ‘jam paling laku’ untuk pedagang-pedagang ini adalah antara pukul 17.00 hingga pukul 18.45, atau katakanlah sekitar 15 menit sebelum magrib. Setelah jam tersebut biasanya pengunjung yang pada umumnya datang dengan keluarganya akan bergegas ambil langkah pulang.

Mengenai pedagang-pedagang di kawasan ini saya rasa masih banyak PR pemberdayaan yang mereka butuhkan. Rata-rata pedagang di sini tidak menggunakan banner, kasian kan kalau produknya enak pengunjung bingung harus mencari penjual itu kemana. Beberapa lokasi juga terkesan dibiarkan seadanya dan tidak keliatan rapi padahal sepanjang jalan menuju pelabuhan sudah demikian mulus dan juga lumayan lebar. Seandainya saja setiap tempat itu perawatannya diperlakukan sebagaimana ‘muka kota’ yang akan disaksikan oleh setiap orang yang bertandang ke daerah kita maka tentu tidak ada satu jengkal tanah pun yang sekiranya bisa merusak pemandangan mata di sederetan view yang memukau itu. Dan saya pikir tidak ada salahnya jika ada sebuah mushalla kecil sebelum pintu gerbang  pelabuhan itu supaya orang-orang dapat mudah menyegerakan sholatnya ketika adzan berkumandang, sehingga tidak ada alasan malas memutar kendaraan kembali ke mesjid Baiturrahim yang kalo dihitung cukup jauh juga dan macet menjelang magrib.

Jika memang masyarakat di kawasan ini menutup tempat ini karena khawatir potensi ‘kerusakan’ akan menjadi lebih parah, bukankah seharusnya ini justru menjadi potensi berikutnya yang dapat dikembangkan dari daerah ini? Hal ini justru menjadi tantangan bagi siapa saja untuk kemudian menjadikan tempat ini sebagai kawasan percontohan wilayah rekreasi islami. Jadi sekalipun dibuka malam hari maka yang ada di sini tetap sehat dan kondusif. Sebenarnya kearifan masyarakat lokal untuk menutup tempat ini karena semakin merajalelanya pemanfaatan tempat ini untuk hal-hal yang tidak sehat patut diacungi jempol. Itu salah satu indikasi masyarakat sudah siap dengan syariat yang sudah dicanangkan pemerintah itu. Tinggal sekarang masyarakat juga ikut memantau jika memang pemerintahan berkenan ‘menjadikan’ kawasan ini sebagai kawasan rekreasi islami.

Menurut saya, membiarkan kawasan ini tutup pada malam hari sama nilainya dengan pembiaran sejumlah kawasan rekreasi pantai di Aceh (terutama di Aceh Besar dan Banda Aceh) tak terurus dan terbengkalai, sangat disayangkan. 

Jika memang pemerintah kota menganggap wisata adalah salah satu komoditas dan potensi yang layak digarap semoga limit waktu untuk penutupan ini tidak dibiarkan terlalu lama, semoga lekas ada konsep yang jelas mengenai penerapan bandar wisata islami di kota Banda Aceh tercinta ini.

---

17052012- 22:58

*red. sedang belajar nulis opini ;)

Outstanding (red. Istimewa)


Tanpa bintang sekalipun malam tetaplah gulita yang menenangkan, dan bila bulan tiada aku akan mengernyit dahi lalu menelan ludah sendiri merasai sedikit kosong di sini. Namun sesungguhnya dengan demikian aku akan menyadari betapa aku sepi tanpa sinarannya yang aku tahu tak selalu sempurna.

Namun dalam masa gersang begini aku percaya bulan selalu ada sekalipun aku tak beranjak dari kamar sekedar melihat pendarnya yang membuat haru. Jujur kukatakan bukan aku jemu, namun engkau harus tau bahwa aku sepenuhnya menyadari; aku padamu itu hanyalah sebuah kekaguman yang ada di hati ini, hanya di sini. Jika pun engkau memintaku menjelaskan tentang awal mulanya maka aku pun akan menjadi bingung menjelaskan semua itu sekalipun itu semua teramat penting bagimu.

Aku tak perlu lagi menulis tentang siang-siang yang khawatir dan malam yang tidak dapat memejamkan mata, aku sangat bahagia untuk mengakuinya kepadamu bahwa masa-masa seperti itu telah berlalu. Dan aku bahagia engkau masih di sini bersamaku sekalipun sekarang aku telah merasa lega.

Tentang air mata siapa yang mengalir melalui mataku, aku sudah tak peduli. Berangkali itu memang air mataku sendiri, sisa-sisa keadaan yang tidak ingin ku ingat dan belum dapat pula ku terima keterjadiannya. Semoga Tuhan mengampuni aku.

Bahwa aku tetap sendiri itu adalah lebih baik. Dan aku tetap ingin menjadi diri ini yang tiada apa-apa di hadapanNya. Cukuplah aku saja yang mengagumi semesta ini tanpa perlu sebaliknya. Toh seraya cinta itu dan selaksa kasihNya masih juga akan tetap terasa jika demikian begitu. Baru lah kemudian aku menyadari betapa setiap diri kita berjuang untuk melawan diri sendiri untuk sekedar bertahan pada apa-apa yang ingin kita ubah di dalamnya hanya dengan melihat betapa hebatnya apa-apa yang ada di luar sana. Jika pun kemudian engkau memutuskan untuk berubah begitu pastikan itu sesuatu yang menjadikan hatimu dan dirimu semakin baik dan baik.

Tanpa bintang sekalipun malam tetaplah gulita yang menenangkan, dan bila bulan tiada aku akan mengernyit dahi lalu menelan ludah sendiri merasai sedikit kosong di sini. Namun tahukah engkau pada banyak keadaan bulan itu seperti selalu ada untukku. Dalam perjalanan pulang dari kantor yang tidak sepanjang tahun lalu itu, ketika aku kemalaman dan terlambat menutup jendela, bahkan pada hari ulang tahun yang sangat membahagiakan itu Tuhan masih sedia menghadiahi ku sebentuk binarnya yang paling terang selama empat bulan ini melalui jendela yang tidak ku tutup segera. Dan sungguh aku merasa sangat istimewa karenanya.. J

Aku percaya tidak ada yang kebetulan di dunia ini. Banyak sekali hikmah yang datang belakangan. Percayalah bahwa Tuhan punya rahasia terbaik untuk setiap kita tanpa perlu kita tergesa-gesa membongkarnya. 

--- 0:07

Alhamdulillah bulan ini banyak teman-teman ‘yang merayakan cinta’, semoga Allah memberkahi mereka semua. Dan semoga Allah memudahkan jalan dan melancarkan persiapan bagi yang sedang menanti-nantikannya. Amiin
---
I really dont want to guess a thing. Let it be good for anyone, and it might be you where ever you are. For time we never talk, for place we never met, for chance we never have it yet, i pray the best for you and for me, amiin.

Minggu, 06 Mei 2012

All I Am

11.11
Hari ini tadi saya dan temen saya Rahmi berkunjung ke rumah Wiwik. Sebenarnya awal februai lalu kami juga sudah silaturrahim tuk melihat dek Fariss (anak pertama Wik). Tp sekitar seminggu y lalu kami berencana ngunjungi wiwik lagi krn dalam beberapa hari ini suaminya y dinas di Nunukan bakalan memboyong mereka berdua ke Kalimantan sana.

Wiwik nampak lebh kurus dr sebelumnya. Berat badannya tinggal 45. Nampaknya mengurusi batita memang bukan hal yang sederhana yang harus dilakoni oleh perempuan yang baru pertama kali punya anak.

Wiwik pernah cerita soal kehidupan mereka di Nunukan yang bisa dikatakan jauh dari peradaban modern. Sampai sekarang pun masih terselip satu dua ceritanya tentang sulitnya menjangkau layanan masyarakat y di sini serasa dalam genggaman jari.

Melahirkan anak pertama tanpa ditemani suami- barangkali dialami banyak orang juga di luar sana, tapi mendengar langsung dr teman sendiri, yang kesakitan dan sukanya menjadi rasa kita juga- tentu berbeda..

Satu hal yang melegakan adalah menemukan Wik dapat terus berbinar krn adanya Faris di sampingnya. Baginya; Faris is everything.. Suatu hari nanti saya pasti akan merasakan perasaan semacam itu juga, amiin, semoga..

11.23
Saya yakin bahwa perasaan 'khawatir' semacam y saya rasa ini, pasti sudah dirasakan oleh banyak perempuan yang usianya sudah mendahului saya. Kakak saya, kakak2 yang saya kenal, teman2 fb yang saya tau mereka masih lajang namun usia mereka sudah lebih dr saya, dan banyak perempuan lain yang usianya menanjak terus tapi jodohnya tak kunjung tiba..

Bila melihat ke bawah seperti itu, khawatir saya justru berubah jadi syukur. Khawatir saya menciut seperti balon-balon udara yang menciut karena kehabisan volume isinya. Maka saya pikir, tidak lah perlu saya tergesa-gesa, menentukan limit batasan menikah 6 bulan kedepan sekalipun orang tua memberi lampu hijau dalam waktu segitu.. Pada waktu yang tepat orang yang tepat pasti akan muncul kan? Tentu saja itu tidak berarti saya mencuekkan diri dari pencarian. Ini hanya sekedar mendamaikan hati saya karena melihat satu persatu teman di ijab kabul..

Dengan seorang teman dekat perempuan, saya sering mempertanyakan pertanyaan, yang sebenarnya itu hanya sebuah retoris y akan dijawab waktu. Seperti misalnya; bagaimana pertemuan itu akan terjadi, siapa, tiba2 saja qt sudah berada dalam proses yang tidak terduga namun terencana dan kita nanti-nantikan.. Hehhehe, betapa pertanyaan y bodoh yaa? :D

Ketakutan saya y lain adalah; yaitu jika nantinya saya tidak dapat menerima orang yang nantinya akan saya nikahi. Itu sama besarnya dengan ketakutan akan penolakan diri sendiri.

Apa pun itu, dan siapa pun the right man nya, semoga saya siap untuk menerima.. Huff, perubahan bukanlah sesuatu y mudah utk dijalani.

Dan y paling penting adalah; semoga saya dapat benar2 'berbekal' untuk itu., semoga Allah memudahkan, amiin

11.38
Dear,
Sebenarnya ada banyak sekali hal yang harus dibenahi dari saya. Saya sendiri bingung mau mulai dari mana. Nampaknya banyak y harus di 'susun' ulang.

Tau ga? Udah lama banget ga nulisin listing of thing I wish to do n I wish to have.. Betapa beberapa tahun ini terasa seperti mengalir saja mengikuti arus yang ada. Dan yang 'nothing' ini berasa koq makin ga ada apa2 nya ya, dan memang itu kenyataannya


Semoga masih ada jeda beberapa hari lagi sebelum distributor kembali aktif, jadi saya jd ada waktu mengkontemplasi apa-apa itu yang crowded dalam hati dan pikiran saya..

Hehehe, ga koq, bukan hanya karena besok saya mau ulang tahun :D, tapi karena ini memang sudah jauh hari ingin saya lakukan..

So,
Tetap semangat, n c u.. :)

11.51

sumber gambar: dwarf.org.uk , th.wikipedia.org

Minggu, 29 April 2012

Headset [Hoax]

PS: percayalah, ini bukan tulisan ilmiah penuh hikmah tentang benda bernama "headset". ini hanya semacam hoax- silahkan jika mau dilewatkan saja :D

Aku tau dengan tetap memakai headset di telinga, segala bentuk bunyi akan menjadi senyap kecuali gelombang suara y ada antara headset itu dan gendang telingaku.

Aku tau dengan tetap memakai headset di telinga, aku akan kehilangan saat dimana bunyi2 mereda oleh karena matahari telah pulang pula. Bahwa senyap malam y heningnya itu indah takkan dapat ku himne indahnya, yaitu ketika desau daun2 oleh angin terasa mengilu sepinya di telinga.

Aku tau, headset ini tiada dapat membuat bebunyi di luar sana berhenti berdenging. Dan tiada dapat menahan waktu walau hanya sepersekian detik. Namun karena aku percaya pada relativitas perasaan, maka semua bentuk 'penghentian' dapat saja terjadi- tergantung keadaan apa y aku pilih.

Aku tau bahwa dengan terus memakai headset sesungguhnya ini tidaklah selalu menolong dari bebunyi y tidak ingin ku dengar, dan ini juga tidak mengantar pula pada hal-hal y tidak ingin kutemui lagi.

Hanya kadang2, aku merasa perlu memakainya, dalam banyak keadaan adalah sekedar untuk menghibur waktu y lalu, atau sekedar menggalau tanpa perlu orang lain mendengar risau.


aku masih sering memakai headset, padahal aku tau bahwa hanya dengan 'mengingatNya saja hati akan menjadi tenang'

dan menulis kekhawatiran tentu tidak berguna kan jika aku tidak juga menggunakan headset ini utk mengingatiNya. Nop!

01:22 April 29 2012




NB:
tadinya oret-oret yang tiada penting nan menyampah ini mau dibiarin di note bb aja. tapi tadi siang (4 Mei 2012) ketika orang-orang pada jumatan, saya nge post-in ini dengan menjadwal tanggal postingan nya tepat pada saat tulisan ini ditulis..

jujur, belakangan berasa ketergantungan banget untuk dengar musik sebelum tidur, bahkan sampe tertidur. jadinya 'bismillah' yang udah dibaca pas mau naik ke kasur pun tak lagi sakral rasa n faedahnya. Dan pengen banget rasanya bebas dari kebiasaan yang ga bisa dibilang baik itu. Maka lahirlah tulisan hoax di note hape ini. Tapi setelah nulis tulisan kecil ini koq malah ada efek aneh ya, berangsur-angsur jadi terkurangi kebiasaan dengar musik pake headset. Ntah kalo yang didengar lagu-lagu yang hawa-hawa nya positif n baik. Ini yang diputar playlist broken melow mulu.. hihihii. *iii, malu ta ngakunya :(* mending kalo dengarnya ayat-ayat quar'an, bah- ini malah ntah hapa-hapa.. :(

Sebagai ex-penyiar, meninggalkan kebiasaan mendengar musik memang sulit buat saya. Dan karena putus asa (yaelah- pake putus asa pulak!), malam itu saya browsing di gugel mp3-nya ayat qur'an bacaan Syekh Sudais, eh ga taunya malah ketemu dengan bacaan Syekh lain yang lebih asik.. Eh? ini cerita udah kemana sih, ga jelas banget si Wis nih!

Hm, intinya apa ya. Intinya itu, kalo ngunjungin blog olang itu kan tulisannya itu cakep-cakep, cantik, tampan, gagah, rajin menabung, teladan, de es be deh, n itu sedikit banyak bikin agak risih untuk nge-post-in tulisan-tulisan hoax seperti yang sering saya upload inih.

Tapi dari hoax kecil ini saya belajar; inilah saya, inilah saya, inilah saya. Dan saya belajar untuk menghargai sekecil apa pun hal yang membuat kita belajar.

Sekalipun kere makna, tapi saya akan tetap nerusin untuk nulis di sini.. :)

Oh iya, saya sudah hapus banner ABC (Aceh Blogger Community) itu, ga ngerti saya cara cari tau apakah saya sudah verified atau belum. Gpp deh, yang penting kan saya tetap follow akun twiternya, ;).

Salam,
sampe ketemu lagii

Sabtu, 21 April 2012

Pulut Bakar Saus Durian ala Ulee Lheu

Saya sebenarnya punya banyak hutang menulis, mulai dari resensi sampe tentang 'mengapa ini' dan 'mengapa itu'..

Tapi kemarin sore, saya kebetulan jalan dengan teman ke Ulee Lheu (Banda Aceh). Kawasan ini terkenal dikunjungi karena penmapakan sunsetnya yang luar biasa. Sebenarnya ini kali kesekian (kurang dari 10) saya mengunjungi kawasan rekreasi (yang padat ketika sore hari) ini, tapi baru kemarin saya mengunjungi dengan teman yang asik untuk diajak jalan :D. Yah, karena temennya sik asik, maka berbagai tafakur (cieee..) dan berbagai jenis wisata terasa menyenangkan untuk dilalui, termasuk salah satunya wisata kuliner, hehehe.. ini adalah satu hal wajib yang tidak pernah kami lewati jika jalan-jalan ke tempat-tempat yang belum pernah kami kunjungi bersama.

Kuliner yang terkenal untuk wisata sore hari di Ulee Lheu ini adalah jagung bakar yang ditawarkan dengan rasa manis dan pedas. Jadi tidak heran jika sepanjang jalan menuju pelabuhan Ulee Lheu ini kita akan menemukan penjual jagung bakar setiap 200 meter bahkan. Tapi sayangnya penjual jagung bakar di area ini sama sekali tidak punya banner nama/merek sehingga kalau kita sudah ketemu dengan jagung bakar yang enak misalnya maka agak susah untuk menemukan kembali di penjual jagung bakar yang sama, kecuali jika dalam seminggu kita menyambangi kawasan ini 3-4 kali :D.. Padahal jika saja mereka pake banner, yang sederhana saja juga boleh, maka itu kan jadi keuntungan juga untuk promosi jagung bakar mereka, iya kan?

Dan semalam kami kurang beruntung karena jagung bakar yang kami pesan kurang tasty (saya membandingkannya dengan jagung bakar yang saya makan pada kunjungan sebelumnya dengan seorang teman yang lain).

Selain jagung bakar, ada juga gerobak yang stanby menjual jagung rebus dan kacang rebus, penjual sate, bakso goreng/bakar, mie instant yang diseduh sederhana, itu beberapa yang tertangkap mata saya saja. Ada juga penjaja makanan yang mondar-mandir menjual permen, telur puyuh, kacang mede/hijau goreng tepung, dan sebagainya deh, layaknya seperti yang sering kita temui di terminal-terminal di jalan Banda Aceh-Medan.

Dan untuk jalan-jalan kemarin, primadona kuliner kami adalah Pulut Bakar Saus Durian (PBSD). Sebenarnya pada kunjungan sebelumnya saya juga sudah kepengen dengan jajanan ini. Menu yang terlihat unik baik dari segi pemilihan lokasi booth/gerobak-nya maupun menu-nya itu bisa dengan mudah kita temukan di depan Mesjid Baiturrahim Ulee Lheu. Gerobaknya parkir di sisi jalan tepat setelah tikungan bundaran bersimpang empat.

Sebenarnya kemarin itu kami udah melewati gerobak itu sekitar 500meter, tapi karena penasaran ya balik lagi untuk beli.. :D. Kami beli 2 porsi saus durian, dan 4 pulut bakar, jadi masing-masing kami dapat dua pulut bakar, dan setelah selesai makan baru terasa ternyata jumlah masing-masing dua itu kurang untuk kami yang doyan makan inih :(. Maka dari pengalaman makan pertama PBSD itu, layaknya pencicip kuliner profesional (:p) kami pun berkesimpulan bahwa jumlah yang paling cocok untuk satu porsi saus durian adalah 3 hingga 5 pulut bakar.. Menurut saya, saus durian tersebut sangatlah pas kepekatannya, tidak terlalu kental atau pun cair, dan sekalipun katanya durian itu termasuk buah yang harganya agak mahal di kota seperti Banda Aceh namun di dalam saus tersebut kita masih bisa menemukan satu-dua daging durian sekalipun tipis dan kecil. Saya tidak kalah takjub dengan pulut bakarnya, kematangannya pas, bagian luarnya me-merah sedikit namun secara keseluruhan teksturnya tidak kering dan rasanya tetap gurih, tepat banget matangnya. Penjualnya itu keren ya, bisa tau kapan saat yang tepat untuk mengangkat pulut dari panggangannya..











Selain membeli menu PBSD itu, kami juga mencoba tape ketan hitam satu seorang. Tapi sebenarnya sangat tidak dianjurkan makan tape ketan ini segera setelah makan pulut bakar saus durian. Karena rasanya tidak akan tercicipi dengan baik di lidah, dan karena itu pula pada review kali ini saya tidak bisa menjelaskan soal rasa tape ketan ini pada kita semua.. Nampaknya baik juga jika tape ini tetap dibeli namun take away (alias bawa pulang), simpan di kulkas (jangan frezer ya!), tunggu dingin baru deh disantap, apalagi pas siang hari, WOW! pasti segar banget tuh :D.

Harga yang harus kami bayar untuk menu di atas termasuk murah, satu posrsi saus durian hanya Rp. 5,000,- dan pulut bakar hanya Rp. 1,000,- per pcs-nya.

Setelah membeli PBSD ini kami pun langsung meluncur ke arah arah pelabuhan untuk menikmati sunset yang sudah kami nanti-nantikan itu.




Sayangnya tidak banyak dokumentasi yang kami ambil dari perjalanan kemarin, karena memang sama sekali tidak ada niat untuk ditulis reviewnya seperti ini.. :D

nb: semua foto adalah koleksi pribadi.

Write on Eggy's Computer @Tristore Banda Aceh
April 21, 2012 11:28


Well, c u on next try, ;)








Jumat, 20 April 2012

Katakanlah Sesuatu


Dan mudah-mudahan galau ini bukanlah luka yang sedang kau rasa. Jika wajah-wajah bergelayut terus di pelupuk mata dan rasa bersalah menjadi hantu di dalam pikiran tanpa bisa engkau hiba-hiba hilangnya, bagaimana?

Aku berharap engkau katakanlah sesuatu agar hati ini menjadi tenang. Sekalipun itu sekedar sesuatu yang tiada hubungannya dengan ini, supaya aku tau bahwa tiada apa-apa ini semua.
Katakanlah sesuatu sekalipun itu adalah sesuatu yang tiada ingin ku dengar..

#Tuhan, beri aku pengampunan, jika aku seolah-olah mendahuluiMu mengambil sebuah keputusan, dan sesungguhnya Engkau yang Maha Kuasa atas segala Kehendak

Selasa, 17 April 2012

Lagu ga tau judul ga tau arti :|

Jujur, saya tidak tahu apa judul lagu ini, apalagi siapa penyanyinya :(, apa lagi makna dari lagu ini.. Salah satu kelemahan telinga sebagai indera pendengar adalah ia-nya kurang dapat membedakan mana himne yang 'baik' dan mana himne yang 'buruk'. Tapi tentu sebenarnya itu tidak akan terjadi jika dari juniornya dibiasakan mendengarkan sesuatu yang baik-baik..

Dan begitulah kelemahan telinga saya ini, akan menyukai beberapa rangkaian tangga nada semacam perasaan jatuh cinta pada pandangan pertama- buta, sehingga patutlah jika disebut ia tuli akan makna. Menjadi tuli akan makna, membiarkan dirinya suka akan melodi yang sesuai di hati saja. Itu kelemahan telinga saya, dan saya pikir banyak dari kita seperti itu.

Saya mulanya dengar lagu ini pas nonton melodrama korea Yuhee The Witch (lupa di stasiun tv mana). Waktu itu sekitar awal tahun 2011. Trus karena serialnya udah habis tapi terlanjur suka dengan beberapa lagu tema-nya ya terpaksa cari di internet. Sebenarnya waktu itu cuma nyari 1 atau 2, tapi malah dapat satu album.. hehehe, ya udah disimpan semua :D.

Kakak saya, setiap saya muterin lagu ini, pasti ngira-in saya lagi falling in love (piwiiiit.. :p). Waktu hampir pertengahan tahun 2011.. Saya sih senyum-senyum aja dibilang seperti itu :D. Ga tau dia bahwa saya mendengarkan lagu ini setiap mengingat keperihan dalam hati saya :) (#pret).

Seperti ada banyak lagu yang mengingatkan kita akan banyak hal, atau menyisakan sebuah kelebat akan kejadian di waktu lalu, atau sebentuk perasaan yang kita sendiri bahkan tidak bisa mengungkapkan dengan baik- dan demkianlah lagu ini menjadi salah satu melodi yang kadang-kadang masih saya sempatkan dengarkan untuk sekedar mengingat kembali hal sebenarnya tidak perlu juga dilupa-lupakan.. #entahhapahapa :D

Ada juga waktu dimana nasib lagu ini adalah menemani saya dari rumah saya hingga ke tempat kerja (waktu saya masih kerja di Lhokseumawe). Mengingat betapa melo lagu ini maka tentu tidak perlu ditanya ada apakah gerangan dengan perasaan saya waktu itu.. sehingga kemudian ia-nya menjadi salah satu transport theme song (huaaa, maksa banget istilahnya :D) dalam tahun 2011 itu.

Sebenarnya dalam album tema serial ini banyak juga lagu-lagu lainnya yang bagus. Seperti berjudul 'If' yang jazzy itu, saya juga menyukainya, dan beberapa intrumentnya yang  diaransement dari beberapa lagu tema utamanya.

Well, kalo mau mendegarkan lagu yang saya maksud, klik aja di sini 
Untuk bisa menguploadnya ke blogger saya harus upload dulu lagu ini ke 4shared.. :)


sumber gambar: ga ingat lagi, tapi yang pasti saya search di google dengan kata kunci Groningen. Kenapa Groningen?? karena saya menemukan salah satu pengunjung yang nyasar ke blog saya itu dari Groningen- Belanda.. :D #asal

Okey..
Have nice day..
I already pray for you, for your special day..
Take care ;)