Chocolate Covered Sesame Balls

Jumat, 25 Mei 2012

Netiquette

Netiquette merupakan Etika dalam menggunakan Internet. Internet sebagai sebuah kumpulan komunitas, diperlukan aturan yang akan menjadi acuan orang-orang sebagai pengguna Internet, dimana aturan ini menyangkut batasan dan cara yang terbaik dalam memanfaatkan fasilitas Internet.
Sebenarnya Nettiquette in adalah hal yang umum dan biasa, sama hal nya dengan aturan-aturan biasa ketika kita memasuki komunitas umum dimana informasi sangat banyak dan terbuka.
Beberapa aturan yang ada pada Nettiquete ini adalah:
  1. Amankan dulu diri anda, maksudnya adalah amankan semua properti anda, dapat dimulai dari mengamankan komputer anda, dengan memasang anti virus atau personal firewall
  2. Jangan terlalu mudah percaya dengan Internet, sehingga anda dengan mudah mengunggah data pribadi anda. dan anda harus betul-betul yakin bahwa alamat URL yang anda tuju telah dijamin keamanannya.
  3. dan yang paling utama adalah, hargai pengguna lain di internet, caranya sederhana yaitu,:
a. jangan biasakan menggunakan informasi secara sembarangan, misalnya plagiat.
b. jangan berusaha untuk mengambil keuntungan secara ilegal dari Internet, misalkan melakukan kejahatan pencurian no kartu kredit
c. jangan berusaha mengganggu privasi orang lain, dengan mencoba mencuri informasi yang sebenarnya terbatas.
d. jangan menggunakan huruf kapital terlalu banyak, karena menyerupai kegiatan teriak-teriak pada komunitas sesungguhnya.
e. jangan flamming (memanas-manasi), trolling (keluar dari topik pembicaraan) ataupun junking (memasang post yang tidak berguna) saat berforum.

sumber grafik: borisfajardotechnology.wikispaces.com
sumber: wikipedia berbahasa indonesia

Kamis, 24 Mei 2012

Confession

Sekarang aku percaya bahwa kebahagian itu adalah milik orang-orang yang hatinya senantiasa mengingatiMu.

Sekarang aku percaya tidak ada yang tak mungkin jika Engkau berkehendak. Maka kepadamu aku memuja untuk segala sesuatu yang aku menjadi heran keterkabulannya, bahkan ketika semua sekedar terlintas- segan hati ini memohon kepadaMu.

Engkau yang Pemurah,
Engkau yang Pengasih,
Maha Mendengar bahkan yang sekedar terlintas dalam hati,
Engkau yang mendekat sehasta ketika kami hanya sedepa,
Engkau yang berlari ketika kami hanya berjalan kepadaMu,
Engkau, yang selalu mengampuni bahkan ketika kami berkali-kali malu memohon ampun kepadaMu,
Engkau yang selalu terbuka bahkan setelah pintu-pintu hati kami tertutup lama..

Sungguh puja-puji itu tiada Engkau perlu, semua bahkan dapat terjadi jika Engkau berkenan itu terjadi.
Dan puja-puji ini bukanlah basa-basi, Engkau yang kemahaanMu tak memerlukan apa-apa lagi..

Rabbi,
Kami rindu, sekedar berwudhu dan benar2 berbersih diri,
Kami ingin, mengisi hati dengan menyertakanMu dalam setiap pijak perbuatan kami,
Kami ini hamba, dan ajari kami bersyukur atas nikmat-nikmat yang tiada pernah putus terasa..

Cenderungkan hati-hati kami akan kebaikan,
Kuatkan raga kami beribadah kepadamu,
Ingatkan kami untuk bersyukur dalam senang dan sedih kami




#titipan
sumber gambar: arifadjisoko.wordpress.com

Jumat, 18 Mei 2012

Perempuan Laut

 Kelihatannya rute ini semakin berkelok dan rumit. Sungguh pun aku mengagumi perjalanan ini namun ada kala aku merasa lelah dan ingin pulang ke titik semula, titik nol dimana aku merasa segala bentuk nergi itu masih penuh dengan segala semangatnya..

Satu persatu sore berlalu tanpa menunjukkan tanda-tanda daratan ku dekati. Maka ku kira tiada perlu aku membiar layar ini terus kuncup, karena aku juga tiada pasti tentang daratan mana paling baik kusinggahi.

Biar ku kibar lagi dan menggelegar sayapnya yang menua oleh waktu. Menghalau angin-angin, mencandai beburung yang pulang petang. Dan bentuk keindahan seperti inilah yang membuat hari-hari begini terus kuat menjejeri keadaan.

Tak dapat aku mengecewa diri. Seperti aku percaya bahwa aku selalu kembali pada titik y sama sejauh apa pun aku berlayar, maka aku percaya pula bahwa suatu saat aku akan menemukan daratan y ku cari. Ini hanya masalah waktu dan kepantasan, aku percaya itu.

Janji Tuhan itu tak perlu ku tagih-tagih. Bukankah pelayaran sendiri ini juga upaya ku untuk menyembah kepadaNya? Maka tiada ragu.

Petang akan menyelesaikan sore nya dengan jingga yang amat manis. Aku suka kicau burung itu. Aku suka matahari y merendah diri tenggelam dari balik ujung laut itu. Aku suka sayup-sayup adzan yang mengantar magrib lalu terbitlah warna malam yang kata orang romantis itu..

Baiklah lekas kibar lagi layar-layar. Kita telah berhenti lama sekedar menyapa keadaan dan mengencani keriuhan orang. Bawa serta bekal-bekal, dalam pelayaran nanti semua kan kita sempurnakan, lagi. Dan terus begitu.

Cukup gerimis saja yang menangisi jejak yang semakin panjang ini. Sedangkan aku- aku masih punya Tuhan tempat mengadu. Dan kepadaNya kupohonkan doa-doa, kubibitkan bekal, ku tabungkan perilaku, karena daratan itu bukanlah satu penunggu. Dan ridha Tuhanku lah yang aku tuju. Semoga aku kuat untuk terus begitu, amiin.

12.30- May 18, 2012
------
Terinspirasi setelah baca novel Habiburrahman El Shirazi- Cinta Suci Zahrana.
Didedikasikan untuk muslimah yang tetap menjaga diri dalam penantian yang diridhoi.




sumber gambar: inajured.blogspot.com, balihalaltour.com

Kamis, 17 Mei 2012

Ulee Lheu Tutup?


Berita di beberapa media lokal Aceh pada akhir April dan awal Mei seputar penutupan kawasan rekreasi Ulee Lheu pada malam hari sedikit membuat saya merasa tidak enak hati karena baru saja sekitar seminggu dari tanggal hari itu saya mengunjungi kawasan tersebut dengan seorang teman (yang juga perempuan) untuk menikmati waktu-waktu kami yang rasa-rasanya agak galau waktu itu. Kebetulan kami karena saking galaunya maka merasa tidak cukup sekedar melihat sunset tapi kami tambah lagi setelah sholat magrib di mesjid Baiturrahim dengan menikmati suasana malam di pinggir laut nan sepoi anginnya itu.

Sekalipun saya sendiri dalam perjalanan ba’da magrib menuju kembali ke arah pelabuhan merasakan juga suasana yang kurang nyaman, kurang sehat, juga kurang kondusif untuk kota yang katanya sedang kampanye wisata islami ini, namun saya juga menyayangkan penutupan kawasan ini pada malam hari untuk area rekreasi. Beberapa pemandangan yang tidak enak misalnya; ketika waktu beranjak magrib bahkan ketika adzan sudah berkumandang namun pengunjung dan juga penjaja makanan di area ini seperti tidak merasa wajib untuk lekas menunaikan ibadanya- ya, sekalipun barangkali ada diantara mereka yang non muslim, atau katakanlah ada kaum hawa yang sedang berhalangan tidak sholat, tapi kan tidak ada salahnya juga menghormati orang-orang yang menunaikan kewajibannya. Hal lain yang tertangkap  mata saya adalah adanya lokasi-lokasi tertentu yang sengaja ‘dibuat teduh’ untuk memanjakan pasangan-pasangan non muhrim.

Terus, dengan potensi  ‘tidak baik’ yang sedemikian itu mengapa pula saya masih menyayangkan penutupan kawasan sebagai area rekreasi pada malam hari?

Coba perhatikan, di sini setiap harinya berkumpul pedagang dari berbagai daerah di kawasan Banda Aceh dan Aceh Besar yang menjual berbagai jenis penganan sekalipun kalo dihitung banyak sekali yang berjualan produk sejenis tapi kalo diperhatikan lagi sekalipun jualannya hampir-hampir sama tetap aja laku. Saya sendiri jadi penasaran berapa pendapatan area ini setiap malamnya. Bayangkan jika tempat ini ditutup maka itu akan memangkas waktu mereka untuk berdagang, ya sekalipun saya juga menemukan bahwa ‘jam paling laku’ untuk pedagang-pedagang ini adalah antara pukul 17.00 hingga pukul 18.45, atau katakanlah sekitar 15 menit sebelum magrib. Setelah jam tersebut biasanya pengunjung yang pada umumnya datang dengan keluarganya akan bergegas ambil langkah pulang.

Mengenai pedagang-pedagang di kawasan ini saya rasa masih banyak PR pemberdayaan yang mereka butuhkan. Rata-rata pedagang di sini tidak menggunakan banner, kasian kan kalau produknya enak pengunjung bingung harus mencari penjual itu kemana. Beberapa lokasi juga terkesan dibiarkan seadanya dan tidak keliatan rapi padahal sepanjang jalan menuju pelabuhan sudah demikian mulus dan juga lumayan lebar. Seandainya saja setiap tempat itu perawatannya diperlakukan sebagaimana ‘muka kota’ yang akan disaksikan oleh setiap orang yang bertandang ke daerah kita maka tentu tidak ada satu jengkal tanah pun yang sekiranya bisa merusak pemandangan mata di sederetan view yang memukau itu. Dan saya pikir tidak ada salahnya jika ada sebuah mushalla kecil sebelum pintu gerbang  pelabuhan itu supaya orang-orang dapat mudah menyegerakan sholatnya ketika adzan berkumandang, sehingga tidak ada alasan malas memutar kendaraan kembali ke mesjid Baiturrahim yang kalo dihitung cukup jauh juga dan macet menjelang magrib.

Jika memang masyarakat di kawasan ini menutup tempat ini karena khawatir potensi ‘kerusakan’ akan menjadi lebih parah, bukankah seharusnya ini justru menjadi potensi berikutnya yang dapat dikembangkan dari daerah ini? Hal ini justru menjadi tantangan bagi siapa saja untuk kemudian menjadikan tempat ini sebagai kawasan percontohan wilayah rekreasi islami. Jadi sekalipun dibuka malam hari maka yang ada di sini tetap sehat dan kondusif. Sebenarnya kearifan masyarakat lokal untuk menutup tempat ini karena semakin merajalelanya pemanfaatan tempat ini untuk hal-hal yang tidak sehat patut diacungi jempol. Itu salah satu indikasi masyarakat sudah siap dengan syariat yang sudah dicanangkan pemerintah itu. Tinggal sekarang masyarakat juga ikut memantau jika memang pemerintahan berkenan ‘menjadikan’ kawasan ini sebagai kawasan rekreasi islami.

Menurut saya, membiarkan kawasan ini tutup pada malam hari sama nilainya dengan pembiaran sejumlah kawasan rekreasi pantai di Aceh (terutama di Aceh Besar dan Banda Aceh) tak terurus dan terbengkalai, sangat disayangkan. 

Jika memang pemerintah kota menganggap wisata adalah salah satu komoditas dan potensi yang layak digarap semoga limit waktu untuk penutupan ini tidak dibiarkan terlalu lama, semoga lekas ada konsep yang jelas mengenai penerapan bandar wisata islami di kota Banda Aceh tercinta ini.

---

17052012- 22:58

*red. sedang belajar nulis opini ;)

Outstanding (red. Istimewa)


Tanpa bintang sekalipun malam tetaplah gulita yang menenangkan, dan bila bulan tiada aku akan mengernyit dahi lalu menelan ludah sendiri merasai sedikit kosong di sini. Namun sesungguhnya dengan demikian aku akan menyadari betapa aku sepi tanpa sinarannya yang aku tahu tak selalu sempurna.

Namun dalam masa gersang begini aku percaya bulan selalu ada sekalipun aku tak beranjak dari kamar sekedar melihat pendarnya yang membuat haru. Jujur kukatakan bukan aku jemu, namun engkau harus tau bahwa aku sepenuhnya menyadari; aku padamu itu hanyalah sebuah kekaguman yang ada di hati ini, hanya di sini. Jika pun engkau memintaku menjelaskan tentang awal mulanya maka aku pun akan menjadi bingung menjelaskan semua itu sekalipun itu semua teramat penting bagimu.

Aku tak perlu lagi menulis tentang siang-siang yang khawatir dan malam yang tidak dapat memejamkan mata, aku sangat bahagia untuk mengakuinya kepadamu bahwa masa-masa seperti itu telah berlalu. Dan aku bahagia engkau masih di sini bersamaku sekalipun sekarang aku telah merasa lega.

Tentang air mata siapa yang mengalir melalui mataku, aku sudah tak peduli. Berangkali itu memang air mataku sendiri, sisa-sisa keadaan yang tidak ingin ku ingat dan belum dapat pula ku terima keterjadiannya. Semoga Tuhan mengampuni aku.

Bahwa aku tetap sendiri itu adalah lebih baik. Dan aku tetap ingin menjadi diri ini yang tiada apa-apa di hadapanNya. Cukuplah aku saja yang mengagumi semesta ini tanpa perlu sebaliknya. Toh seraya cinta itu dan selaksa kasihNya masih juga akan tetap terasa jika demikian begitu. Baru lah kemudian aku menyadari betapa setiap diri kita berjuang untuk melawan diri sendiri untuk sekedar bertahan pada apa-apa yang ingin kita ubah di dalamnya hanya dengan melihat betapa hebatnya apa-apa yang ada di luar sana. Jika pun kemudian engkau memutuskan untuk berubah begitu pastikan itu sesuatu yang menjadikan hatimu dan dirimu semakin baik dan baik.

Tanpa bintang sekalipun malam tetaplah gulita yang menenangkan, dan bila bulan tiada aku akan mengernyit dahi lalu menelan ludah sendiri merasai sedikit kosong di sini. Namun tahukah engkau pada banyak keadaan bulan itu seperti selalu ada untukku. Dalam perjalanan pulang dari kantor yang tidak sepanjang tahun lalu itu, ketika aku kemalaman dan terlambat menutup jendela, bahkan pada hari ulang tahun yang sangat membahagiakan itu Tuhan masih sedia menghadiahi ku sebentuk binarnya yang paling terang selama empat bulan ini melalui jendela yang tidak ku tutup segera. Dan sungguh aku merasa sangat istimewa karenanya.. J

Aku percaya tidak ada yang kebetulan di dunia ini. Banyak sekali hikmah yang datang belakangan. Percayalah bahwa Tuhan punya rahasia terbaik untuk setiap kita tanpa perlu kita tergesa-gesa membongkarnya. 

--- 0:07

Alhamdulillah bulan ini banyak teman-teman ‘yang merayakan cinta’, semoga Allah memberkahi mereka semua. Dan semoga Allah memudahkan jalan dan melancarkan persiapan bagi yang sedang menanti-nantikannya. Amiin
---
I really dont want to guess a thing. Let it be good for anyone, and it might be you where ever you are. For time we never talk, for place we never met, for chance we never have it yet, i pray the best for you and for me, amiin.

Minggu, 06 Mei 2012

All I Am

11.11
Hari ini tadi saya dan temen saya Rahmi berkunjung ke rumah Wiwik. Sebenarnya awal februai lalu kami juga sudah silaturrahim tuk melihat dek Fariss (anak pertama Wik). Tp sekitar seminggu y lalu kami berencana ngunjungi wiwik lagi krn dalam beberapa hari ini suaminya y dinas di Nunukan bakalan memboyong mereka berdua ke Kalimantan sana.

Wiwik nampak lebh kurus dr sebelumnya. Berat badannya tinggal 45. Nampaknya mengurusi batita memang bukan hal yang sederhana yang harus dilakoni oleh perempuan yang baru pertama kali punya anak.

Wiwik pernah cerita soal kehidupan mereka di Nunukan yang bisa dikatakan jauh dari peradaban modern. Sampai sekarang pun masih terselip satu dua ceritanya tentang sulitnya menjangkau layanan masyarakat y di sini serasa dalam genggaman jari.

Melahirkan anak pertama tanpa ditemani suami- barangkali dialami banyak orang juga di luar sana, tapi mendengar langsung dr teman sendiri, yang kesakitan dan sukanya menjadi rasa kita juga- tentu berbeda..

Satu hal yang melegakan adalah menemukan Wik dapat terus berbinar krn adanya Faris di sampingnya. Baginya; Faris is everything.. Suatu hari nanti saya pasti akan merasakan perasaan semacam itu juga, amiin, semoga..

11.23
Saya yakin bahwa perasaan 'khawatir' semacam y saya rasa ini, pasti sudah dirasakan oleh banyak perempuan yang usianya sudah mendahului saya. Kakak saya, kakak2 yang saya kenal, teman2 fb yang saya tau mereka masih lajang namun usia mereka sudah lebih dr saya, dan banyak perempuan lain yang usianya menanjak terus tapi jodohnya tak kunjung tiba..

Bila melihat ke bawah seperti itu, khawatir saya justru berubah jadi syukur. Khawatir saya menciut seperti balon-balon udara yang menciut karena kehabisan volume isinya. Maka saya pikir, tidak lah perlu saya tergesa-gesa, menentukan limit batasan menikah 6 bulan kedepan sekalipun orang tua memberi lampu hijau dalam waktu segitu.. Pada waktu yang tepat orang yang tepat pasti akan muncul kan? Tentu saja itu tidak berarti saya mencuekkan diri dari pencarian. Ini hanya sekedar mendamaikan hati saya karena melihat satu persatu teman di ijab kabul..

Dengan seorang teman dekat perempuan, saya sering mempertanyakan pertanyaan, yang sebenarnya itu hanya sebuah retoris y akan dijawab waktu. Seperti misalnya; bagaimana pertemuan itu akan terjadi, siapa, tiba2 saja qt sudah berada dalam proses yang tidak terduga namun terencana dan kita nanti-nantikan.. Hehhehe, betapa pertanyaan y bodoh yaa? :D

Ketakutan saya y lain adalah; yaitu jika nantinya saya tidak dapat menerima orang yang nantinya akan saya nikahi. Itu sama besarnya dengan ketakutan akan penolakan diri sendiri.

Apa pun itu, dan siapa pun the right man nya, semoga saya siap untuk menerima.. Huff, perubahan bukanlah sesuatu y mudah utk dijalani.

Dan y paling penting adalah; semoga saya dapat benar2 'berbekal' untuk itu., semoga Allah memudahkan, amiin

11.38
Dear,
Sebenarnya ada banyak sekali hal yang harus dibenahi dari saya. Saya sendiri bingung mau mulai dari mana. Nampaknya banyak y harus di 'susun' ulang.

Tau ga? Udah lama banget ga nulisin listing of thing I wish to do n I wish to have.. Betapa beberapa tahun ini terasa seperti mengalir saja mengikuti arus yang ada. Dan yang 'nothing' ini berasa koq makin ga ada apa2 nya ya, dan memang itu kenyataannya


Semoga masih ada jeda beberapa hari lagi sebelum distributor kembali aktif, jadi saya jd ada waktu mengkontemplasi apa-apa itu yang crowded dalam hati dan pikiran saya..

Hehehe, ga koq, bukan hanya karena besok saya mau ulang tahun :D, tapi karena ini memang sudah jauh hari ingin saya lakukan..

So,
Tetap semangat, n c u.. :)

11.51

sumber gambar: dwarf.org.uk , th.wikipedia.org

Minggu, 29 April 2012

Headset [Hoax]

PS: percayalah, ini bukan tulisan ilmiah penuh hikmah tentang benda bernama "headset". ini hanya semacam hoax- silahkan jika mau dilewatkan saja :D

Aku tau dengan tetap memakai headset di telinga, segala bentuk bunyi akan menjadi senyap kecuali gelombang suara y ada antara headset itu dan gendang telingaku.

Aku tau dengan tetap memakai headset di telinga, aku akan kehilangan saat dimana bunyi2 mereda oleh karena matahari telah pulang pula. Bahwa senyap malam y heningnya itu indah takkan dapat ku himne indahnya, yaitu ketika desau daun2 oleh angin terasa mengilu sepinya di telinga.

Aku tau, headset ini tiada dapat membuat bebunyi di luar sana berhenti berdenging. Dan tiada dapat menahan waktu walau hanya sepersekian detik. Namun karena aku percaya pada relativitas perasaan, maka semua bentuk 'penghentian' dapat saja terjadi- tergantung keadaan apa y aku pilih.

Aku tau bahwa dengan terus memakai headset sesungguhnya ini tidaklah selalu menolong dari bebunyi y tidak ingin ku dengar, dan ini juga tidak mengantar pula pada hal-hal y tidak ingin kutemui lagi.

Hanya kadang2, aku merasa perlu memakainya, dalam banyak keadaan adalah sekedar untuk menghibur waktu y lalu, atau sekedar menggalau tanpa perlu orang lain mendengar risau.


aku masih sering memakai headset, padahal aku tau bahwa hanya dengan 'mengingatNya saja hati akan menjadi tenang'

dan menulis kekhawatiran tentu tidak berguna kan jika aku tidak juga menggunakan headset ini utk mengingatiNya. Nop!

01:22 April 29 2012




NB:
tadinya oret-oret yang tiada penting nan menyampah ini mau dibiarin di note bb aja. tapi tadi siang (4 Mei 2012) ketika orang-orang pada jumatan, saya nge post-in ini dengan menjadwal tanggal postingan nya tepat pada saat tulisan ini ditulis..

jujur, belakangan berasa ketergantungan banget untuk dengar musik sebelum tidur, bahkan sampe tertidur. jadinya 'bismillah' yang udah dibaca pas mau naik ke kasur pun tak lagi sakral rasa n faedahnya. Dan pengen banget rasanya bebas dari kebiasaan yang ga bisa dibilang baik itu. Maka lahirlah tulisan hoax di note hape ini. Tapi setelah nulis tulisan kecil ini koq malah ada efek aneh ya, berangsur-angsur jadi terkurangi kebiasaan dengar musik pake headset. Ntah kalo yang didengar lagu-lagu yang hawa-hawa nya positif n baik. Ini yang diputar playlist broken melow mulu.. hihihii. *iii, malu ta ngakunya :(* mending kalo dengarnya ayat-ayat quar'an, bah- ini malah ntah hapa-hapa.. :(

Sebagai ex-penyiar, meninggalkan kebiasaan mendengar musik memang sulit buat saya. Dan karena putus asa (yaelah- pake putus asa pulak!), malam itu saya browsing di gugel mp3-nya ayat qur'an bacaan Syekh Sudais, eh ga taunya malah ketemu dengan bacaan Syekh lain yang lebih asik.. Eh? ini cerita udah kemana sih, ga jelas banget si Wis nih!

Hm, intinya apa ya. Intinya itu, kalo ngunjungin blog olang itu kan tulisannya itu cakep-cakep, cantik, tampan, gagah, rajin menabung, teladan, de es be deh, n itu sedikit banyak bikin agak risih untuk nge-post-in tulisan-tulisan hoax seperti yang sering saya upload inih.

Tapi dari hoax kecil ini saya belajar; inilah saya, inilah saya, inilah saya. Dan saya belajar untuk menghargai sekecil apa pun hal yang membuat kita belajar.

Sekalipun kere makna, tapi saya akan tetap nerusin untuk nulis di sini.. :)

Oh iya, saya sudah hapus banner ABC (Aceh Blogger Community) itu, ga ngerti saya cara cari tau apakah saya sudah verified atau belum. Gpp deh, yang penting kan saya tetap follow akun twiternya, ;).

Salam,
sampe ketemu lagii