Chocolate Covered Sesame Balls

Kamis, 05 November 2015

Kedut Mata

Dan diam diam mata ini masih berkedut

Mengernyit di sela-sela sibuk,

Berusaha menyembunyikan diri

Agaknya ia juga sudah banyak belajar berpura-pura

Mencoba menipu-nipu aku,

Bahwa semua baik-baik saja

Sudah banyak malam kita habiskan menangis, hanya aku dan engkau

Walaupun seharian aku begitu asyik bersibuk diri

Sama seperti engkau sibuk mengelabuiku seperti semua tiada apa-apanya

Kukira tanpa sengaja kita telah sekongkol saling menyenangkan hati






Senin, 31 Agustus 2015

Love is You

Bahkan sehelai daun yang jatuh pun jatuh karena telah tiba masanya untuk luruh. Kita percaya itu.

Lalu bagaimana bila hati yang jatuh. Serpihnya terlihat seperti bebunga mekar penuh warna. Padahal hari-hari sudah kita kalungkan dengan sesibuk-sibuknya matahari ketika terbitnya, membahagia penatnya tatkala terbenam.

Padahal kita sadari betapa ia akan lebih bahagia ketika hanya ada ruang bagi dia dan diriNya. Padahal ingatan belum juga akan lupa, bagaimana susah payah perih menghilang dari luka-luka yang kelihatan sudah sembuh saja.

Padahal sudah pula kita mengerti untuk tak lekas terpesona pada pergok tatapan yang tak sengaja. Tak menjadi berlebih bahagia oleh sanjungan-sanjungan perhatian.

Tapi mengapa ini masih terjadi.

Jika bukan karena kita percaya, barangkali kita sudah lama menjadi gila. Begitu banyak hal yang kita hindari namun tetap saja terjadi.

Bunga-bunga yang tadinya mekar kemudian tak lagi berwarna hanya karena kita terlambat menyadari luruhnya, terlambat memunguti helainya yang satu satu jatuh, seperti tak berharga. Namun sesungguhnya tidaklah begitu.

O penguasa hati, bagaimana Engkau menyekat ruang-ruang di dalamnya tiada kami pahami.

Namun tetaplah biar namaMu di sana setiap pagi dan malam kami, setiap bahagia dan kecewa kami, setiap lekas dan terlambat kami, setiap betik nafas yang tiada kami ketahui kapan akan selesainya.

---

August 31, 15
23:17

Dear Allah, falling in love is this frightenning?

Senin, 15 Juni 2015

Dialog Titip Motor

Dialog imajiner antara seorang Ibu-ibu Rempong (IR) dengan seorang OB sebutlah namaya Romeo, bukan nama sebenarnya.

IR : Romeo, titip motor ya, dua hari aja
Romeo : Iya buk, ada minyak kan?
IR : Fulllll..! *jawabnya sampe bibir monyong*. Trus, ini buat jaga-jaga kalo minyaknya abis, bocor ban, atau apa lah kejadiannya, ya. Yang penting jangan sampe motornya digadai cuma untuk bayar nambal ban dan isi angin
Romeo : Idih ibuk ini lebai, hehehe.
IR : Isinya pertamax ya, kalo bisa isinya di SPBU *emang ada yang jual Pertamax ecer?? mulai songong.
Romeo : Iya buk. Tapi kalo abis minyaknya di jalan gimana?
IR : Dorong aja sampe ketemu SPBU, ya. *melengos
Romeo : &^@%#^@#$%^

---
Only a joke.. :)
Ternyata jam segini udah g bisa login ya? Oke, markidurrr kalo gituuu
good night georgeous..
remember; never let your occupation change you become more worse..

Senin, 08 Juni 2015

Niat Baik

Pada Sabtu malam lalu ngada-in gathering di salah satu hotel yang berlokasi di Lampineung. Ini adalah event tahunan yang tujuannya untuk push omzet. Jadi customer seluruh Aceh pada diundang pada malam itu di-entertain dengan baik, supaya belanja sebanyak-banyaknya. Pengalaman dari gathering yang sudah-sudah, acaranya baru benar-benar kelar pukul 23-an. Karena itu saya mutusin untuk mengambil satu kamar di sana. Khawatir kalo pulang malam-malam jadi gunjingan orang, belum lagi saya juga masih agak trauma karena pernah diganggu di jalan pulang ke rumah.

Singkat cerita, paginya setelah sholat Subuh, lanjut tidur lagi. Karena malamya selesai acara di kamar malah tergoda nonton aksinya Julian More di film The Unforgotten, film lama yang belum pernah saya tonton karena udah lama sekali ga nonton tivi. Jadilah jam 2-an baru ngasur. Saya ditemani Kak Atik dan Dani. Tapi kak Atik pas saya balik udah tidur duluan dan paginya juga cabut duluan karena ada keperluan. Saya dan Dani, usai sarapan- beberes barang- trus check out. Walaupun batas check out masih jam 12 rasanya saya masih lebih mending golek-golek di kos, di kamar tanpa jendela itu dari pada terkurung di kamar yang katanya berbintang ini. Syukur juga sih saya bukan tukang review hotel, jadi segala kekurangan dan ketidakpuasan hanya diomelin bareng Dani saja, hehehe..

Keluar dari situ Dani mengantar saya ke salah satu hotel yang berlokasi di Batoh, menjemput motor saya yang dipinjam sales. Sales-sales luar kota menginap di sana. Dari sana masing-masing kami mengambil jalan pulang.

Kebetulan karena cuma bawa satu ransel, saya cuma bawa satu baju ganti dan baju tidur. Roknya- walaupun ngembang ngempis- masih pake rok semalam karena ga terlalu meriah juga untuk dipake santai. Seperti biasa, kalau bawa motor saya paling rajin liat spion, apakah ini ada kaitannya dengan pribadi saya yang sulit melupakan masa lalu, saya tidak tau (hahahahha). Di lampu merah sebelum terminal, everything is fine. Saya terus melaju begitu lampu menyala hijau (ternyata sebagai duta lalu lintas saya masih ingat dengan kode etik). Hingga mendekati terminal, ada motor ngepet ke dekat saya, saya mencoba agak kiri siapa tau itu motor mau lewat kencang tapi kejebak saya yang bawa motornya super melow. Motor berpenumpang dua itu memag melaju ke depan, tapi kemudian melambatkan kembali jalannya. Saya mencoba mendahului karena jalanan memang sudah tidak terlalu ramai dengan kendaraan. Tidak begitu lama, motor tadi kembali mendahului. Penumpang di belakang  nampak mau mengatakan sesuatu kepada saya. Saya paham setelah dia menunjuk-nunjuk rok saya yang sudah hampir membebat punggung motor.

Saya pun mengurangi kecepatan dan berhenti. Mengikat kedua ujung samping rok, dan melanjutkan perjalanan.Tapi saya tidak sempat bilang terima kasih sama pengendara/penumpang motor itu. Padahal kalo boleh jujur, tampang keduanya itu lumayan mengerikan dan bikin seram.

Begitulah niat baik, bisa dilakukan siapa saja. Niat baik memang harus disegerakan, bila perlu ngotot-ngotot-an, hanya terkadang karena tidak dikemas dengan baik, tidak dipikir matang resikonya, sesuka hati, ga bener pula caranya, hasilnya bisa jd tidak sesuai harapan. Malah bisa membahayakan diri sendiri atau juga orang yang kita niati-baik itu.

Well, makasi kak Atik n Dani untuk niat baiknya menemani Wis nginap semalam di H**mes demi gathering.

Ps:
Dani; I dont have more answer for everytime you asking why. Dont ever ask it anymore please. I thank you for keeping being very nice, its hurt for not getting same respon, being ignored, after times without knowing the reason why. Most important that we try. Kita tidak pernah tau, orang yang kita senyumi, baik-baik-i, talk normally, merekanya barangkali sedang ada masalah apa, what the battle  they fight. Kita juga ga bisa maksa bikin orang senang n nyaman dengan kita, let them figure out their mind, we tried without need for blaming anything or anyone. You done the best of you.

Kak Atik; semoga masalah cenat menatnya yang super buanyak itu lekas selesai yaa, urusannya dimudahkan, terus berkarya.. hehehe, kayak ucapan ulang tahun aja.

Write on June 8, post on June 12
Have nice weekend everyone..

Selasa, 26 Mei 2015

Save Them

Sepulang kantor selesai beberes kamar setelah dua hari ditinggal agaknya enak juga kalau rebahan sebentar sambil menunggu magrib usai baru kemudian mandi (red. kebetulan saya sedang libur sholat). Dalam beberapa hari ini banyak masuk broadcast pengumpulan donasi untuk pengungsi Rohingya yang terdampar di Lhoksukon. Saya biasanya agak malas buka link berita kiriman broadcast kalo ga begitu penting. Malah banyak juga yang langsung delete chat begitu broadcastnya masuk.

Rebahan saya awali dengan baca broadcast paling baru soal pengungsi Rohingya. Ada link berita, tapi dari judulnya sepertinya itu bukan update yang saya cari. Saya scrolldown headboard, ada hastag twitter yang lagi masyhur, yang ditweet oleh orang-orang yang saya follow. Saya coba buka. Lalu dari situ satu persatu berita tentang pengungsi Rohingya terbentang. Dan entah kenapa dan bagaimana  air mata saya merembes-rembes, mengalir begitu saja. Saya ga tau apakah ini efek karena lagi libur sholat, ga sholat, ga 'ngadu' sama Allah, jadinya katarsis emosinya malah lepas pas baca berita-berita ini. Hingga sampai pada berita terakhir yang saya baca soal 'kisah relawan pembasmi kutu wanita Rohingya' yang agak-agak bikin dua senti walaupun sebenarnya bikin miris juga karena kondisinya sampai seperti itu.

Tapi bagaimanapun air mata saya merembes-rembes tentu saja itu bukan karena mata saya bocor lantaran ga pake No Drop (*susah ya kalo punya brand, nulis blog pun mesti dibawa-bawa -_-). Tentu saja karena penderitaan yang dialami para pengungsi ini rasa-rasa memang begitu berat dan pilu. Namun di sisi lain saya juga merasa haru, sekaligus bangga dengan antusiasme masyarakat Aceh sendiri untuk melakukan apa yang mereka bisa.

Terlepas dari benar tidaknya komentar segelintir tokoh pemerintah Myanmar yang mengatakan bahwa boleh jadi pengungsi-pengungsi ini hanyalah manusia-manusia perahu yang mengaku-aku Rohingya, mereka yang terdampar ini sudah sepantasnya mendapat uluran tangan kita, notabene lagi mereka adalah saudara-saudara kita sesama muslim.

Sabtu lalu saya kebetulan pulkam karena ada sesuatu acara di rumah. Saya agak kaget waktu abang kandung saya tanya begini; Dekwis, pu na droe keuh baje-baje layak pakai yang hana kapakek le? Spontan saya balas tanya; Keupu, Abang? Saya benar-benar completly blank on koq tumben-tumbenan Abang tanya begitu. Abang saya lantas jawab; Mangat tak intat keu awak pengungsi Rohingya nyang di Lhoksukon nyan. Na teuman? Saya ber-O dalam hati dan manggut-manggut. Trus kami ngrobol ngalor ngidul kesana kemari sedikit soal mereka. Ga nyangka abang saya (yang semoga sholatnya nanti semakin baik dan sholeh) bisa ngomong soal beginian juga. Senang, Alhamdulillah

Eniwei, ntah kenapa kalo lihat dan baca soal Rohingya saya jadi selalu ingat almarhum Ayah. Too much question i didnt ask, Daddy.. miss u, miss the answer i never heard.

Well, orang sejagad sudah berdonasi apa yang mereka bisa, ayo kita juga yaa :). Dan semoga uluran tangan kita nanti semakin melebar untuk juga memperbaiki kondisi orang-orang tidak mampu yang ada di negeri kita sendiri. Alangkah indah rasanya bila setiap orang berada dalam kehidupan yang baik, berkecukupan- setidaknya tidak sampai meminta-minta, tidak ada anak-anak yang sepulang sekolah masih harus mulung, tidak ada Ayah-ayah yang harus maling karena biaya sekolah dan suap-suap nasi anak dan istri, tidak ada lagi yang terpaksa tinggal di rumah kerdus di bawah-bawah jembatan tempat-tempat kumuh padahal tanah indonesia begini luasnya, tidak ada lagi yang kelaparan padahal negeri kita begitu suburnya, tidak ada lagi hal-hal yang memilukan dipandang mata, karena setiap orang memang sepantasnya hidup layak.

Oiya, tampungan donasi sekarang ada dimana-dimana, tinggal gugling atau cari tagarnya di twitter langsung ketemu koq..

Selasa rasa Senin, Mei 26 2015
20:56, hujan, Banda Aceh
Semoga orang-orang Rohingya baik yang mengungsi maupun yang masih entah dimana selalu dalam lindunganNya, aamiin

'we never know how far we can go until we try to take the farest step our feet would'

Kamis, 14 Mei 2015

Mimpi Semalam

Tadi malam mimpinya lucu. Dari sekian banyak bagian yang terlupa, bagian akhir dimana kamu datang, ragu-ragu menanyakan untuk ikutan traveling luar negeri seperti yang rutin kamu kerjakan itu.

Sementara kamu belum menyelesaikan pertanyaan kamu, saya duduk di belakang meja kantor saya dan heran, dan penasaran, ditambah rasa tak percaya, bagaimana orang yang dulu juga pernah muncul dalam mimpi saya dalam keadaan menghindar jijik kepada saya, yang pernah muncul dalam mimpi saya kepergok menyimpan foto saya dalam dompetnya tapi kabur pas ditanya kenapa? kini datang menawarkan hal kesukaannya itu kepada saya.

Tapi mimpi selesai sampai disitu. Saya terbangun, dan Subuh sudah agak lewat, fiuuh *i hate this part most.

__

Beberapa keinginan yang tak masuk akal bisa jadi akan datang kembali menggoda untuk kita berharap. Sometime we just never  meet with that somebody pre-requisite. I'll always available then for somebody else to come :')

Kamis, Mei 14' 15
18:09

Selasa, 05 Mei 2015

Keep Moving (on)

Sometime all i need is keep quite as long as i can go long alone. Never hurry to finish my silent mood. Getting better just by talking with my self. Say OK as much as i want to hear. Laying on my worries as well as keep moving on my acceptance. Taking my self as who i am. Believe that i am worth enough, worth enough, worth enough for anything that i deserve for..

Some scars will stay, not to hurt you, just remind that you've passed the battle (with yourself), to be stronger then..

May 5; 2015
21:05

---

Tadi udh dapat sms diskon sepanjang bulan dari The Body Shop.. mudah-mudahan tahun depan dapat ucapan dari kamu #ngarep

good evening, good night so :)

*ps: padahal kalo ke TBS cuma beli green tea oil sama spon mandi, hihihi