Chocolate Covered Sesame Balls

Kamis, 02 Februari 2012

Mimancherai

Mengapa aku harus kecewa bila; aku telah percaya bahwa segala sesuatu yang terjadi itu ‘Dijadikan’ Tuhan untuk kebaikan kita juga. Mengapa aku harus kecewa bila; aku telah meyakini bahwa seberat apa pun, proses adalah jalan yang ‘harus’ dilalui sehingga kita bisa tiba pada kelas yang semakin baik dan lebih baik lagi. Mengapa aku harus kecewa bila; sekalipun luka itu sakit maka itu pula yang dapat mengajarkan kita untuk menjadi lebih peka. Mengapa aku harus kecewa jika; ‘pemanfaatan’ dari orang lain itu baru belakangan tersadari dan terasa amat menyakitkan- sedang aku telah mengikhlaskan setiap ‘pemberian’ seperti aku memberi untuk diri sendiri, bahkan lebih baik dari itu.

Mengapa pula aku perlu mengungkit luka- jika tanpa melakukannya ia dapat sembuh juga. Mengapa pula aku perlu menceritaimu tentang aib-aib bila tanpa melakukannya Tuhan tetap akan memaafkan semua jika kita memohon ampun. Mengapa pula aku perlu larut dalam hari-hari yang sudah lalu itu jika apa yang ada sekarang jauh lebih penting untuk diteruskan- agar kita semua dapat benar ‘hidup’ kembali- mudah mudahan demikian.

Bila aku mencari apa yang telah ‘mati’- barangkali aku harus mati dulu, begitu. Maka aku memilih untuk ‘hidup’ hingga waktu yang telah ditentukan di Lauhul Mahfud itu.

Bila aku mencari hati yang dulu- aku tau ia telah tiada. Bagaimana mungkin Tuhan membiarkannya tetap ‘bersih’ sedang kita sendiri terus mengotorinya, terus mengotorinya..

Bila hari-hari adalah lembaran yang terus kita tulis tanpa dapat kita menghapusnya lagi- maka sekalipun kita menulisnya dengan pinsil- keharusan untuk menghapus kembali tetap menyisakan bekas yang tak lagi rata.
Bila engkau bertanya kepadaku tentang bagaimana menghapus rasa bersalahmu- maka aku bukanlah sholehah yang dapat menceramahi mu tentang itu semua. Dan tentu hanya kepada Tuhan kita minta ampun- kepadaNya kita memohon ketenangan yang sama dan kebahagian yang lebih baik untuk orang-orang yang pernah kita sakiti, hatinya.

Selayaknya kita bersyukur ketika Tuhan tetap memberkahi kita untuk terus larut dalam hari-hari sibuk yang mengeringkan luka-luka. Tentu saja sangat berbeda bukan, antara orang-orang yang berangkat pagi dengan sholat subuh dan meneruskan hari dengan 4 sisanya- dengan orang yang menyisir hari begitu saja tanpa sebilah sujud pun di dahinya. Semoga Tuhan senantiasa menunjuki kita kebajikan dan kekuatan untuk cenderung kepadanya, amiin.

Dan selayaknya aku bersyukur- sekalipun ‘pakaian’ yang masih melekat ini hanyalah sekedar melekat- hampir hampir kehilangan makna..

Wahai hati engkau dimana aku rindu. Datanglah kembali aku ingin bertemu. Bisikkan kepada angin- tidak sekedar kenangan indah tentang ‘keyakinan’. Bisikkan juga kepadanya tentang bagaimana aku dapat menemukan dirimu (lagi). Tentang banyak sekali hal yang tak dapat  kujelaskan- dan mungkin tidak dapat Engkau terima- maafkanlah aku. Dan untuk semua hal yang pernah kutinggalkan- biar aku memungut kembali puingnya yang berserak. Dan kutahu kepingnya yang menjadi utuh nanti tidak akan lagi sempurna indahnya seperti dulu itu.

Kp. Laksana, Februari 2, 2012- 0:57- 


Walau kini kau tlah tiada tak kembali
Namun kotamu hadirkan senyummu abadi
Izinkanlah aku untuk selalu pulang lagi
Bila hati mulai sepi tanpa terobati  .........(Jogyakarta- Kla Project)

Mi mancherai, mi mancherai
Perchè vai via perchè 
l'amore in te s'è spento
perchè, perchè.
Non cambierà niente lo so
e dentro sento che
mi mancherà l'immensità 
dei nostri giorni e notti insieme noi
i tuoi sorrisi quando si fa buio
la tua ingenuità
? tu
mi mancherai amore mio
mi guardo e trovo un vuoto 
dentro me .....................(Mimancherai- Josh Groban)

“Ya Rabb kami, janganlah Engkau condongkan hati kami pada kesesatan setelah Engkau berikan petunjuk kepada kami dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi-Mu, sesungguhnya Engkau Mahapemberi (karunia).” (Ali Imran: 8)

Senin, 30 Januari 2012

Lukiskan aku Senja


tidak ada yang dapat melukis senja untukku sebaik yang Engkau lakukan
sesungguhnya titik titik gemintang itu biar sedikit namun telah membias kerlip amat cemerlang
aku takkan bisa begitu saja tertidur seolah tiada yang terjadi
jika mata ini terlelap, maka sesungguhnya memejam ia karena meneruskan impian yang sebagiannya hanya bisa diselesaikan ketika kesadaran melanglang buana entah dimana

lukiskan aku senja
tak perlu sempurna merahnya
tak perlu penuh purnamanya
tak perlu gemerlap gemintangnya

kesempunaan adalah semata milikNya
aku dan engkau, kita ini hanya seperti dua titik bintang yang menanti titik rotasi yang serupa

lukiskan aku senja
dengan cara paling sederhana yang engkau bisa


banda aceh midnight 28 jan 2012-

hayo! siapa lagi yang sedang ketiban cinta.. :D
take care, take your time :)

Rabu, 18 Januari 2012

Takdir

sebagian besar pertemuan tatapanku dengan bintang ba'da magrib itu adalah takdir. bintang yang hampir selalu muncul di langit sebelah barat dan dapat dengan mudah ditemukan dengan tengadah sekitar 45 derajat. bagaimanapun aku telah sering bertemu mata dengannya, baik dalam keadaan sengaja atau tidak, namun pandanganku kepadanya hampir selalu seperti pertama kali aku menemukannya. yaitu campuran antara takjub, rasa syukur, dan keharuan bertemu kawan lama..

aku tak begitu mengerti tentang astronomi, fisika bintang, dan hal-hal lain tentang konstelasi langit. dan kadang aku merasa merugi karena tidak dapat menikmati keindahan ini dengan sedikit saja pengetahuan tentang bintang. sungguh betapa maha sempurna ciptaan ini..

sesungguhnya, sebagian besar pertemuanku dengan bintang di langit barat ba'da magrib itu adalah takdir. kuanggap begitu. sekalipun terangnya kadang tidak seterang auranya pada malam kemarin, namun ada nya dengan cara yang tidak dapat kujelaskan selalu dapat menentramkan hati ini.

Putro Phang 8, Darussalam

#lagi nyari kost-an nih, any info, kabari wis yaa.. yang bulanan tapi.. ^^

Senin, 09 Januari 2012

Tak Perlu

aku tak dapat meminta waktu menunggu sekalipun hanya sedetik
jika pun Tuhan memenuhi permintaan itu
tentunya aku sendiri yang akan kewalahan memenuhi volume ruang dan waktu yang mereda itu

aku takkan meminta bulan terus purnama
jika Tuhan kabulkan itu,
mungkin aku takkan pernah rindukannya lagi

aku tak mungkin meminta kepadamu untuk menunggu lebih lama
dan tentu saja sebaliknya

nanti-
ketika bulan bahkan hanya sabit
dan waktu tak perlu pula berhenti berdetak
yaitu ketika sesuatu yang sederhana menjadi sempurna
seperti ketika kuncup yang menjadi bunga
biar setiap kejadian melengkapi takdirNya

aku tak perlu meminta waktu berhenti
sungguh tak perlu

Punge Jurong (Banda Aceh)- 09 Jan 2011- ba'da Isya

/sumber gbr: sudutpandang.com

Kamis, 05 Januari 2012

Experience always cost ‘expensive’


Bekerja bukan hanya tentang berapa banyak nominal yang diperoleh-  tapi juga tentang kepuasan akan hal yang dapat kita perbuat- dan kekecewaan karena kita gagal memenuhinya.

Ada yang mengatakan bahwa seseorang yang bekerja sesungguhnya sedang dibayar sambil terus belajar. Ada yang mengatakan bekerja tidak untuk membuktikan apa pun- tapi menyelesaikan apa yang telah disepakati saja. Ada yang mengatakan bekerja itu hanya salah satu cara agar otak kita dapat terus berpikir sehingga kita dapat terus hidup. Dan tentu masih banyak lagi perkataan lain yang muncul dari setiap kepala atas kesan akan perbuatan bernama ‘pekerjaan’ ini.

Tentu saja ada banyak alasan mengapa kita ditempatkan pada sebuah pekerjaan- terlepas dari kita menyukainya atau tidak.

Beberapa hal yang menurutku patut disyukuri dari sebuah pekerjaan misalnya; jika kita masih berada diantara rekan kerja yang masih menyempatkan shalat lima waktu- tidak peduli apakah karena mereka beruntung karena juga berada di lingkungan seperti itu- atau memang mereka tetap menjaganya jika sendiri.

Atau jika kita dapat terus mengerjakan sesuatu yang kita sukai- yaitu ketika segala bentuk kelelahan pun tidak membuat kita merasa penat- ketika jam kerja menjadi tidak masalah ketika panjangnya tidak terbatas.

Atau ketika kita tetap dapat miliki hubungan yang sehat dan manis dengan rekan dan sejawat dalam apa pun keadaan. Dimana mereka menjadi kita dan kita adalah mereka- seperti keluarga- tanpa perlu dipaksa-paksa.

Atau ketika nominal yang kita peroleh tidak hanya mencukupi apa yang ingin kita penuhi, tapi juga kebutuhan beberapa nyawa lain yang kehidupannya tidak seberuntung sedikit orang di muka bumi ini.

Lihatlah dari sedemikian banyak hal yang patut disyukuri itu- hanya satu saja yang bernilai duit. Sekalipun bonus dan pertambahan gaji itu benar dapat membuat kinerja menjadi lebih maksi, namun pastilah kita semua mengakui bahwa hal-hal di luar itu ternyata jauh lebih berpengaruh mengapa kita tetap bekerja atau memilih quit. Untuk banyak alasan- bukanlah duit.

Bekerja itu semacam berjalan terus dan terus dengan pemandangan berbeda setiap hari. Dan bukankah untuk melihat pemandangan berbeda kita harus merogoh lebih dalam? Dan tentu tidak semua yang dilihat dan dirasa adalah menyenangkan, Dear.

Sometime God place you to face view which make you cry- it will pay much on your tears- on your hurting heart. And God never waste anything we do to keep pray and effort to keep staying in here, to keep do our best, to keep learn and do, to take any decisions by our heart on His name..

For what ever you’ve and or you’d got on your busy occupation- Allah cost it expensive- don’t waste it!
gbr: pmblab.wordpress.com

#on doing my new job- some of dream come true- my hard decision- some of hardest day.. we do need to think for times and ask for His behalf before really accept any offer that’s seems like lolipop

Rabu, 28 Desember 2011

Bulan di Jasbret


Saya lupa kapan tepatnya membaca cerita pendek itu, judulnya; Menatap Bulan di Jasbret. Tapi yang pasti, itu adalah masa-masa dimana saya masih main lompat karet. Sebenarnya lebih tepatnya sih ikutan main dengan gadis tanggung usia smp dan sma yang ada di samping kiri kanan ruko kami. Kalo ga salah waktu itu saya masih sd. Jadi, anak gadis tanggung samping rumah itu berlangganan majalah Anita Cemerlang yang lagi trend waktu itu. Kadang mereka juga menggantinya dengan majalah Aneka Yess sekali-kali yang pelan-pelan mulai mencuri perhartian anak muda dengan lebih banyak berita para model  dan selebritis. Saya ingat majalah Anita sendiri lebih ke cerita-cerita pendek yang temanya kebanyakan cinta-cinta remaja dan anak-anak kuliahan yang tanggung itu. 

Jadi ketika edisi Anita itu muncul waktu itu, kata kakak saya ada cerita yang judulnya “Menatap Bulan di Jasbret”. Trus saya tanya, emang istimewanya apa? Jasbret itu kan kawasan makan di Lhokseumawe, gitu jawabnya. Wah, keren banget! Kata wow bertubi-tubi mengetok bagian dalam otak saya. Dan saya jadi penasaran ingin baca cerita itu. Tau tidak? Sampai saat ini saya belum sekalipun membaca cerita itu sampai tuntas. Beberapa tahun lalu saya sempat nyari di internet, siapa tau penulisnya Ayi Jufridar berkenan menulis kembali dalam sebuah blog atau apalah namanya gitu. Tapi nihil. 

Sekalipun cerita itu hanya cerita cerita kisah cinta anak remaja yang mungkin menurut sebagian orang biasa saja, tapi saya tetap ingin baca. Pengen merasakan aja cara bercerita Ayi yang- sumpe- saya tidak kenal itu. Yaa, kamu tau kan, saya sudah mengabiskan setahun kebelakang di kota Lhokseumawe dan saya kira selamanya saya akan di sini. Kenyataannya, begitu cepat saya kembali ke tempat semula lagi.. jadi, yang ingin saya katakan sebenarnya adalah; selama setahun di Lhokseumawe itu belum sekalipun saya makan atau sekedar duduk-duduk dikala malam terang bulannya di Jasbret itu..  Sumpah! Saya penasaran. 

Ke laut Jomblang saja yang dekat sekali dengan kantor itu saja baru Sabtu 24 Desember lalu saya kunjungi.  Thanks alot buat Agashi, Fadli dan Elly yang sudi mengajak saya di sore yang lumayan banyak anginnya itu.

Tadi, saya mencoba search lagi, memasukkan kata di searcbar gugel; menatap bulan di jasbret. Tetap saja ga ketemu cerita fiksi itu. Huff!! Mudah-mudahan bang Ayi Jufridar itu berkenan menulis kembali cerita itu suatu hari nanti sehingga bisa dibaca online. Ssssst, saya kasi tau satu rahasia yaaa, seandainya saja saya bisa menemukan kembali majalah yang entah kemana itu; saya sendiri rela menyalin kembali cerita itu di blog ini.

Lantas mengapa ‘menatap bulan di jasbret’ itu menjadi penting? Tentu saja karena saya suka sekali melihat bulan dan pernak-pernik malam itu.. hehehe. Oh iya, saya baru tau lho, kalo ternyata Jasbret itu adalah singkatan dari Jasa Beurata, atau Jasa Brata (?) . saya lupa tanya tulisannya, tapi saya dengar teman saya melafal begitu..

Dear, nanti sabtu saya akan kembali ke Lhokseumawe sebentar. Seninnya mungkin saya sudah di sini lagi. Dan saya masih berharap dapat melihat sebentuk bulan dari Jasbret, suati ketika nanti.. #ampun lebay nyaaa.. K

Putroe Phang 8- Banda Aceh, Desember 28 2011 
#tulisan ini akan direvisi, insyaAllah :)

Sometime A Year Felt Like A Day


Menurutmu mengapa aku tetap terjaga malam ini padahal seharusnya kelelahan yang  menguras tenaga tadi hari sudahlah cukup untuk membuat mata ini terlelap indah. Semestinya aku membiar mata juga pikiran ini beristirahat setelah menat yang begitu membingungkan dan sulit dipilih itu. Berada pada dua pilihan tidaklah selalu membuat kita merasa serta merta gembira. Aku jadi ingat ketika kadang bergumam “i dont have choice” atau “if i had another choice”. Tau tidak? Bahwa terkadang dihadapkan pada hanya satu-satu nya pilihan itu justru sebuah kemudahan yang harus disyukuri. Bukankah itu berarti Allah mempermudah kita untuk menjalani kehidupan ini yang begitu rupa warna dan kadang kita jadi buta membedakan warna-warna yang cocok dengan warna kulit sendiri versus warna yang kita sukai..

Bagaimana jika kukatakan ini adalah saat-saat yang genting? Apakah engkau akan datang. Tentu saja aku tak perlu berharap banyak. Seperti yang pernah engkau katakan, “ketika kita merasa tidak punya siapa-siapa maka sesungguhnya kita masih memiliki Allah. Dan Allah melebihi apa pun yang kita butuhkan”..

Setahun, adalah waktu yang cukup banyak untuk belajar, bahkan aku merasa butuh beberapa tahun lagi rasanya untuk memperbaiki semua kesalahan yang telah kusadari itu. Bertemu dengan orang-orang yang sama hitam rambutnya namun beda cara berpikir, bersikap, dan motif-motif tindakannya, adalah satu di antara banyak hal yang membuatku memahami tentang kehidupan yang tidak sekedar hitam dan putih ini. Engkau tau kan bahwa warna abu-abu itu tiada bagi sebagian orang yang begitu keras dan tidak ada ampun itu. Namun telah kulihat bahwa kebaikan dan keburukan itu, sekalipun sangat nyata berbeda, namun terkadang begitu tipis jaraknya. Sehingga kedua-dua nya bercampur saja sehingga cukup bagi kita untuk mengatakan sesuatu itu buruk hanya karena sebagian besar dari kadarnya adalah buruk, mengabaikan segala bebaiknya yang di mata kita hanya sedikit saja. Tidak dapat mengampuni sekalipun ia nya memiliki kesamaan sifat seperti kita; dapat melakukan kesalahan kapan saja; khilaf.

Dan aku adalah seperti itu. Seperti lampu minyak yang menyala-nyala menyuluh kesalahan-kesalahan orang lain. Melihat kesalahan-kesalahan orang lain seolah aku sendiri tidak melakukannya. Menahan-nahan hati dari memaki-maki hal yang tidak kusukai itu. Menahan-nahan mulut dari mencela hal yang sungguh tidak suka untuk kulihat itu. Apakah benar menurutmu jika aku membenci itu semua tanpa melakukan apa-apa? Tidakkah aku lebih buruk dari sekedar seorang apatis yang merasa benar sendiri dan ingin selamanya benar sendiri??

Kenyataannya aku tidak punya kesempatan lagi untuk melakukan itu semua. Engkau tau kan? Bahwa kebanyakan hal-hal baik yang tidak pernah kita lakukan itu akan kita sesali. Di ujung waktu, kita akan menyadari dan menyesali diri mengapa tidak begini dan begitu. Mengapa bersikap begini padahal seharusnya begitu. Mengapa berdiam diri padahal seharusnya mengatakan sesuatu. Mengapa menghakimi padahal seharusnya mengurai yang kusut dan memaafkan. Mengapa merasa benar sendiri dan seolah orang lain tidak dapat menjadi benar..

Dear, satu tahun akan usai. Jika engkau memintaku untuk berdamai dengan ketidakjujuran, selamanya aku tidak dapat melakukan itu. Hari ini aku mengatakan begitu- aku tidak tau nanti barangkali aku akan berubah- menjadi toleran pada hal-hal menipu yang tidak kusukai itu. Semoga saja tidak. Ini bukanlah persoalan “di beberapa keadaan kita memang tidak harus jujur”. Tapi soal kita mendapatkan hak dengan cara yang tidak baik itu, tidak perlu kujelaskan lagi kepadamu kan?

Kata mereka, inilah kehidupan sesungguhnya. Inilah hidup jika kita ingin lebih. Dan inilah pekerjaan jika kita ingin terus berada di dalamnya. Ku kira, untuk hal ini aku tidak perlu minta persetujuanmu untuk tidak setuju.
Seharusnya malam ini aku tidak larut menulis ini, tapi memikirkan dua pilihan yang sama baik dan sama pula buruknya jika aku tidak benar-benar memilih dan merencanakan semua itu karenaNya. Tahukah engkau, itu teramat sulit. Teramat sulit, tapi harus tetap dilakukan.

Aku tidak mempermasalahkan jika engkau mencibirku karena begitu sulit memilih salah satu diantara dua pekerjaan yang mana satu diantaranya jelas tidak memberiku materi lebih. Tapi bukanlah itu alasannya. Seperti yang telah ku katakan sebelumnya- memiliki banyak piilihan itu terkadang justru tidak mengenakkan- ku katakan ini tanpa sama sekali bermaksud tidak bersyukur atas pemberian kesempatan yang luar biasa ini.

Iya aku tahu, semua pilihan akan ada konsekuensinya. Semua jalan yang dipilih akan memberi kita pemandangan yang berbeda-beda. Semakin sulit dilalui semakin besar reward di penghujung tujuannya. Ya ampun, bayangkan saja jika kita mampu menge-set semua nya karena kecintaan ktia akan Rabb- baik, biar lebih mudah izinkan aku katakan bahwa semua ini adalah kecintaan kita untuk terus menjaga diri dalam kebaikan dan kebermanfaatan..  sekalipun itu adalah demi mengisi waktu luang dalam penantian yang luar biasa ini. Hehehe, jangan ketawa, ini tidak lucu .. :p dan jangan pula pura-pura tidak mengerti..

Dear, aku tidak menyangka akan kembali secepat ini. Bukankah seharusnya aku bersyukur karena ini artinya aku telah Dianggap siap untuk kembali menulis hari di kota ini? Apakah menurutmu harus ada yang di sesali lagi? Dan ku kira dua pilihan ini adalah pengkondisian yang luar biasa dari Tuhan. Jika aku memilih tetap tinggal- aku akan lebih lama lagi memendam diri. Dan jika aku mengambil kesempatan ini- maka ini seperti menambah kecepatan beberapa kali lipat, iya kan? Dan aku telah membayangkan kepayahan melalui kerikil-kerikilnya, and i  will not quit..

Aku tau bahwa aku tidak perlu membuktikan apa pun kepada siapa pun. Dan semoga setiap pelajaran yang telah ada di tahun sebelumnya dapat menjadi ornamen yang menolong untuk memperbaiki dan semakin memperindah keadaan.

Dan doa semacam ini- aminkan untukku dan untuk kita semua; yaitu bahwa aku memohon supaya Allah senantiasa memberi kekuatan untuk mengisi waktu sendiri ini dengan lebih bijak hingga ia tetap pada alur yang telah kita sepakati di lauhul mahfud itu.. amiin, semoga Allah mudahkan untuk kita semua.

Dan semoga Allah mengampuni ku karena sepertinya aku tidak lagi memiliki kesempatan memperbaiki sikap adilku untuk hal-hal yang tidak kusukai itu. Dan semoga di tahun depan- tidak ada lagi kesalahan yang sama, bagaimana pun kita ini hanya manusia bukan? Yang tetap memiliki rasa suka dan tidak suka, preferensi, dan kecenderungan akan sesuatu. Dan jika hati ini telah cenderung kepada apa yang kita sebut kebaikan itu, maka mudah-mudahan tetap begitu. Semoga Allah menunjuki kita keburukan-keburukan dan memberi kita kekuatan untuk menghindarkan diri sendiri dan orang lain dari padanya- dan semoga Allah tetap berkenan menunjuki kita kebaikan dan senantiasa memberi petunjuk untuk tetap terus di dalamnya, amiin.

Ya Tuhan, aku memohon ampun, untuk semua aib yang telah cerita melalui lidah ini, untuk semua cela yang telah melukai hati yang mendengar atau tidak, untuk semua maki yang kulontarkan sekalipun hanya dalam hati.

Desember 28, 2011

Aku tau kita tidak merayakan tahun baru masehi semacam itu. Namun ku kira kita tetap dapat memanfaatkan momen ini sebaik kita mempersiapkan diri ketika akan meloncati sebuah parit, atau ketika kita bermain lompat tali dulu itu tanpa membuat sambungan kekareitu bergoyang. Mungkin ini bukan awal semester, atau bukan pula hari ulang tahun, dan justru karena itu pula kita jadi memiliki banyak perhentian untuk terus menguatkan pijakan.. write your dream, n good luck!! J


NB: itu gambar gambar desain sama sekali tidak ada hubungan nya dengan oret-oret ituuu.. itu hanya sekedar selingan supaya tidak bosan saja membacanya.. ^____^
1.       


NB