Chocolate Covered Sesame Balls

Kamis, 23 September 2010

Rindu September


Rindu gerimis sore hari
Membisikkan rindu pada gerimis sore hari
Sepereti melihat langit malam penuh bintang
Begitulah rasa jatuh cinta

Dan jika langit mendung,
Aku selalu dapat tersenyum
Bukan karena gelapnya
Tapi karena syukur,
Bahwa langit itu masih teduh di atas sana
Memayungiku, dalam kalut sekalipun

Ku biar khawatir ini melarut
Biar bimbang mematikan semua hasrat
Ku biar rasa itu tetap begitu
Seperti rasa melihat langit penuh bintang

Ku katakan bahwa; aku rindu
Terasa terlalu lama waktu menangguh ruang ruang ini

 --23022010--

berbicara pada sepi

merabai angin dalam malam yang pekat 
memaknai kekhawatiran yang mendera dera
kepada siapa akan kutuntaskan gulita
yang kuharap pada pagi kureguk tenang itu
setiap kubuka mata yang ada hanya gulana

terus berbicara pada sepi
tak acuh pada bebnyi satu dua
seperti tak peduli
di sana semakin meringkuk sendiri
terus berbicara pada sepi..

--22092010--


kekasih, tunjukkan aku jalan ke bulan..

engkau cita citakan bawa aku ke bulan
yang tidak menahu aku bulan dimana
tidak tau aku, apakah engkau tau jalan ke sana

engkau datang pergi seperti purnama
aku selalu rindu pada sabitmu
tak terperi pada terang bulan yang bercahaya

dan aku selalu menjadi lupa bertanya
"kita sudah sampai dimana..?"
sendiri, aku bingung membaca peta

ini adalah hari hari sabit
engkau dimana?
kadang terasa perjalanan gelap ini amat melelahkan

jangan tinggalkan aku ditengah jalan begini
aku khawatir semua tak selesai...

engkau cita citakan bawa aku ke bulan
kekasih,
tunjuki aku jalan kesana...

--10092010--


belenggu

setiap akan pejam mata,
khawatir aku akan gelisah menghinggapi esok pagi
ketika mata ini kubuka lagi

andai damai begitu dapat terasa selalu 
seperti damai saat saat elepas rindu di rumahMu
rebah, seperti hati yang syahdu tika adzan mengumandang
paut, selalu ingin dekap dengan-

belenggu, yang jika ku lepas
lupa aku siapa diri
lelah menikam nikam yang tak tau arahnya kemana

katakanlah sesuatu kepadaku
sesuatu, agar esok pagi
aku masih dapat menemukan diriku

-- 02092010

Rabu, 12 Mei 2010

biar april lalu dulu

biar april ini lalu dulu. Kuharap begitu
takkan ku lupa bagaimana takutku melewati bulan bulan
sungguh telah kubuat dosa dosa
hingga hati ditangguh dalam tawaran
tawaran di atas tawaran

aku ingat ketika kau biarkan aku luruh
aku ingat juga bagaimana bulan berikutnya engkau datang
seperti purnama yang merindukan tanggal 15

aku ingat waktu itu kau bilang akan datang lagi
aku takkan bisa lupa rasanya 'ada' menjadi 'tiada'
Engkau yang memilihkan untuk kita
tanpa dapat aku mengatakan apa apa

bulan melalu, terasa begitu lambat
langkah yang hanya seret
dan waktu itu aku sadari;
'tak mudah untuk sembuh'

bulan melalu, engkau datang dan pergi
hingga aku bertanya;
mana yang lebih besar: keraguan atau kecintaanmu??
engkau yang terus meyakinkaku,
tapi apakah bumi, apakah langit
percaya dengan kita...?

hingga aku muak
teramat muak!
bukan padamu
tapi pada keraguan dan kebohongan yang kita buat

bila boleh, aku tentu ingin bersamamu
jangan lagi mengetuk jika kemudian engkau lalu
------------------



ujung april lalu, tapi baru sempat upload skr.. :D

pada siapa?

biar mengalir dalam seringai
hapus oleh angin yang tak mengerti mengapa ia berhembus
hilang dalam udara seperti bebau yang tak sampai ke penciumanmu

jadi, jangan tanya lagi
jangan katakan apa-apa
kita semua muak pada perjalanan yang entah
seruas yang rasa-rasa tak kunjung usai

cukupkanlah waktu,
tabalkan keyakinanmu
jangan menaruh pelana di atas kudaku
aku yang hendak pergi,
bukan engkau!

pepasir tlah nyanyikan semua
mengapa ombak ombak itu pergi ke laut
tapi ia kembali ke pantai pantai, terus begitu
tapi aku bukan pepantai..

"pergilah! jangan mengganggu pelupuk mataku!"

iya, aku mengusir
mengusir gemuruh gelisah yang tak kunjung reda

pada siapa akan kuminta kesaksian urusan yang rahasia ini?
hanya aku, engkau, Mereka..

biar mengalir dalam seringai
hapus oleh angin yang tak mengerti mengapa ia berhembus
hilang dalam udara seperti bebau yang tak sampai ke penciumanmu


-----


17042010; 211907

Engkau Mengerti

kebungkaman selalu menyiksa
1 pertanyaan, bahkan mengesalkan hingga ubun-ubun
menyesak dalam marah yang pendam
kediaman- biarkan hanya air mata yang mengalir
ketika tiada melodi yang bisa lagukan
Engkau mengerti
Engkau mengerti
pun selalu begitu

gemuruh yang tak padam
hanya menjadi jinak..
menjadi jinak

pejam mata pejam
penat dengan semua
rasa rasa ingin malam terus begini
selaksa damai dalam udara, tak tergenggam..
apakah seperti air mengalir saja?
ku biar- tapi tak kunjung hilang di pelupuk mata

oh langit,
hitung hitung depa bijaksana
berapakah jauh jaraknya..?

biar larut lelah,
menguap ke langit itu,
embun esok pagi-
itu lah ku harap aku

------------------

medio april 2010, 14 50 56
mestinya beranjak menjelajahi kota. terlalu banyak yang terseret, banyak yang tertinggal. singgah sana sini. hampir-hampir tak kenal roda empat di depan mata. mengapa? dalam terburu masih turut gelisah itu.. belenggu yang melonggar, alhamdulillah- tapi belum tau dimana kan ku putus simpulnya nanti.

Alhamdulillah, ^_^ ada beberapa "singgahan" terlewati.. lebih dari itu, ampuni aku untuk nikmat yang lupa ku syukur hari ini

semua kepadamu

serasa hilang, berserak ntah dimana..
perjalanan tidak tau kapan menemukan kembali
pintu-pintu, begitu berat melanjutkan perjalanan..
rasa-rasa tak kuat; serasa benar berat

tak ingin beranjak- tapi diam itu mematikanku

jangan menoleh kepadaku
biar derai senyum itu

jangan katakan apa apa lagi
biar ku tipu hari hari ini
mereka yang menerimaku tuk menjadi aku

berjanjilah kepada langit!
jangan kepadaku

bisu
hanya dengan begitu aku mengaku
sudah ku katakan semua kepadamu
kita sudahi semua yang tak perlu 


menikmati kepergian

Kulihat bulan
Peraknya kali ini sembunyi di riak awan
Beda dari biasanya, tapi tetap saja indah
Aku ingat, bagaimana kutunggu rindu
Rindu menanti pandang seperti ini
Tapi itu dulu..

Tak kupungkiri,
Keindahan ini masih kukagumi
Yang seperti itu hanya ada padanya, pada bulan
Tapi aku tlah terbiasa
Untuk hanya untuk memandang

Inginku tuk tak ingin mengucap selamat tinggal
Aku merasa tenang bersama malam

Sungging, kadang kecut
Aku hanya, mulai menikmatinya





*april 2, 2010; 08.28


"Aku hanya, mulai menikmatinya"