sumber: okezone.com
ANAK yang sukses merupakan dambaan orangtua. Kesuksesan diperoleh karena peran orangtua yang bisa mendidik anak agar tangguh dalam menghadapi rintangan di kehidupannya.
Cara yang paling tepat untuk meluruskan anak-anak harus dimulai dari perubahan sikap dan perilaku kedua orangtua. Lingkungan mempunyai pengaruh sangat besar dalam membentuk perubahan sikap dan perilaku seseorang, terutama pada generasi muda dan anak-anak.
"Yang terpenting justru adalah mendidik orangtua, baby sitter, bahkan guru, agar dapat memberi contoh baik yang selalu konsisten," ungkap Ketua High-Scope Indonesia Antarina S F Amir.
Sebaik-baiknya pendidikan yang diberikan di sekolah, jika di rumah orangtua selalu berlaku buruk, maka nilai-nilai positif yang sudah diajarkan akan sia-sia. Semua orangtua harus paham bahwa pendidikan bukan hanya tugas guru dan sekolah. "Pendidikan adalah urusan semua orang," tegas Antarina.
Sementara itu, praktisi Emotional Intellegence Parenting, Hanny Muchtar Darta Certified EI PSYCH-K SET dari Radani Emotional Intellegence Center mengatakan, sebagai 'pendidik', orangtua selalu berusaha memberikan pengajaran yang terbaik.
"Misalnya, mengarahkan si kecil untuk membuat keputusan yang benar dan positif karena ini bekal mereka di masa depan," ujar wanita yang mengambil pendidikan di Emotional Intelligence Six Seconds USA pada 2004 dan 2005.
Hanny menuturkan, di tahapan ini orangtua mengekspos keinginan anak tanpa memaksa. Orangtua tidak lagi memutuskan sesuatu hal atas keinginannya sendiri, melainkan mengajak anak untuk memilih dan mengarahkan keputusan mana yang akan diambil atau dipilih anak. "Keanekaragaman ini dimaksudkan untuk merangsang kerja otak anak," ucapnya.
Artinya, hal tersebut dimaksudkan supaya otak bekerja membangun jaringan baru karena rasa penasaran si anak untuk mencoba hal baru. Tentunya hal ini akan menghindarkan anak dari rasa bosan. Hanny mencontohkan, saat penyajian makanan misalnya, sang ibu bisa bertanya, "Sayang, kamu mau pilih yang mana?".
Dengarkan keinginannya dan hormati keputusan si kecil. Jika Anda berusaha menerapkan pendekatan ini secara konsisten, maka Anda akan merasakan hasilnya. Anak pun akan terbiasa mempunyai pilihan dalam hidup, belajar membuat keputusan, bertanggung jawab, dan mempertanggungjawabkan apa yang telah menjadi pilihannya.
"Belajar bertanggung jawab memang sebaiknya diajarkan sejak dini pada anak," ujar ibu dua anak ini. Selanjutnya, untuk merangsang anak melakukan kegiatan positif bisa dilakukan untuk memberi pilihan.
Mengutip dari Scott Brown dalam bukunya yang berjudul How to Negotiate with Kids, Hanny mengatakan bahwa hal itu bisa dilakukan melalui cara-cara yang lembut dan menyenangkan.
Dijelaskan Hanny, alangkah lebih baik jika mengajak seseorang bernegosiasi atau diskusi dengan Anda melalui sentuhan, termasuk dengan anak-anak. Saat orangtua menginginkan buah hati memperhatikannya, maka sentuh mereka dengan lembut dan sampaikan dengan tutur bahasa yang lembut.
"Alhasil, pesan-pesan yang Anda utarakan akan diterima dengan baik," tambahnya. Di usia 5-8 tahun anak sudah bisa mengemukakan pendapatnya dengan baik. Ajarkan anak untuk menentukan pilihan sendiri. Memainkan peran sebagai 'pendidik' yang baik, orangtua harus pandai memberikan pilihan-pilihan yang konkret sehingga mudah dimengerti anak, bukan pilihan-pilihan yang abstrak.
Membiasakan anak membuat pilihan dan memutuskan apa yang diinginkan akan memberikan mereka kemampuan membuat keputusan sendiri. "Seiring berjalannya waktu, anak akan mengerti bahwa keputusan yang dia ambil haruslah ada nilai plus-minus," ungkapnya.
Kelak anak akan mengolah pikirannya untuk melakukan pertimbangan-pertimbangan secara matang dan anak pasti akan memilih sesuatu yang memiliki sisi bagus untuk dirinya.
"Saat dia terjebak dan buntu dalam menghadapi masalah, dia bisa berpikir kreatif. Bahkan orang-orang di sekelilingnya pun ikut terbawa atmosfer positif yang dilakukannya," terangnya.
Saat Anda menerapkan peran sebagai 'pendidik', maka hal ini akan membentuk fondasi kepribadian yang kuat yang sangat berguna sekali untuk masa depannya. Fondasi ini akan mengantarkan anak untuk menjadi individu yang bisa diajak bekerja sama, berempati, dan percaya diri.
"Benih positif yang Anda tanamkan pada buah hati sejak mereka kecil akan menghasilkan sesuatu yang positif pula. Itu artinya, Anda lulus memainkan peran sebagai pendidik," tutup Hanny.
///
luar biasa ya.. ^_^
Minggu, 18 Oktober 2009
Selasa, 13 Oktober 2009
tompi; cinta yang kucari..
Meski kusadari cintaku padamu penuh kesalahan
Aku tlah mendua tlah melupakanmu
Abaikan cintamu
Kuyakin kau tau akan segalanya
Tiada salah yang tlah kau perbuat
Hanya keraguan ku
Apakah kau cinta yang aku tunggu
Apakah kau rindu dalam mimpiku
Maafkan aku
Pa bila mungkin saat semua berubah
Kuharap rasa sayang itu tetap ada
Dan jangan berakhir cintamu padaku
Sungguh kutak mau kau jauh dariku
Maafkan segala raguku padamu
Kini kusadari cinta yang kucari
Tiada salah yang tlah kau perbuat
Hanya keraguanku
Apakah kau cinta yang aku tunggu
Apakah kau rindu dalam mimpiku
Maafkan aku..
Aku tlah mendua tlah melupakanmu
Abaikan cintamu
Kuyakin kau tau akan segalanya
Tiada salah yang tlah kau perbuat
Hanya keraguan ku
Apakah kau cinta yang aku tunggu
Apakah kau rindu dalam mimpiku
Maafkan aku
Pa bila mungkin saat semua berubah
Kuharap rasa sayang itu tetap ada
Dan jangan berakhir cintamu padaku
Sungguh kutak mau kau jauh dariku
Maafkan segala raguku padamu
Kini kusadari cinta yang kucari
Tiada salah yang tlah kau perbuat
Hanya keraguanku
Apakah kau cinta yang aku tunggu
Apakah kau rindu dalam mimpiku
Maafkan aku..
bersiap-siap
aku harus bersiap-siap
dengan tetap tertawa,
atau membiarkan air mata mengalir sembunyi
aku harus bersiap, bersiap beranjak
menentukan limit waktu,
kapan aku harus pergi kapan saja
kapan aku tak harus di sini
tak cukup kuat ku meminta
tak cukup kuat ku biarkan..
akan ada waktu itu
ketika adaku tak lagi perlu
bukan, ini bukan perngorbanan
aku tak sebaik itu
aku hanya kalah
berusaha pelan memenangkam hatiku
dari belenggu
engkau tak bisa menolong hatiku yang kepayahan
tak apa,
kita ikuti saja kemana waktu membawanya
maafkan aku yang berkemas dengan sembunyi-sembunyi
maafkan aku, yang tak mengerti mengapa aku harus menunggu
maafkan, permainan ini melelahkanku
nanti,
ketika kau tak lagi menahan
dan aku tak perlu meminta,
aku akan pergi
supaya tak ada lagi luka
dengan tetap tertawa,
atau membiarkan air mata mengalir sembunyi
aku harus bersiap, bersiap beranjak
menentukan limit waktu,
kapan aku harus pergi kapan saja
kapan aku tak harus di sini
tak cukup kuat ku meminta
tak cukup kuat ku biarkan..
akan ada waktu itu
ketika adaku tak lagi perlu
bukan, ini bukan perngorbanan
aku tak sebaik itu
aku hanya kalah
berusaha pelan memenangkam hatiku
dari belenggu
engkau tak bisa menolong hatiku yang kepayahan
tak apa,
kita ikuti saja kemana waktu membawanya
maafkan aku yang berkemas dengan sembunyi-sembunyi
maafkan aku, yang tak mengerti mengapa aku harus menunggu
maafkan, permainan ini melelahkanku
nanti,
ketika kau tak lagi menahan
dan aku tak perlu meminta,
aku akan pergi
supaya tak ada lagi luka
Sabtu, 03 Oktober 2009
beratnya..
hari ini, oktober 3- 2009.. ada yang penting? banyak. mestinya banyak yang penting.
penting untuk dikerjakan
penting untuk ditinggalkan
penting untuk di ingat
penting untuk dilupakan
penting untuk ..
fiuhh!!!
kemarin, baca2 diari setahun yang lalu. hmm, banyak! banyak hal yang sulit diungkapkan, dan ga perlu di ungkapkan di sini semua pasti.. :)
:) :) :)
many thing will start this month
hope everything will be ok
n it's must be ok
fiuhh!!!
hari ini, belum ke kampus juga. ramadhan lalu, ada pertemuan yang terlewatkan. pertemuan TA anak2 2003. em, malu rasanya unjuk hidung ke kampus.
ni lagi hub. teman2 yang udah selsai, mana tau TAnya ada yang bisa diterusin, yang sesuai dengan kapasitas wis yang pas2an pastinya :)
udah hub b'alvi. faizah juga udah.
em, ni lagi nunggu email soft TA b'alvi...
ya Allah, mudahkanlah.. amiin
---------------------------------------------
tell me the place to go
show me the time,
when i've allready forget all happening now
break me the tears,
so i dont need to hide this hurt
flying..
dont know where to
dont let me dying
please!
tell me the place to go
show me the time,
when i've allready forget all happening now
more tears won't make thing back
but maybe it makes it better for me
bismillah, hope better step ahead!
penting untuk dikerjakan
penting untuk ditinggalkan
penting untuk di ingat
penting untuk dilupakan
penting untuk ..
fiuhh!!!
kemarin, baca2 diari setahun yang lalu. hmm, banyak! banyak hal yang sulit diungkapkan, dan ga perlu di ungkapkan di sini semua pasti.. :)
:) :) :)
many thing will start this month
hope everything will be ok
n it's must be ok
fiuhh!!!
hari ini, belum ke kampus juga. ramadhan lalu, ada pertemuan yang terlewatkan. pertemuan TA anak2 2003. em, malu rasanya unjuk hidung ke kampus.
ni lagi hub. teman2 yang udah selsai, mana tau TAnya ada yang bisa diterusin, yang sesuai dengan kapasitas wis yang pas2an pastinya :)
udah hub b'alvi. faizah juga udah.
em, ni lagi nunggu email soft TA b'alvi...
ya Allah, mudahkanlah.. amiin
---------------------------------------------
tell me the place to go
show me the time,
when i've allready forget all happening now
break me the tears,
so i dont need to hide this hurt
flying..
dont know where to
dont let me dying
please!
tell me the place to go
show me the time,
when i've allready forget all happening now
more tears won't make thing back
but maybe it makes it better for me
bismillah, hope better step ahead!
Senin, 06 Juli 2009
mmm.., bingung
aku tidak tau mesti memulai doa ini dari mana Ya Rabb
karena ENgkau senantiasa menyelinap dalam betik hati tanpa ku meminta
karena Engkau selalu ada dalam setiap tidur dan jaga tanpa kusadari
tangan ini sudah tengadah, tapi lidah ini kelu dan hati ini bisu
aku bingung, betapa centang prenang suasana
sholat yang baru saja lewat, dapatkah aku?
pada iftitahnya, hidupku matiku..
pada syahadatnya,
pada shalawatnya,
di sanakah aku??!
aku ragu
Ya Rabb,
air mata ini tak menetes lagi
aku tidak tau mesti mengalirkan dari mana lagi
tidak tau mesti memuarakannya kemana nanti
aku bingung
aku lupa, bagaimana caranya mengangis
bolehkah aku berhenti sejenak, dan waktu tetap berlalu?
ampuni aku Ya Rabb, permintaan yang tidak sopan..
tanganku masih tengadah,
butiran hangat hnya membendung di sudut mata
tak niat mengalir
lidahku kelu
dan hati ini bisu
aku bingung Ya Rabb, dan ingin ku akhiri tengadah ini
tapi tak boleh bukan?
karena aku tak punya selain Engkau
tak punya sekalin Engkau
tak punya selain Engkau
ampuni lah, aku
yang pagi ku ingat, soreku lupa
yang sedihku ingat, gembiraku alpa
yang kalutku ingat, legaku sia-sia
ampuni aku
Ya Rabb, aku bingung
tidak tau harus memulai dari mana
tunjukkan padaku tentang jalan
gantikan aku hati
yakinkan aku akan pilihan-pilihan
karena ENgkau senantiasa menyelinap dalam betik hati tanpa ku meminta
karena Engkau selalu ada dalam setiap tidur dan jaga tanpa kusadari
tangan ini sudah tengadah, tapi lidah ini kelu dan hati ini bisu
aku bingung, betapa centang prenang suasana
sholat yang baru saja lewat, dapatkah aku?
pada iftitahnya, hidupku matiku..
pada syahadatnya,
pada shalawatnya,
di sanakah aku??!
aku ragu
Ya Rabb,
air mata ini tak menetes lagi
aku tidak tau mesti mengalirkan dari mana lagi
tidak tau mesti memuarakannya kemana nanti
aku bingung
aku lupa, bagaimana caranya mengangis
bolehkah aku berhenti sejenak, dan waktu tetap berlalu?
ampuni aku Ya Rabb, permintaan yang tidak sopan..
tanganku masih tengadah,
butiran hangat hnya membendung di sudut mata
tak niat mengalir
lidahku kelu
dan hati ini bisu
aku bingung Ya Rabb, dan ingin ku akhiri tengadah ini
tapi tak boleh bukan?
karena aku tak punya selain Engkau
tak punya sekalin Engkau
tak punya selain Engkau
ampuni lah, aku
yang pagi ku ingat, soreku lupa
yang sedihku ingat, gembiraku alpa
yang kalutku ingat, legaku sia-sia
ampuni aku
Ya Rabb, aku bingung
tidak tau harus memulai dari mana
tunjukkan padaku tentang jalan
gantikan aku hati
yakinkan aku akan pilihan-pilihan
Ibu, aku rindu
ibu,
aku ingin pulang
sekedar menjabat tangan mu dan merasa haru
melihat kerut di wajahmu supaya aku ingat betapa banyak pengorbananmu yang kusiakan
merasakan lenguhan lelahmu supaya aku bersemangat menyelesaikan semua janji yang mungkin tidak akan pernah kay tagih
ibu, aku ingin kembali
sekedar bercengkrama sore hari
menikmati angin sore hari yang bahagia
seperti bahagiamu karena aku dekatmu
ibu, aku rindu
pada petuah-petuah tua yang menurutku aneh
pada nasehat-nasehat yang aku sering abai
pada panggilan untuk bangun sholat subuh
pada setiap seloro di atas panjang lelahmu
ibu, aku pasti pulang
5 atau 10 hari lagi
atau dalam waktu yang kuharap segera..
//
track: Linto; Teingat u Gampong (so sweet.. :))
aku ingin pulang
sekedar menjabat tangan mu dan merasa haru
melihat kerut di wajahmu supaya aku ingat betapa banyak pengorbananmu yang kusiakan
merasakan lenguhan lelahmu supaya aku bersemangat menyelesaikan semua janji yang mungkin tidak akan pernah kay tagih
ibu, aku ingin kembali
sekedar bercengkrama sore hari
menikmati angin sore hari yang bahagia
seperti bahagiamu karena aku dekatmu
ibu, aku rindu
pada petuah-petuah tua yang menurutku aneh
pada nasehat-nasehat yang aku sering abai
pada panggilan untuk bangun sholat subuh
pada setiap seloro di atas panjang lelahmu
ibu, aku pasti pulang
5 atau 10 hari lagi
atau dalam waktu yang kuharap segera..
//
track: Linto; Teingat u Gampong (so sweet.. :))
Biarkan Waktu...
semua serasa melambat, biarlah sejenak
berikan aku waktu menata haru ini
tak ingin mengomentari apa pun
biarkan saja waktu menggantinya perlahan
em,
mungkin aku harus memutar beberapa derajat,
dan ini selalu membuatku mual
mual...
pada purnama yang tak pernah berubah
dan sabit yang menggoda gemintang
biarkan hanya waktu
untukku sejenak menandai saat-saat ini
mesti ada pelajaran kan?
tapi aku khawatir terlalu ego untuk memaknainya
dan aku khawatir tidak bisa adil pada diri sendiri
dan aku khawatir air mata ini akan mengalir
karena alasan yang tidak tepat
biarkan waktu mengajariku
dengan caranya dan caraku
berikan aku waktu menata haru ini
tak ingin mengomentari apa pun
biarkan saja waktu menggantinya perlahan
em,
mungkin aku harus memutar beberapa derajat,
dan ini selalu membuatku mual
mual...
pada purnama yang tak pernah berubah
dan sabit yang menggoda gemintang
biarkan hanya waktu
untukku sejenak menandai saat-saat ini
mesti ada pelajaran kan?
tapi aku khawatir terlalu ego untuk memaknainya
dan aku khawatir tidak bisa adil pada diri sendiri
dan aku khawatir air mata ini akan mengalir
karena alasan yang tidak tepat
biarkan waktu mengajariku
dengan caranya dan caraku
Langganan:
Postingan
(
Atom
)