Chocolate Covered Sesame Balls

Minggu, 03 Februari 2008

Minuman Bersoda Penyebab Osteoporosis, Bener Gak Sih?


Faktor kekurangan kalsium dan fosfor memang menjadi titik sentral utama penyebab terjadinya kerapuhan tulang. Jika pada masa pertumbuhan tulang, tubuh kekurangan kalsium dan fosfor, maka puncak pembentukan massa tulang maksimal tidak akan tercapai. Kerapatan masa tulang akan jauh berkurang dan setelah usia tertentu (antara 30 - 40 tahun) tulang akan mengalami penurunan fungsi dengan sendirinya.

Angka kecukupan kalsium yang dianjurkan untuk orang dewasa normal adalah 800 mg/hari, sedangkan untuk fosfor adalah 600 mg/hari. Rata-rata konsumsi kalsium di Indonesia saat ini adalah 254 mg per orang per hari. Padahal rekomendasi internasional adalah 1.000 - 1.200 mg per hari. Masih rendahnya konsumsi kalsium tersebut menyebabkan 1 dari 3 wanita dan 1 dari 7 pria usia di atas 45 tahun, berisiko untuk menderita osteoporosis.

Tidak Disebabkan oleh Minuman Bersoda
Penggunaan asam fosfat pada minuman bersoda oleh beberapa kalangan dituding sebagai penyebab osteoporosis, karena hal tersebut diduga akan mengubah rasio kalsium dan fosfor di dalam tubuh. Jaringan tulang kita memiliki keseimbangan antara kalsium dan fosfor. Osteoporosis dapat dipicu oleh ketidakseimbangan rasio tersebut. Normalnya rasio kalsium dengan fosfor di dalam tubuh adalah 2 : 1. Kondisi seimbang ini membuat penyerapan kalsium berlangsung secara optimal. Penyerapan kalsium yang cukup sangat dibutuhkan dalam memelihara massa tulang, mencegah osteoporosis, menormalkan tekanan darah, dan mencegah hiperparatiroidisme.

Pendapat bahwa konsumsi minuman ringan sebagai penyebab utama tingginya asupan fosfor tidaklah benar, karena fosfor juga banyak terdapat pada bahan-bahan pangan lainnya. Konsumsi satu kaleng coca cola (240 ml) akan menyumbangkan 41 mg fosfor, sedangkan konsumsi jus jeruk dan susu dengan volume yang sama (240 ml), masing-masing menyumbangkan 27 mg dan 228 mg fosfor. Di Amerika Serikat yang angka konsumsi soft drink-nya tinggi, sumbangan fosfor dari soft drinks hanya mencapai 2 persen dari kebutuhan yang dianjurkan dalam sehari. Sedangkan 98 persen sisanya berasal dari konsumsi makanan berprotein tinggi (daging, ikan, keju, dan biji-bijian).

Tubuh kita sebenarnya memerlukan asam fosfat sebagai sumber mineral fosfor. Minuman karbonasi justru merupakan sumber fosfor yang baik. Yang perlu dilakukan adalah memperhatikan pola konsumsi bahan pangan agar keseimbangan kalsium dan fosfor tetap seimbang. Fosfor di dalam tubuh berfungsi untuk membantu proses metabolisme energi. Selain itu, fosfor juga membantu proses penyerapan dan transportasi zat-zat gizi di usus dan transportasi lemak di dalam darah.

Pakar dari NOF menyatakan bahwa sesungguhnya kelebihan kadar fosfat dari minuman ringan masih dapat diatasi oleh tubuh kita. Apabila fungsi ginjal dan sistem ekskresi (saluran urin) kita masih normal, maka kelebihan asam fosfat akan dikeluarkan dari tubuh. Pengeluaran asam fosfat berlebih ini membuat keseimbangan kalsium dan fosfor tetap terjaga. NOF juga menyarankan tidak perlu khawatir akan kafein, karena efeknya terhadap osteoporosis sangat kecil.

Kekhawatiran terhadap osteoporosis dapat dikurangi dengan suplemen kalsium. NOF menganjurkan untuk mengonsumsi kalsium minimal 1.200 mg/hari agar kebutuhan kalsium sehari-hari tercukupi. Fitzpatrick dan Heaney (2003) dalam publiksinya di Journal of Bone and Mineral Research menyatakan bahwa seseorang tetap dapat minum minuman ringan sambil menikmati tulang yang sehat, apabila orang tersebut mampu memenuhi kebutuhan kalsiumnya per hari. Jadi, mari nikmati minuman ringan dan tetap memiliki tulang yang sehat!
Upaya Pencegahan
Mengingat demikian besar dampak kesehatan yang dapat ditimbulkan oleh osteoporosis, maka perlu upaya-upaya untuk mencegahnya. Berikut ini disampaikan beberapa upaya ampuh untuk mencegah osteoporosis.

1. Konsumsi kalsium yang cukup
Untuk mencukupi kebutuhan kalsium, perlu diperhatikan produk pangan yang disantap. Salah satu sumber kalsium yang cukup baik adalah susu. Dua gelas susu sehari, sudah dapat memenuhi kebutuhan tubuh akan kalsium. Dari dua gelas susu (500 ml) akan diperoleh 1.250 mg kalsium. Perolehan kalsium tersebut sudah melebihi kebutuhan kalsium orang dewasa yaitu 800-1.000 mg/hari. Sumber kalsium lainnya adalah ikan (terutama yang dimakan beserta tulangnya), daging, unggas, telur, sayuran, buah-buahan dan kacang-kacangan

2. Berhati-hatilah menggunakan obat


Beberapa jenis obat ternyata dapat mengganggu kinerja tulang. Salah satu contohnya adalah obat kortikosteroid yang dapat menekan kerja hormon pengatur pembentukan tulang. Contoh lain adalah antasida, obat pencahar, cholestiramine, obat diuretik, anti-gout dan beberapa jenis obat anti-rematik. Obat-obatan tersebut memiliki efek mengganggu penyerapan kalsium.
Obat antasida yang umum dikenal sebagai obat anti sakit maag dapat menghambat penyerapan kalsium. Penghambatan dipicu oleh magnesium dan aluminium hidroksida yang mampu mengikat kalsium dan mengubahnya menjadi bentukan baru yang sulit diserap. Obat cholesteramine yang lazim digunakan untuk mengikat asam empedu agar terjadi penurunan kolesterol darah, juga dapat menurunkan kadar kalsium tubuh akibat pembuangan melalui urin.

3. Batasi penggunaan garam
Garam dapur (NaCl) terdiri dari unsur natrium (Na) dan klorida (Cl). Konsumsi natrium (sodium) yang berlebih, baik yang berasal dari garam dapur maupun monosodium glutamat (MSG) dapat berdampak buruk terhadap kesehatan. Selain memiliki efek hipertensi, natrium juga berpotensi untuk menghilangkan kalsium dari tubuh. Natrium akan mengeluarkan kalsium dari tubuh melalui urin. Cara menghindari kehilangan kalsium akibat natrium adalah dengan membatasi konsumsinya. Sebaiknya hindari makanan-makanan tinggi natrium dan makanan awetan yang menggunakan garam sebagai pengawet.

4. Cukupi konsumsi vitamin D


Vitamin D diketahui mampu memelihara kesehatan tulang dengan cara meningkatkan penyerapan kalsium dari sistem pencernaan, serta mengurangi pembuangannya dari ginjal. Kebutuhan vitamin D normal per hari adalah 400 IU. Dalam bentuk non-aktif, vitamin D banyak terdapat di bawah kulit. Vitamin D akan menjadi aktif dan berfungsi apabila terpapar sinar matahari pagi yang banyak mengandung ultraviolet. Terpapar sinar matahari sekitar 20 menit per hari, minimal 3 kali seminggu sudah cukup untuk membantu produksi vitamin D. Jadi, apabila kita cukup terpapar sinar matahari, maka tidak perlu takut kekurangan vitamin D.

5. Aktif berolah raga
Penurunan aktivitas fisik pada usia lanjut dapat menurunkan massa tulang. Oleh karena itu olah raga aktif secara rutin merupakan bentuk antisipasi terhadap penurunan massa tulang. Adapun bentuk olah raga yang sesuai bagi seseorang yang sudah lanjut usia adalah yang minim benturan seperti aerobik low impact, jalan kaki, bersepeda atau berenang. Aspek yang harus diperhatikan adalah intensitas, waktu, dan frekuensi olahraga. Kecukupan intensitas diukur dengan menghitung denyut nadi. Denyut nadi normal berkisar antara 70-80 denyut per menit. Waktu berolah raga disarankan 20-40 menit per latihan, sedangkan untuk frekuensi idealnya adalah 3-4 hari per minggu.

6. Bantu dengan obat
Dalam dunia kedokteran mulai banyak dikembangkan berbagai obat pencegah osteoporosis. Jenis obat tersebut di antaranya adalah estrogen, kalsitonin, biophosphonat, dan testosteron. Estrogen merupakan hormon yang menurun jumlahnya dalam tubuh apabila wanita mengalami menopause. Hal ini ditengarai sebagai penyebab osteoporosis utama pada wanita. Obat berisi hormon estrogen yang diberikan pada wanita pasca menopause diharapkan dapat mencegah osteoporosis.

Kalsitonin merupakan zat yang mengaktifkan kerja sel osteoblast (pembentuk tulang) dan menekan kinerja sel osteoclast (pengurai tulang), sehingga pembongkaran kalsium tulang dapat ditekan dan osteoporosis dapat terhindarkan. Demikian pula halnya dengan obat biophosphonat yang dapat menekan sel osteoclast.

Rabu, 30 Januari 2008

Baiklah, siaran tengah malam Antero itu KEREN!!!

Seorang teman bilang siaran malam antero, khususnya malam minggu itu, bagus...

Yang siaran malam minggu jam 12-an ke atas itu Nawir. Jujur aja, sebelumnya cuma dengar dari orang (red: teman-teman radio) kalo siaran visi inspirasinya nawir tu TOP banget! Sekarang baru benar-benar salut. Keep fight Wir, eventhough you can’t easyly forget the midnight moment at the stairs that night... hiiiiiiii. Thanks for sharing with us 

Kata temen, pilihan lagunya TOP. Padahal waktu itu dia setengah tidur. Tapi masih ingat kalo lagu-lagu yang diputar sampe pukul 4 pagi dini hari itu bikin ‘shock’. Hehe, maksudnya, dia kaget sendiri, koq dari tadi lagu-lagunya enak-enak semua ya?!

Ketika kedongkolan bertemu kebaikan hati (siapa yang tahan?)

Eit! Jangan terkecoh dengan judulnya. Tulisan ini, seperti biasa, agak panjang, dan tidak to the point... untuk menarik perhatian dan memunculkan sensasi... hehe..

Ssst, rahasia, Key word: jika Anda sibuk baca bagian bergaris miring saja, itu intinya.

Ok, terima kasih :)
--------------------------------------------------------------------------

Tok tok! Assalamualaikum. Aku menunggu sejenak, berharap suara pintu berderit dan seseorang menjawab salam. Tapi ternyata tidak.

Tok tok tok! Assalamualaikum. Aku mengulangi, menambah satu ketukan pada pintu di depanku. Aku tahu, boleh masuk sesuka hati dan melakukan apa pun layaknya rumah sendiri. Tapi sepertinya aku kan sendiri. Karena, jangankan ada yang menemani untuk sekedar membaca posting-posting Pak Hizir, yang menyambutku saja hanya hening dari dalam sana.

Biasanya, pintu ini selalu terbuka. Di dalamnya, sekalipun tidak selalu gaduh dengan dengan ‘celotehan’ motivasi Yulia, kadang-kadang ‘cubitan’ kritikan Yona, atau ‘woro wiri’ informasi dari cut Elia.... beberapa waktu lalu, teman-teman juga bergantian mengantar resume bab-bab sebuah buku yang berjudul..., aduh, maap lupa...

Sebuah derit menjawabku ketika pintu itu kudorong kedalam. Beberapa posting berdebu, namun auranya tak memudar. Beberapa bahkan aku belum membacanya.

Berlinale, inilah salah satu tempat singgah berharga. Maaf, bila ungkapan ini berlebihan untuk sebagian teman-teman . Dari lorong pendek ini aku bisa melihat ke ruang tamu yang memungkinkan kita untuk mengisinya dengan berbagai cerita yang tak biasa dibagi seorang mahasiswa dengan dosen walinya. Sofanya hangat, dan beberapa kursi rotan dengan bantalan bermotif bunga-bunga melingkari meja porselen bundar dimana kita sering menaruh minuman kesukaan, sesuka hati.

Aku berjalan lebih ke dalam. Ruang tengah ini, sekalipun tidak luas, tapi tidak pernah terlalu sempit untuk ditempati kita semua. Sebuah jendela tetap terbuka menghadirkan pemandangan rerumputan, cemara, dan beberapa titik warna yang tidak teratur.

Aku menarik kursi dengan namaku, ada sebuah posting terbaru, tapi bukan hari ini, kemarin, atau, beberapa menit yang lalu. Tentang seorang ilmuwan indonesia di institut Max Plank Jerman yang berhasil menemukan planet baru Tw Hya B. Artikel ini pernah ku kutip dari kompas untuk progam ‘do you know’ Antero.

Sepi. Rasanya ingin segera cabut juga. Tapi..., agaknya baik juga bila meninggalkan sedikit jejak, toh selama ini aku hanya mengamat-amati saja.

Aku melongok ke dapur, sebuah kulkas masih tegak tepat setelah partisi kaca yang memisahkan ruang tengah ini dengan dapur. Berharap ada sebuah ‘pocary sweet’ di kulkas. Aku tidak terlalu bersemangat untuk membuat snack, sekalipun dapur Berlinale ini senantiasa berubah setiap orang dari kami mendatanginya... begitu fleksible.

Aku menemukan sebuah pocary sweet terakhir di kulkas. Sepertinya banyak yang menyukainya belakangan ini. Entah karena menghindari sakit. Atau tidak punya pilihan karena sudah lama tidak ada yang belanja minuman-minuman lain yang lebih sehat.

Aku kembali ke ruang tengah. Sebuah hela nafas, berat, bukan milikku. Milik kita. Tapi sebelum pergi, aku ada sesuatu yang ingin dibagi,

Kemarin pagi, 29 Januari 2008, aku ke jurusan, niatan bertemu dengan Bu Afnani.

Tau tidak? Aku ketinggalan final Analisis 2. Iya, sebagian pasti akan ber Oh, aduh, kacau, atau berkata ‘koq bisa?’, astagfirullah, dsb... memang itu semua ungkapan yang patut.

Bahkan ketika aku cerita ke salah satu teman di kajian kelompok, dia sampai beristigfar berkali-kali, menyesali kelalaianku. Mengerikan sekali.

Memang, sering sekali ada rasa kesal setiap kali selesai kuliah analisis. Sulit sekali memahami materinya. Selama 2 kali 45 menit mata kuliah ini, aku mengantuk selama 70% waktunya... memalukan sekali!

Jauh hari sebelum ujian, sudah minta diingatkan sama adik kelas kalo tiba waktunya bikin kartu ujian. Tapi yang namanya musim final, semua pasti pada punya banyak tugas, banyak beban ujian, dsb. Wajar kalo kemudian lupa mengingatkan ku kalo besok ujian...

Setelah meng-sms bu Afnani dan tidak ada balasan, aku menelepon sekitar 1 jam setelahnya. Dengan deg-degan, pasrah apapun semprotannya. Berharap pengalaman aktivitas sms-telp dosen yang memalukan semester lalu tidak terulang.

Alhamdulillah bu Afnani bisa ditemui jam 1 siangnya. Jujur aja, sebelumnya sudah setengah menyerah, karena kalau sampai tidak dapat kesempatan ikut susulan, bisa-bisa selesai dari matematika pun tahun depan. Analisis adalah mata kuliah terakhir ku dan kalau sampai harus mengulang, artinya mengulang di dua semester kedepan (alias tahun depan). Kalau sampai ini terjadi, terlalu besar derajat haluan yang harus diputar...

Setelah waktu makan siang, akhirnya aku menemui bu Afnani di ruangannya. Deg-degan? pasti. Bu Afnani bertanya sekali lagi mengenai kenapa aku sampai ketinggalan final. Aku menjelaskan, di sms sebelumnya pun aku sudah utarakan.

Bu Afnani bertanya apakah aku siap jika ujiannya sekarang? Jelas aku tidak siap. Karena sebelumnya aku justru sudah mempersiapkan diri untuk tidak dapat susulan, sekalipun jauh di lubuk hati aku berharap untuk dapat kesempatan lagi.

Tapi pertanyaan bu Afnani barusan itu adalah jawaban, bahwa aku masih punya kesempatan untuk final! Subhanallah!

Aku bahagia? Pasti! Aku bersyukur. Sangat bersyukur. Masih ada kesempatan di detik akhir yang menentukan... (karena memang selalu ada kesempatan jika kita tidak berhenti, sekalipun sekedar berhenti untuk berdoa dan berharap)

Aku tentu tidak tidak siap untuk ujian saat itu juga. Bu Afnani menawariku untuk ujian besok, Rabu jam 3. Aku langsung mengiyakan. Karena kupikir tidak sopan kalo aku menawar besoknya lagi. Sudah dikasih hati malah minta jantung. Bu Afnani kelihatan sedikit bingung dengan jadwal yang baru ditawarkannya, tidak tahu kenapa. Dalam hati aku terus berdoa, terus berdoa, supaya jadwal susulan ini masih dapat bergeser sedikit saja.

Dan akhirnya memang bergeser, menjadi Kamis jam 2. Alhamdulillah.

Jawaban itu seperti menerbangkan semua beban, menghapus semua kedongkolan ketika aku sulit sekali memahami materi-materi analisis 2, menghilangkan penat setelah beberapa jam nognkrong depan jurusan, meringankan langkah kaki untuk melakukan tugas-tugas berikutnya, menunjukkan padaku betapa banyak hal yang masih harus kulakukan setelah ini dan betapa semuanya tidak akan sulit.

Teman-teman, aku baru saja bertemu dengan seorang dosen yang baik hati... semoga Allah mudahkan urusannya... aku yakin, setiap dosen yang lain juga baik hati. Ketika ketika mereka ‘tidak tak’ peduli dengan kesumpekan seorang mahasiswa. Ketika mereka selalu menyediakan kesempatan, sekalipun itu sesuatu yang berat untuk diberikan. Ketika begitu sulit untuk memahamkan materi tetapi mereka tetap setia untuk mengajar. Allah pasti kan beri ganjaran setimpal. Amien.

Sebuah hal tak terduga tersisa, sebersit rasa bersalah menyelinap di hati... besok mentari akan memendarkan lebih banyak kearifan... bersiaplah untuk memungutnya...

Semoga Allah mudahkan urusan kita semua... amien.

Sekali lagi, terima kasih bu Afnani, untuk pengertian yang tiada habisnya, dan kesempatan tak ternilai.


Huff, lega rasanya!
Teman-teman, kapan kita ketemu lagi??

Kutinggalkan kertas dengan tulisan carut marut. Kugencet dengan vas bunga kaca berisi air. Setangkai melati hampir layu di dalamnya. Aku menyesal tadi tidak memetik setangkai bunga rumput untuk menggantinya.

It’s time to go.

Ups, aku baru menyadari, kalau ketika masuk tadi aku lupa menutup pintu depan. Pintu yang setengah terbuka itu membiarkan matahari sore masuk membekaskan jingga pada lorong-lorong yang gelap.

Sekali lagi aku melihat sekeliling... Baiklah Berlinale, teman-teman, semoga kita ketemu di kesempatan yang lebih baik.

Aku menutup pintu. Sebuah pita jatuh, dan akan selalu jatuh setiap orang keluar dari sini, di atasnya ada tulisan:

Danke for coming...
Sabe-sabe kunjong Berlinale!
Welcome at anytime

... yang menenangkan hati.
--------------------------------

Kemanapun kita melangkah, apa pun kesibukan kita, selelah apa pun jiwa dan raga kita, jangan lupa, ‘sajadah panjang’ adalah persinggahan paling tepat, senggang yang menenangkan, peristirahatan yang sempurna...

Midnight, 2:06, January 30th 2008

Minggu, 20 Januari 2008

Berburu Informasi di Mesin Cari Google

artikel ini dari dudung.net... emmm, semoga bermanfaat :)!
--------------------------------------------------------------

Siapa yang tak kenal dengan Google. Kata Google sepertinya sudah melekat kuat di benak puluhan juta pengguna Internet. "Googling aja..", atau "tanya om Google.., celetukan seperti itu sering dilontarkan kalangan pengguna Internet kepada mereka yang ingin berburu informasi.Bahkan Google mungkin menjadi 'perhentian' pertama bagi sebagian pengguna Internet ketika melakukan pencarian. Tampil sederhana dengan logo warna-warninya, dalam waktu singkat raksasa mesin cari ini mampu melayani ratusan juta pencarian dalam sehari.Cukup ketikkan kata kunci informasi yang ingin dicari, Google akan menyuguhkan informasi yang terkait dengan pencarian dalam waktu singkat. Berikut beberapa informasi perihal apa saja yang bisa Anda lakukan dengan mesin cari Google, beserta sedikit tips yang bisa diterapkan saat melakukan pencarian.
1. Bubuhi tanda kutip ("..."), jika Anda ingin mencari informasi yang tepat sasaran.

Tanda kutip akan menghasilkan halaman-halaman web yang lebih tepat sasaran dan berhubungan erat dengan informasi yang Anda cari. Dengan membubuhkan tanda kutip di awal dan akhir kumpulan kata, maka Google akan menyuguhkan hasil pencarian yang sama persis dengan yang Anda ketikkan.

2. Pakai tanda "~" untuk mencari sinonim kata.

Coba amati bagian ujung kiri atas keyboard Anda.
Disana Anda akan menemukan tanda ~ bukan? Mungkin beberapa dari Anda ada yang tidak tahu fungsi karakter ini. Tanda ini ternyata sangat berguna dalam melakukan pencarian di Google. Coba ketikkan karakter ini di depan sebuah kata (tanpa spasi). Dengan begitu Google akan mencari halaman berisi kata yang dimaksud tadi atau sinonimnya.

3. Klik "Images" jika Anda ingin mencari gambar.

Mau mencari foto artis idola Anda? Klik saja tombol "Images" yang terletak di atas kotak pencarian, lalu ketikkan nama artis atau tokoh yang Anda inginkan.
Google akan mencarikan foto atau gambar tersebut di database-nya lengkap dengan link halaman tempat gambar tersebut muncul.

4. Ketikkan kata yang lebih panjang agar hasil pencarian lebih relevan.

Ada baiknya jika Anda mengetikkan kata yang lebih panjang di kotak pencarian Google agar hasil pencariannya lebih baik.

5. Google bisa menjadi kamus dan menterjemahkan bahasa.

Ingin mencari definisi sebuah kata? Google bisa berfungsi sebagai kamus. Cukup tambahkan kata "define"
diikuti kata yang ingin Anda cari, maka Google akan memberikan definisi yang Anda ingin cari dalam waktu singkat.

Selain itu, Google juga bisa menjadi penterjemah bahasa. Perhatikan link "Languange Tools" yang ada di sebelah kanan kotak pencarian di homepage Google. Klik link tersebut, Anda akan diantarkan ke layanan penerjemahan Google. Ada banyak bahasa yang tersedia disana.

6. Ada banyak informasi yang tersedia dari buku-buku aktual di dunia.

Ibaratnya sebuah rak yang berisi buku-buku, Google juga punya 'rak' buku online. Coba buka alamat "
www.books.google. com", disana Anda bisa melihat atau membaca beragam teks dari buku-buku aktual di seluruh dunia. Hanya saja, yang dapat Anda buka atau baca adalah yang karyanya tidak dilindungi hak cipta.

7. Kalkulator dan buku telepon online.

Google bisa juga dipakai sebagai kalkulator. Cukup ketikkan angka yang ingin Anda olah di kotak pencarian, Google akan mengolahnya seperti layaknya kalkulator yang biasa kita pakai. Misalnya 145+869, 125*45, 10% of 100 dan sebagainya.

Selain kalkulator, Google juga bisa dimanfaatkan sebagai buku telepon. Cukup ketik nama seseorang yang Anda cari, nama kota, propinsi atau nama negaranya di kotak pencarian, Google akan menyuguhkan informasi yang Anda cari itu.

8. Apa fungsi tombol I'm Feeling Lucky?

Tombol I'm Feeling Lucky yang ada di homepage Google mungkin akan sangat berguna bagi Anda yang tak ingin buang waktu membaca hasil pencarian yang dikeluarkan Google satu persatu. Masukkan kata yang Anda cari, lalu klik tombol ini, maka Google akan memotong daftar hasil pencarian yang panjang tadi. Anda akan diantarkan langsung ke halaman web yang paling sesuai.
Misalnya, Indonesia University, klik tombol I'm Feeling Lucky maka Anda akan diantarkan langsung ke situs UI.

Ada banyak lagi yang bisa Anda telusuri melalui mesin cari Google. Semisal informasi berita-berita terbaru melalui link "News", video, layanan peta, cuaca, harga saham dan lain sebagainya. (dwn/dwn)

Jumat, 14 Desember 2007

Apa yang menyibukkan kita....?

Sering sekali kita merasa sibuk. Seperti tidak cukup waktu 24 jam ini. Memang sebenarnya tidak cukup jika dibandingkan dengan banyaknya kewajiban dari amanah yang kita pikul, jika kita mau membuka mata hati.


Rasanya pikiran tidak bisa konsen ketika ada di kelas. Pikiran hanya kosong ketika menatap barisan-barisan tulisan yang semakin panjang dan membingungkan. Satu dua kata terbaca, tapi maknanya entah tertinggal dimana. Mengalihkan pandangan pada buku yang ada di pangkuan kukira akan berguna. Tapi semuanya bohong. Aku hanya mencoba mengalihkan kantuk dan pikiran-pikiran lain yang tak juga dapat menggantikannya. Mata ini ini tak dapat mengelak dari pandangan hati yang tak cinta. Tak dapat menipu.


Pena itu telah lama kubuang kurasa. Entah tertinggal dimana. Atau terjatuh dan aku lupa memungutnya kembali. Mungkin angin telah mengaratkannya. Mungkin hujan bermalam-malam telah menenggelamkannya dalam gulita.
Mungkin seseorang telah memungutnya dengan izinMu.


Segala sesuatu memang mungkin, tapi ini bukan diriku. Aku bisa mengenakan warna-warna yang menjadikan pelangi itu indah dimata kita. Tapi bukan itu pakaianku. Aku bisa memasuki labirin-labirin paling sulit dalam aljabar paling mematikan. Tapi aku telah tanpa sadar memutuskan untuk tidak meneruskan perjalanan. Persimpangan dulu telah membawaku jauh dan mengenalkanku pada apa yang kusebut ‘diriku’. Salahkah?


Dalam tidur aku berharap bisa segera meraih ini. Dalam jaga, terasa begitu melelahkan pertempurannya. Dalam kesibukan yang kuharap bermanfaat, sertaMu yang kuimpikan. Dalam waktu-waktu yang kuhabiskan tanpa namaMu, itulah lalai. Mengingatinya adalah penyesalan. Dalam 5 menit menghadapmu saja, aku tak khusyu. Apalagi benar-benar menyadari begitu dekatnya Engkau, lebih dekat dari urat leheku sendiri. Atau mengagungkanMu di arsy sana dikala kesombongan memenuhi rongga hati. Ketika ke-akuan merajai dan aku pun mengenakan pakaian yang tak pantas. Sungguh memalukan diri ini. Sungguh tak pantas.


Hidup ini sejenak, tapi aku begitu lalai. Waktu ini sebentar, tapi aku masih lupa bahwa kematianlah istirahat paling sempurna. Kesehatan ini begitu nikmat, tapi aku sering mengabaikan kebutuhannya, bahkan menjadikannya alasan untuk kelalaian yang lain. Betapa piciknya...


Aku lupa tentang, penerbangan terakhiku yang bukan dengan pesawat berkelas, melainkan keranda yang dipandu 4 manusia yang entah siapa. Aku lupa tentang bekal yang harus kukumpulkan dari sekarang dan harus kubawa, bukanlah harta dan uang yang banyak, melainkan amal dan ibadah yang benar dan ikhlas. Aku lupa tentang pakaian yang akan kupakai, bukan triset yang bergengsi, atau levis dan crocodile, atau eiger yang jumawa, tapi kain kafan saja. Aku lupa tentang siapa pelayan yang akan kubayar dan melayaniku nanti, bukan pramugari yang cantik dan bersahaja, tapi malaikat Munkar dan Nakir yang disediakan gratis olehNya.


Mungkin sekarang aku sibuk memikirkan bagaimana caranya menjejakkan kaki di Jepang, Eropa, dan Amerika, tapi bukan itu pendaratan sesungguhnya. Pendaratan akhir ku adalah pemakaman. Dan aku lupa juga tentang hal itu. Juga tentang rasa malu karena aku menggunakan pasport INA, yang terkenal dengan korupsi dan ilegal loging, tapi aku lupa bahwa nanti akan lebih memalukan ketika berpasport AL ISLAM pun aku masih patut dicecar dengan siksa. Aku juga lupa, tentang berapa lamanya visa yang bukan dua tahun, tapi di negeri akhirat visaku berlaku selamanya dan aku takkan mungkin pernah bisa kembali untuk sekedar berkata, ber-sms, atau menggunakan 3G dan mengatakan “Hai Dunia, apa kabar?”, atau “Aku ketinggalan kunci syurga”, atau “Minal Aidin wal faizin mohon maaf lahir batin atas segala hak-hak mu yang kucerabut dengan kedhaliman yang bersahaja”.


Aku lupa tentang hikmah yang harus kupetik dan makna yang harus kutinggalkan. Kewajiban menjadi ritual dan sunnah menjadi berat diraga. Jauh aku dengan wewangian orang-orang sholeh. Lalai aku mengoreksi kesalahan setiap sebelum beranjak tidur di malam hari. Aku lupa. Lupa.


Pengampunan itu dariNya. Hanya dariNya. Dunia ini miliknya dan aku menikmatinya. Kusyukuri dan semoga aku tidak menjadi kufur.


Berat terasa perjalanan ini, padahal aku melakukan semuanya hanya untuk diri sendiri.


Aku menutup buku ketika ada tanda-tanda kelas akan dibubarkan. Sekali lagi aku munafik, melakukannya dengan pelan, seperti aku enggan meninggalkan kelas yang memuakkan ini. Sekalipun sebenarnya aku memang enggan jika mengingat kekalahan dalam 2x45 menit yang mematikan segala kesombonganku. Sekiranya aku dapat memilih, tentu aku memilih untuk tidak berada disana, menambah satu setelah sekian banyak diantara kami yang berharap kelas ini tak pernah ada...


Kita memang sibuk dan waktu 24 jam memang tak cukup untuk semua hal yang menjadi beban amal kita. Sebentar lagi waktu sholat akan menjemput, dan aku ingin sekali dengan penuh sadar menghadapkan mata dan hati padaMu. Dan mengakhirinya dengan enggan. Dan meneruskan aktivitas dengan menyebut namaMu sebelum memulai segalanya. Dan mengenyahkan segala kuncup-kuncup riya, menanggalkan jubah-jubah kesombongan, mencuci bersih noda prasangka dalam setiap langkah kaki dan ayunan tangan. Dalam setiap huruf yang timbul ketika aku mengetik ini semua. Dalam setiap kesadaran yang muncul ketika aku membaca ini kembali.


Tolonglah ya Rabb. Tanpamu perjalanan ini takkan sampai pada tujuan, takkan berhasil sesuai harapan, takkan kan ada perjumpaan yang kami harapkan...!

Lomba Tulis Naskah dan Disain Cover Buku TI untuk Anak

dari detiknet...

Selasa, 11/12/2007 13:47 WIB
Ikuti Lomba Tulis Naskah dan Disain Cover Buku TI
Pool -

Andi Publisher (www.andipublisher.com) dengan didukung oleh Kementerian Riset dan Teknologi (www.ristek.go.id) dan detikINET mengadakan Lomba Penulisan Naskah dan Disain Cover Buku "IT for Children".

Secara umum, naskah dan cover buku yang dilombakan diharuskan terkait erat dengan membahas teknologi informasi dan komunikasi serta seluk beluknya.

Hadiah untuk pemenang lomba naskah:
- Juara I Rp. 7.500.000,- + trofi + sertifikat + hadiah lainnya
- Juara II Rp. 4,000.000,- + trofi + sertifikat + hadiah lainnya
- Juara III Rp. 3,000.000,- + trofi + sertifikat + hadiah lainnya
- Juara IV Rp. 2,000.000,- + trofi + sertifikat + hadiah lainnya
- Juara V Rp. 1,500.000,- + trofi + sertifikat + hadiah lainnya

Hadiah untuk pemenang lomba cover:
- Juara I Rp. 4.000.000,-
- Juara II Rp. 3.000.000,-
- Juara III Rp. 2.500.000,-


Karya dikirimkan disertai biodata lengkap penulis ke:

Panitia Lomba "IT for Children"
Departemen PBU Penerbit Andi
Jl. Beo no 38-40
Yogyakarta 55281

(Cantumkan tulisan ”IT for Children” di pojok kiri atas amplop. Batas akhir penerimaan karya adalah 6 Maret 2008)


Untuk informasi lebih lengkap, silakan mengunduh file "lomba-penulisan-dan-cover-buku-TI.pdf" di http://tech.groups.yahoo.com/group/detikinet/files atau langsung membacanya di situs http://writingfreedom.andipublisher.com.

Selasa, 04 Desember 2007

Indahnya Taqwa; Keindahan Perbedaan

sungguh besar karunia Allah yang menciptakan manusia dengan berbagai rupa
kekhasan yang ada pada setiap tawa, pada setiap rona wajah, pada setiap
sinar mata...

sungguh ada rahasia dan kebesaranNya pada setiap milimeter perbedaan
diantara kita

namun segumpal daging dapat membuat kita merasa satu. segumpal daging
yang jika ia baik, maka baiklah setiap inci pori yang mengalirkan udara-udara...

dengan perbedaan ini, hari ini kita masih bisa bersama. dengan perbedaan
ini, mari kita raih satu derajat untuk semua. derajat yang siapa saja bisa meraihnya.
dan diberikan pada siapa saja atas hendaknya, atas usaha-usaha kita, TAQWA...

apapun perbedaan itu, namun HATI kitalah yang menjadi pantauannya...
barometer tindakan yang kita lakukan... Allah tidak akan meluputkannya...