Chocolate Covered Sesame Balls

Minggu, 12 Maret 2017

2 Ton Kafein

Ayah,
Menjadi dewasa itu sangat melelahkan. Kadang seperti aku butuh 2 ton kafein sehari. Kadang serasa aku ingin tidur 2 tahun lamanya

Ayah,
Menatap bulan 15 Jumadil seperti tadi malam mengingatkan aku akan rinduku kepadamu, tetap sama tak berkurang sedikitpun. Sudah lama tak melihat ombak-ombak menebur pasir, horizon mendindingi air laut yang seperti selalu penuh, selalu berwarna biru. Setiap aku menatap matahari terbenam seperti seolah waktu berhenti berdetak tapi aku tahu waktu tetap bergegas berlalu.

Ayah aku rindu

Ie Masen, 120317

Senin, 09 Januari 2017

Pertanyaan-pertanyaan

apakah esok, langit masih akan merayu
pada jingga sore hari yang manis tersipu
setiap kali tatapmu memergoki binar mata ini

apakah pepasir masih akan berbisik
tentang kabar-kabar yang di terpa angin
melalang begitu saja
melintasi samudra, diterpa cahaya
untuk kemudian jatuh ditelinga burung-burung yang bercericit

apakah senja akan tetap setia
menunggui mu pulang
hingga tersisa gemerisik dedaun,
detak jarum jam,
denyut jantung yang memelan
lalu malam selesai dalam pelupuk mata yang terpejam

apakah..,

apakah pertanyaan-pertanyaan ini hendak engkau menjawabnya?
aku bahkan sudah lupa meletakkan tanda tanya di belakangnya

air laut telah pasang dan surut berkali-kali
matahari terbenam tak terhitung lagi
untuk apa lagi kita mengukir nama-nama
biar buih-buih ombak menyapu,
membawa gaungnya jauh, jauh kemana ia suka

untuk apa lagi kita mengukir nama-nama,
cukup kepadaNya kita percaya



Ie Masen, January 9 2017
21:48

--------------------

Hai?
long time not see yaa? June 4 2016 to January 9 2017, silahkan dihitung sendiri berapa hari..
:D
Sajak di atas ga semata-mata harus diartikan sebagai kegalauan seorang jones koq :P. Jika ada salah satu atau dua baitnya yang dibuang justru bakal beda meaningnya.

itu ngalir gitu aja, sementara nunggu hp di charge karena charger ketinggalan di kantor :(. Tapi bukankah sesuatu yang ngalir spontan gitu aja justru sesuatu yang paling jujur dan apa adanya..? :O

Well, what a nice days. I thank God for everything, every one, every moment he sent to me. Semoga kita semua diberkahi dengan kebahagian yang disukainya, aamiin.



Sabtu, 04 Juni 2016

Ramadhan minus 2

Ya Tuhan, semoga kali depan aku masih bertemu Ramadhan.

Padahal Ramadhan tahun ini belum lagi akan menerbitkan matahari perdananya. Ntah dari mana ada sebentuk sesal berlipat-lipat, terlalu kusut untuk dirapikan, terlalu panjang jeda antara dua Ramadhan tapi terasa sebentar saja

365 hari tentu saja tidak sebentar, tapi sebentar-sebentar terasa sudah ulang tahun saja lagi. Apakah ketika kita semakin tua waktu akan berputar lebih cepat? Sepertinya banyak yang terlibas tidak sempat dikerjakan bahkan belum pun dimulai

Tentu saja tahun-tahun yang lewat itu bukan sekedar lalu supaya ulang tahun-ulang tahun dirayakan.

O Ramadhan terasa semakin dekat. Ada khawatir yang menjerit bahwa jangan-jangan tidak ada yang bisa 'dikhatamkan'. Mengingat hari-hari setahun yang sudah lalu dan lembar-lembar yang tidak selesai.

Tapi barangkali jika Ramadhan diberikan 6 bulan sekali kita masih juga tetap seperti ini. Enggan, sekedar bersiap-siap untuk keberkahan yang tidak sekedar.

Ramadhan belum lagi mulai, belum tentu juga ketemu, namun semoga Tuhan masih berkenan mempertemukan kita dengan Ramadhan-Ramadhan nya yang dapat kita 'muliakan dengan agung'.

-------

Ie Masen
Ramadhan minus 2*
Juni 4, 2016

*selalu gagap urusan menyebut bulan dan tahun Hijriah, payah :/

Well, semoga Ramadhan kita kali ini jauh lebih bermakna, ganbatteh!

Kamis, 28 April 2016

Dear Dad

Dear Dad,
I'm going to be older than the year before, i remember when i was young; i used to think what i would be 10-20 years ahead. I passed my 20 and my 30 already. Getting older isnt easy, nobody say it was easy right..? Each time i see a childhood around, i wonder how were we ever play together, but i know i wouldnt remember a thing about you at all

Dear Dad,
I'm getting older, most of my friends getting married even they have had 1-2 child, then secretly i ask my self how many would i have then by passing year by year without marrying a man yet.. :D *now its no longer a secret right :(

Dear Dad,
My name, i wouldnt complain, i love it so much. I find it nowhere same like mine. Even most people spell it wrong, getting confused what to call my nick for the firts the know me. I ask mom about it, but she dont know what its mean, over and over then she tell me about how that name were choosen for me among 5 else you provided. But why noone ever thought to ask you what that name mean?? They just maybe the same like me; hope you life longer; hope you to tell it yourselves while you pursuing my dream come true..

Dear Dad,
Some days its not easy to go through, but i keep on steps with all question i still want to ask you, and i know you're there need more than it from a daughter like me.

Dear Dad,
I know you wouldnt read this, may Allah grant forgiveness and love, being on the very best place forever.

April 28, 16
23:39

Sabtu, 23 April 2016

You didnt see me

I lose my self to follow, but in the end seem that she got you

So I went home
I thought I was there
But I found no one then

Then I spent days riding to work like I'm ok. I hope I'm ok, I'm sure it's ok

But there somedays when that hollow catch me
No matter how much laugh
No matter how much people I meet
No matter how much distance i take to lay on the silent I need,
To know that I'm standing over here- over-, but you can't see me somehow

-

Ie Masen, 240416
Nice weekend everyone.. :)
Update blog setaon sekaliiii, ish malu kita

Kamis, 05 November 2015

Kedut Mata

Dan diam diam mata ini masih berkedut

Mengernyit di sela-sela sibuk,

Berusaha menyembunyikan diri

Agaknya ia juga sudah banyak belajar berpura-pura

Mencoba menipu-nipu aku,

Bahwa semua baik-baik saja

Sudah banyak malam kita habiskan menangis, hanya aku dan engkau

Walaupun seharian aku begitu asyik bersibuk diri

Sama seperti engkau sibuk mengelabuiku seperti semua tiada apa-apanya

Kukira tanpa sengaja kita telah sekongkol saling menyenangkan hati






Senin, 31 Agustus 2015

Love is You

Bahkan sehelai daun yang jatuh pun jatuh karena telah tiba masanya untuk luruh. Kita percaya itu.

Lalu bagaimana bila hati yang jatuh. Serpihnya terlihat seperti bebunga mekar penuh warna. Padahal hari-hari sudah kita kalungkan dengan sesibuk-sibuknya matahari ketika terbitnya, membahagia penatnya tatkala terbenam.

Padahal kita sadari betapa ia akan lebih bahagia ketika hanya ada ruang bagi dia dan diriNya. Padahal ingatan belum juga akan lupa, bagaimana susah payah perih menghilang dari luka-luka yang kelihatan sudah sembuh saja.

Padahal sudah pula kita mengerti untuk tak lekas terpesona pada pergok tatapan yang tak sengaja. Tak menjadi berlebih bahagia oleh sanjungan-sanjungan perhatian.

Tapi mengapa ini masih terjadi.

Jika bukan karena kita percaya, barangkali kita sudah lama menjadi gila. Begitu banyak hal yang kita hindari namun tetap saja terjadi.

Bunga-bunga yang tadinya mekar kemudian tak lagi berwarna hanya karena kita terlambat menyadari luruhnya, terlambat memunguti helainya yang satu satu jatuh, seperti tak berharga. Namun sesungguhnya tidaklah begitu.

O penguasa hati, bagaimana Engkau menyekat ruang-ruang di dalamnya tiada kami pahami.

Namun tetaplah biar namaMu di sana setiap pagi dan malam kami, setiap bahagia dan kecewa kami, setiap lekas dan terlambat kami, setiap betik nafas yang tiada kami ketahui kapan akan selesainya.

---

August 31, 15
23:17

Dear Allah, falling in love is this frightenning?

Senin, 15 Juni 2015

Dialog Titip Motor

Dialog imajiner antara seorang Ibu-ibu Rempong (IR) dengan seorang OB sebutlah namaya Romeo, bukan nama sebenarnya.

IR : Romeo, titip motor ya, dua hari aja
Romeo : Iya buk, ada minyak kan?
IR : Fulllll..! *jawabnya sampe bibir monyong*. Trus, ini buat jaga-jaga kalo minyaknya abis, bocor ban, atau apa lah kejadiannya, ya. Yang penting jangan sampe motornya digadai cuma untuk bayar nambal ban dan isi angin
Romeo : Idih ibuk ini lebai, hehehe.
IR : Isinya pertamax ya, kalo bisa isinya di SPBU *emang ada yang jual Pertamax ecer?? mulai songong.
Romeo : Iya buk. Tapi kalo abis minyaknya di jalan gimana?
IR : Dorong aja sampe ketemu SPBU, ya. *melengos
Romeo : &^@%#^@#$%^

---
Only a joke.. :)
Ternyata jam segini udah g bisa login ya? Oke, markidurrr kalo gituuu
good night georgeous..
remember; never let your occupation change you become more worse..

Senin, 08 Juni 2015

Niat Baik

Pada Sabtu malam lalu ngada-in gathering di salah satu hotel yang berlokasi di Lampineung. Ini adalah event tahunan yang tujuannya untuk push omzet. Jadi customer seluruh Aceh pada diundang pada malam itu di-entertain dengan baik, supaya belanja sebanyak-banyaknya. Pengalaman dari gathering yang sudah-sudah, acaranya baru benar-benar kelar pukul 23-an. Karena itu saya mutusin untuk mengambil satu kamar di sana. Khawatir kalo pulang malam-malam jadi gunjingan orang, belum lagi saya juga masih agak trauma karena pernah diganggu di jalan pulang ke rumah.

Singkat cerita, paginya setelah sholat Subuh, lanjut tidur lagi. Karena malamya selesai acara di kamar malah tergoda nonton aksinya Julian More di film The Unforgotten, film lama yang belum pernah saya tonton karena udah lama sekali ga nonton tivi. Jadilah jam 2-an baru ngasur. Saya ditemani Kak Atik dan Dani. Tapi kak Atik pas saya balik udah tidur duluan dan paginya juga cabut duluan karena ada keperluan. Saya dan Dani, usai sarapan- beberes barang- trus check out. Walaupun batas check out masih jam 12 rasanya saya masih lebih mending golek-golek di kos, di kamar tanpa jendela itu dari pada terkurung di kamar yang katanya berbintang ini. Syukur juga sih saya bukan tukang review hotel, jadi segala kekurangan dan ketidakpuasan hanya diomelin bareng Dani saja, hehehe..

Keluar dari situ Dani mengantar saya ke salah satu hotel yang berlokasi di Batoh, menjemput motor saya yang dipinjam sales. Sales-sales luar kota menginap di sana. Dari sana masing-masing kami mengambil jalan pulang.

Kebetulan karena cuma bawa satu ransel, saya cuma bawa satu baju ganti dan baju tidur. Roknya- walaupun ngembang ngempis- masih pake rok semalam karena ga terlalu meriah juga untuk dipake santai. Seperti biasa, kalau bawa motor saya paling rajin liat spion, apakah ini ada kaitannya dengan pribadi saya yang sulit melupakan masa lalu, saya tidak tau (hahahahha). Di lampu merah sebelum terminal, everything is fine. Saya terus melaju begitu lampu menyala hijau (ternyata sebagai duta lalu lintas saya masih ingat dengan kode etik). Hingga mendekati terminal, ada motor ngepet ke dekat saya, saya mencoba agak kiri siapa tau itu motor mau lewat kencang tapi kejebak saya yang bawa motornya super melow. Motor berpenumpang dua itu memag melaju ke depan, tapi kemudian melambatkan kembali jalannya. Saya mencoba mendahului karena jalanan memang sudah tidak terlalu ramai dengan kendaraan. Tidak begitu lama, motor tadi kembali mendahului. Penumpang di belakang  nampak mau mengatakan sesuatu kepada saya. Saya paham setelah dia menunjuk-nunjuk rok saya yang sudah hampir membebat punggung motor.

Saya pun mengurangi kecepatan dan berhenti. Mengikat kedua ujung samping rok, dan melanjutkan perjalanan.Tapi saya tidak sempat bilang terima kasih sama pengendara/penumpang motor itu. Padahal kalo boleh jujur, tampang keduanya itu lumayan mengerikan dan bikin seram.

Begitulah niat baik, bisa dilakukan siapa saja. Niat baik memang harus disegerakan, bila perlu ngotot-ngotot-an, hanya terkadang karena tidak dikemas dengan baik, tidak dipikir matang resikonya, sesuka hati, ga bener pula caranya, hasilnya bisa jd tidak sesuai harapan. Malah bisa membahayakan diri sendiri atau juga orang yang kita niati-baik itu.

Well, makasi kak Atik n Dani untuk niat baiknya menemani Wis nginap semalam di H**mes demi gathering.

Ps:
Dani; I dont have more answer for everytime you asking why. Dont ever ask it anymore please. I thank you for keeping being very nice, its hurt for not getting same respon, being ignored, after times without knowing the reason why. Most important that we try. Kita tidak pernah tau, orang yang kita senyumi, baik-baik-i, talk normally, merekanya barangkali sedang ada masalah apa, what the battle  they fight. Kita juga ga bisa maksa bikin orang senang n nyaman dengan kita, let them figure out their mind, we tried without need for blaming anything or anyone. You done the best of you.

Kak Atik; semoga masalah cenat menatnya yang super buanyak itu lekas selesai yaa, urusannya dimudahkan, terus berkarya.. hehehe, kayak ucapan ulang tahun aja.

Write on June 8, post on June 12
Have nice weekend everyone..

Selasa, 26 Mei 2015

Save Them

Sepulang kantor selesai beberes kamar setelah dua hari ditinggal agaknya enak juga kalau rebahan sebentar sambil menunggu magrib usai baru kemudian mandi (red. kebetulan saya sedang libur sholat). Dalam beberapa hari ini banyak masuk broadcast pengumpulan donasi untuk pengungsi Rohingya yang terdampar di Lhoksukon. Saya biasanya agak malas buka link berita kiriman broadcast kalo ga begitu penting. Malah banyak juga yang langsung delete chat begitu broadcastnya masuk.

Rebahan saya awali dengan baca broadcast paling baru soal pengungsi Rohingya. Ada link berita, tapi dari judulnya sepertinya itu bukan update yang saya cari. Saya scrolldown headboard, ada hastag twitter yang lagi masyhur, yang ditweet oleh orang-orang yang saya follow. Saya coba buka. Lalu dari situ satu persatu berita tentang pengungsi Rohingya terbentang. Dan entah kenapa dan bagaimana  air mata saya merembes-rembes, mengalir begitu saja. Saya ga tau apakah ini efek karena lagi libur sholat, ga sholat, ga 'ngadu' sama Allah, jadinya katarsis emosinya malah lepas pas baca berita-berita ini. Hingga sampai pada berita terakhir yang saya baca soal 'kisah relawan pembasmi kutu wanita Rohingya' yang agak-agak bikin dua senti walaupun sebenarnya bikin miris juga karena kondisinya sampai seperti itu.

Tapi bagaimanapun air mata saya merembes-rembes tentu saja itu bukan karena mata saya bocor lantaran ga pake No Drop (*susah ya kalo punya brand, nulis blog pun mesti dibawa-bawa -_-). Tentu saja karena penderitaan yang dialami para pengungsi ini rasa-rasa memang begitu berat dan pilu. Namun di sisi lain saya juga merasa haru, sekaligus bangga dengan antusiasme masyarakat Aceh sendiri untuk melakukan apa yang mereka bisa.

Terlepas dari benar tidaknya komentar segelintir tokoh pemerintah Myanmar yang mengatakan bahwa boleh jadi pengungsi-pengungsi ini hanyalah manusia-manusia perahu yang mengaku-aku Rohingya, mereka yang terdampar ini sudah sepantasnya mendapat uluran tangan kita, notabene lagi mereka adalah saudara-saudara kita sesama muslim.

Sabtu lalu saya kebetulan pulkam karena ada sesuatu acara di rumah. Saya agak kaget waktu abang kandung saya tanya begini; Dekwis, pu na droe keuh baje-baje layak pakai yang hana kapakek le? Spontan saya balas tanya; Keupu, Abang? Saya benar-benar completly blank on koq tumben-tumbenan Abang tanya begitu. Abang saya lantas jawab; Mangat tak intat keu awak pengungsi Rohingya nyang di Lhoksukon nyan. Na teuman? Saya ber-O dalam hati dan manggut-manggut. Trus kami ngrobol ngalor ngidul kesana kemari sedikit soal mereka. Ga nyangka abang saya (yang semoga sholatnya nanti semakin baik dan sholeh) bisa ngomong soal beginian juga. Senang, Alhamdulillah

Eniwei, ntah kenapa kalo lihat dan baca soal Rohingya saya jadi selalu ingat almarhum Ayah. Too much question i didnt ask, Daddy.. miss u, miss the answer i never heard.

Well, orang sejagad sudah berdonasi apa yang mereka bisa, ayo kita juga yaa :). Dan semoga uluran tangan kita nanti semakin melebar untuk juga memperbaiki kondisi orang-orang tidak mampu yang ada di negeri kita sendiri. Alangkah indah rasanya bila setiap orang berada dalam kehidupan yang baik, berkecukupan- setidaknya tidak sampai meminta-minta, tidak ada anak-anak yang sepulang sekolah masih harus mulung, tidak ada Ayah-ayah yang harus maling karena biaya sekolah dan suap-suap nasi anak dan istri, tidak ada lagi yang terpaksa tinggal di rumah kerdus di bawah-bawah jembatan tempat-tempat kumuh padahal tanah indonesia begini luasnya, tidak ada lagi yang kelaparan padahal negeri kita begitu suburnya, tidak ada lagi hal-hal yang memilukan dipandang mata, karena setiap orang memang sepantasnya hidup layak.

Oiya, tampungan donasi sekarang ada dimana-dimana, tinggal gugling atau cari tagarnya di twitter langsung ketemu koq..

Selasa rasa Senin, Mei 26 2015
20:56, hujan, Banda Aceh
Semoga orang-orang Rohingya baik yang mengungsi maupun yang masih entah dimana selalu dalam lindunganNya, aamiin

'we never know how far we can go until we try to take the farest step our feet would'

Kamis, 14 Mei 2015

Mimpi Semalam

Tadi malam mimpinya lucu. Dari sekian banyak bagian yang terlupa, bagian akhir dimana kamu datang, ragu-ragu menanyakan untuk ikutan traveling luar negeri seperti yang rutin kamu kerjakan itu.

Sementara kamu belum menyelesaikan pertanyaan kamu, saya duduk di belakang meja kantor saya dan heran, dan penasaran, ditambah rasa tak percaya, bagaimana orang yang dulu juga pernah muncul dalam mimpi saya dalam keadaan menghindar jijik kepada saya, yang pernah muncul dalam mimpi saya kepergok menyimpan foto saya dalam dompetnya tapi kabur pas ditanya kenapa? kini datang menawarkan hal kesukaannya itu kepada saya.

Tapi mimpi selesai sampai disitu. Saya terbangun, dan Subuh sudah agak lewat, fiuuh *i hate this part most.

__

Beberapa keinginan yang tak masuk akal bisa jadi akan datang kembali menggoda untuk kita berharap. Sometime we just never  meet with that somebody pre-requisite. I'll always available then for somebody else to come :')

Kamis, Mei 14' 15
18:09

Selasa, 05 Mei 2015

Keep Moving (on)

Sometime all i need is keep quite as long as i can go long alone. Never hurry to finish my silent mood. Getting better just by talking with my self. Say OK as much as i want to hear. Laying on my worries as well as keep moving on my acceptance. Taking my self as who i am. Believe that i am worth enough, worth enough, worth enough for anything that i deserve for..

Some scars will stay, not to hurt you, just remind that you've passed the battle (with yourself), to be stronger then..

May 5; 2015
21:05

---

Tadi udh dapat sms diskon sepanjang bulan dari The Body Shop.. mudah-mudahan tahun depan dapat ucapan dari kamu #ngarep

good evening, good night so :)

*ps: padahal kalo ke TBS cuma beli green tea oil sama spon mandi, hihihi

Senin, 20 April 2015

The day when panic attack

Pada suatu hari mati lampu yang panik karena ada banyak hal yang belum diposting sementara jam pulang jaraknya hanya 20 menit sahaja. Saya pun menelepon operasional (opr) pusat untuk minta bala bantuan.

saya : halo halo halooo *panic*
opr staff : haloooo *nyantai banget, suara lelaki di seberang*
saya : halooo, Cori ya *saya menyebut nama salah satu staff opr perempuan dengan asal, terburu-buru*
opr staff : bukan bu, ini Jeje *yang mana Jeje adalah juga staff perempuan*
saya : hah? hahaha, Jeje koq suaranya laki-laki, hahaha
staff opr : hahaha, iya buk, ini Jonatahan
saya : eh Jonathan, mau minta tulung dunk, bla bla bla..

Dan begitulah akhirnya semua dapat diposting dengan sukses plus checking makro-nya sekalian. 

Seperi biasa di meeting lalu kita semua pada ketemu dengan anak-anak opr pusat, and know what?? ternyata yang angkat telepon tempo hari y panic itu adalah Jerry! Jonathannya malah lagi dibuang ke cabang ntah mana.

Dasar.

---

Lagi ngantri untuk lapor pajak
April 20, 15:42

Rabu, 15 April 2015

apakah rindu sudah selesai?

apakah rindu sudah selesai?
selesai sampai di sini saja
menyudahi diri tanpa minta izin
berkemas diam-diam
lalu pergi tanpa pamit

lalu nelangsa menganga lebar
menyisakan tepian kecil
nganga yang seperti melolong
meminta-minta kekosongan diisi kembali

tapi kenyataan agaknya tak peduli
merobek apa saja
seperti angin kencang mengeringkan paksa butir-butir sisa hujan di jendela

agaknya rindu sudah selesai
menyudahi dirinya tanpa pamit seperti ketika ia datang tanpa permisi

---
April 15, 2015
tak pernah kecewa yang menaruh harapan pada yang Maha Memenuhi

Sabtu, 04 April 2015

(Bukan) Prosa Putus Asa

baik,
mari kita melangkah, melangkah lagi menyusuri jejalan panjangnya sepanjang matahari yang masih terus terbit selama masih qt punya waktu untuk mensyukuri rinai hamparan cahayanya di hijau bumi setiap pagi

baik,
mari kita lupakan
apakah itu semacam perasaan berlebihan namanya, atau perasaan jatuh cinta yang hanya hati ini yang merasa tapi dirimu mungkin tidak

baik,
mari selesaikan perihal menerka-nerka, banyak kebetulan yang seperti kemarin-kemarin, mari kita tutup lembaran yang sarat dengan dugaan tak ada kesudahannya

benar,
ini sesungguhnya hanya monolog dengan diri ini, bukan dirimu yang tiada menahu apa-apa itu

oke,
semoga hati-hati lekas menjadi tenteram, biarkan lebih damai sisa hari, bukankah kita butuh diri masing-masing untuk membuatnya lebih berarti?

mungkin nanti kita akan menemukan jawaban tentang bagaimana kita bisa jatuh hati hanya pada tokoh yang ditulis dalam komik-komik kartun atau cerita-cerita komedi pelipur hati atau biografi acakadut yang seadanya, mungkin nanti, atau mungkin kita tak perlu tau bagaimana nama-nama tetap ada dalam doa-doa bagaimanapun kita ingkari hadirnya dalam hari-hari, hanya tidak mengerti

bukankah Tuhan tidak menyukai orang yang berputus asa?
baik, ini bukan prosa putus asa antara aku dan hati

bukankah Tuhan cemburu kepada hati-hati yang berbagi, dan suka kepada hati-hati yang kembali, karena itu maka aku (selalu mencari jalan) kembali

bukankah tidak perlu mengucapkan selamat tinggal untuk sesuatu yang bahkan belum kita mulai? tidak perlu

Tuhan yang memberkahi hari-hari, berkahilah kami semua, sungguh kami amat membutuhkan keberkahan dalam kebaikan yang amat banyak setiap hari Engkau berikan kepada kami

--

april 4, 17:47
some tears only shed nomatter there're no reason anyway, always love

Jumat, 13 Maret 2015

As Always

When there're seem too much thing that have to be seem allright; smile more, thank more, dont complain life, speak less, cry more to The Only Who has the power to sheed your tears..

Need You as always

--

Its my way, you might have different one, i appreciate it.. :)

Sabtu, 07 Maret 2015

Moon(light) of mine

Tadi adalah hari terakhir rute saya dr rumah ke Krueng Cut. Mulai Senin rutenya ke Blang Bintang. Alhamdulillah, akhirnya Tirta bisa pindah ke gudangnya sendiri. Sebenarnya proses pindah baru dimulai hari Senin lusa, namun beberesnya udh mulai dari sebulan yang lalu. Walaupun saya baru dua tahun disitu, tapi ninggalin kantor lama itu tetap menyisakan sesuatu yang berbeda. Tadi, terakhir kali kami ketemu dengan orang-orang yang ada di komplek gudang itu. Bedebu yang siap menyelimuti ga peduli kemarin kendaraan baru dicuci. AC yang usianya sudah uzur dan suaranya saingan dengan mesin printer. Mie bang Pasya yang maknyus itu. Nasi padang Putri Minang yang sering jadi langganan. Ayam penyet Pak Ulis yang kami sukai itu. Kemacetan jembatan Krueng Cut pada pagi hari yang bikin terbirit-birit buat ngabsen. Dan tentu saja kehoror-an yang semoga sudah menjadi kenangan itu. Banyak, banyak sekali kenangan baik, dan kenangan yang menyisakan banyak pelajaran. Selisih-selisih paham yang pada akhirnya (semoga) semakin mendekatkan kami semua, menjadi semakin akrab, seperti kerabat sendiri.

Sungguh sebenarnya ada satu hal yang agak mengecewakan yang justru terjadi pada hari-hari terakhir di gudang lama ini (read. PK). Namun lagi-lagi semoga moment itu menjadikan kami semua belajar dan semakin dekat, tetap saling support, saling mengingatkan, terus belajar, menjadi semakin baik.

PK ini mengharuskan beberapa dari kami untuk masuk kantor 1 jam lebih awal dari jam normal. Syukurnya saya memang tidak ada masalah dengan bangun pagi. Saya sering berpas-pasan dengan bapak-bapak yang pulang dari sholat subuh di mesjid. Berangkat pagi-pagi buta tentu saja ada seramnya. Tapi hampir selalu ada 'hiburan' yang menyertai perjalanan pagi-pagi itu, yang bikin takjub tak terkira.

Saya jadi ketemu dengan hal-hal yang tidak pernah saya lihat jika saya berangkat kantor pada jam normal. Seperti misalnya di hari-hari pertama (saya lupa hari keberapa persisnya) pernah dari atas jembatan Krueng Cut saya takjub dengan julang gunung meruncing segitiga di ufuk timur sana. Saya ga tau itu gunung apa, hehehehe. Tp nampaknya itu juga gunung yang kelihatan ketika kami menjepret purnama+gunung selepas menikmati sunset di kp. Jawa dulu. Walaupun dalam masa masuk pagi itu saya ga pernah ketemu sunrise yang cantik, namun pemandangan gunung itu yang full tanpa tertutup kabut sedikitpun sungguh bikin takjub tak terkira. Anehnya itu hanya terjadi sekali, pada hari-hari setelahnya tidak ada lagi yang begitu.

Dan ketakjuban terakhir terjadi hari Jumat lalu, h-2 pindah kantor. Saya sama sekali ga merencanakan akan menikmati perjalanan di hari-hari terakhir itu seperti apa. Pagi itu saya memang agak telat. Saya menyusuri jalanan keluar dari komplek dengan kecepatan standar. Dan MasyaAllah what i found was very very very melted my heart. Di antara petak sawah kiri-kanan jalan itu, ada purnama penuh menggantung di langit sana, persis di arah jam 2 tanpa perlu saya mendongak tertalu tinggi. Saya tak dapat tidak untuk mengurangi kecepatan. Terasa begitu dekat, di sisi kiri-kanannya ada awan keabuan hendak menyalip, tapi dalam perihal melihat purnama saya sepertinya sering beruntung dan mendapat kesempatan melihat bagian-bagiannya yang paling indah, Allahu Akbar. 

Saya terus melaju, dan sedikit khawatir cuma bisa menikmatinya sampai disitu saja. Tapi ternyata begitu keluar ke jalan Soekarno-Hatta, tampilannya justru tetap indah di arah jam 11, dengan keindahan yang berbeda lagi. Ketakjuban memenuhi hati saya bertubi-tubi. Betapa keindahan ciptaanNya tak tertandingi. Memasuki jalan Mohd.Hasan saya masih berharap melihat sisa-sisa purnama yang sedikit disaput awan ini. Pada tempat-tempat dimana tanah masih kosong, diantara ruko-ruko, saya masih menyempatkan menoleh menikmati sisa-sisa purnama yang hampir ternggelam itu. Pelan-pelan saya tau purnama akan menenggelam. Sapuan awan seperti menariknya lekas ke kaki langit yang tak bertiang itu. Saya tau dia mengantar saya, dan kami pasti akan bertemu lagi dalam keadaan seperti ini, atau mungki lebih indah lagi :) *sohappy Alhamdulillah

Tadi pagi saya sengaja berusaha lebih cepat keluar rumah, purnama masih menggantung di atas sana, karena masih terlalu pagi jadinya malah masih terlalu tinggi :D.

No capture untuk kedua moment berharga ini, hape saya belum ada SDcardnya jadi udh penuh ga bisa utk foto-foto lagi.. namun bagaimanapun lukisannya akan tetap melekat di hati, apalagi rasa syukur karena bisa melihat hal-hal yang luar biasa begini..

Kadang kala bahagia bisa sesederhana ini, yaitu ketika kita tidak berharap berlebihan dan menjalani apapun itu dengan keikhlasan dan kekuatan yang setiap hari kita pintakan kepadaNya.

Semoga kita selalu ingat; apapun hal yang kelihatan buruk tidaklah seburuk yang kita perkirakan. Boleh jadi ini semua adalah bagian dari ijabah doa-doa yang dulu-dulu setiap hari kita panjatkan, boleh jadi ini adalah tingkatan ujian yang belum pernah kita jalani sebelumnya, boleh jadi ini adalah caraNya untuk membuat kita terus memohon dan berharap hanya kepadaNya, menjadi semakin dekat kepadaNya. Aamiin yaa Rabbal 'alamin.

Well, nice weekend everyone.. :)
Di luar tetiba hujan- semoga menjadi hujan yang baik dan bermanfaat.. terima kasih Ya Allah for these wonderful days, wonderful life..



Rabu, 04 Maret 2015

Barangkali

If someone really meant to know you they will make any way to find you. If they don't, maybe they are making a way for someone elses

It's worship what makes worries taste better. Thats why I keep pray

--

Barangkali orang yang kita tunggu-tunggu itu sudah ada yang menunggu di luar negeri, barangkali..

Selasa, 03 Maret 2015

Makanya Nikah (part 1)

Tadi pagi-pagi ada yang pasang DP kalimat ini di bbm,

-Rejeki itu bukan sekedar uang, bahkan suami yang baik itu rejeki juga dari Allah.
Subhanallah..-

trus iseng aja saya begini;

Buk, buk.. dengerin nih ya, *sy lanjut baca kalimat di gambar itu sampai selesai*

Hening, ga ada komentar, cuma suara printer yang tetap meraung-raung plus keringat yang bercucur satu satu karena memang AC di ruangan yang sudah uzur itu.

Karena ga mendengar komentar apa-apa saya memalingkan wajah ke arah mereka sambil nanya plus yakin bener jawabannya bakal sesuai harapan; iya kan buk..? *terpelongo, nemuin ekspresi mereka datar-datar aja kayak diminta lembur 8 jam sehari.

'Ya ya, kalo itu memang iya sih buk, tapi teutep aja kalo hana peng ya hana berasap lah dapur'

'Yaa, betoi..' *yang satu lagi ikut nimpuk

'Ya kalo baik trus uangnya banyak apalagi ga pelit ya makin bersyukurlah kak' *ini yang komentar malah masih lajang, omaaaaaaak

Trus pernyataan terakhir ini pun disambet koor setuju sampe semaput sama dua yang lain, jadilah DP yang tadi semacam kacang goreng dalam toples yang udh lama dibiarin terbuka, *bayangin aja sendiri gimana.

'Makanya kawen, buk. Biar tau gimana gimana gimananya..'

:| *nohok

..to be continued

Rabu, 25 Februari 2015

Satu 'B'intang

Yaitu cahaya yang hujamnya kecil namun pada beberapa musim selalu ada bahkan tanpa aku ingin menatapnya

Adalah satu terang, yang ku kira, yang kukira telah kurebut pancarnya, telah kudekap pendarnya yang merah-biru di langit itu. Namun agaknya pijarnya bukan bukan untukku

Lewat lah malam lewat tanpa aku perlu me-reka reka tentang harapan yang juga ada di binar terangnya, menyala-nyala seperti binar mata anak kecil yang selalu bahagia

'Cukup aku yang mengagumi, tak perlu sebaliknya'- namun kepada perkara ini nampaknya aku tak dapat begitu

Wahai,
Yang tidak pernah kutemui, tidak pula pernah kusapa dengan suara, tentu aku tak perlu meminta penjelasan ttg bagaimana setiap malam tiba aku terperangkap dalam pantulan terangmu yang ku kira untukku.

--

Feb 25, 15
Menjelang Magrib
Konyol rasanya dengan perasaan ini, lucu, cuma nyeseknya lumayun karena -mungkin- ga sesuai harapan. Baik, nampaknya saya harus banyak2 ngaca biar ngarepnya ga ketinggian. Kenyataan kadang memang bisa bikin ga nafsu makan kan ya? Y mana seharusnya malah bagus, hehehe

Well, hari ini hari pertama PK saya, jadi anggap aja postingan ini semacam iklan y lewat begitu saja. Mari melanjutkan PK, galaunya masih sampai akhir Maret, hehehe (tetap 'hehehe' walaupun sebenarnya mau nangis darah :().. lets make more busy days :) *itu senyum penuh kesakitan :p

Jangan lupa menyebut namaNya sebelum memulai setiap aktivitas ya guys, :) it really makes days felt better :)

@sent from my Cyrus